Waspada Osteoartritis, Masalah Sendi yang Sering Dialami Perempuan

Vina Oktiani - wolipop Jumat, 02 Agu 2019 11:09 WIB
Ilustrasi osteoartritis. (Foto: iStock) Ilustrasi osteoartritis. (Foto: iStock)
Jakarta - Sendi pernah terasa sakit sampai menyebabkan bengkak? Waspada, bisa jadi Anda mengalami osteoartritis. Penyakit ini paling sering menghantui kaum perempuan.

Di Indonesia, osteoartritis umumnya ditemui pada orang-orang usia produktif. Penyebabnya, ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan. Diketahui, terdapat 14,3% penduduk usia produktif yang bekerja lebih dari 60 jam per minggu.

Ilustrasi osteoartritis. (Foto: iStock)Ilustrasi osteoartritis. (Foto: iStock)
"Selain faktor genetik dan kelebihan berat badan, gaya hidup tidak sehat, kurang aktif bergerak dan cedera merupakan beberapa faktor pendorong osteoartritis pada usia produktif. Cedera terkesan dekat dengan orang yang sering melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi, padahal cedera dapat terjadi saat kita melakukan kegiatan sehari-hari," papar dokter spesialis fisik dan rehabilitasi Deasy Erika saat acara Jointfit di Pacific Place, Jakarta Selatan, pada Kamis (1/8/2019).

Ia mencontohkan, cedera bisa terjadi karena salah posisi mengangkat beban berat, seperti ketika mengangkat koper saat bepergian atau menggendong anak. Berdiri dalam waktu lama saat kita sedang kelebihan berat badan juga dapat memicu cedera sendi.

Menurut Deasy, setiap sendi di tubuh rentan mengalami osteoartritis. Namun, osteoartritis paling sering menyerang persendian lutut, pinggang, leher, lengan, siku, tangan, dan telapak kaki.


Ilustrasi osteoartritis. (Foto: iStock)Ilustrasi osteoartritis. (Foto: iStock)
Gejalanya antara lain, sendi terasa kaku pada pagi hari selama 30 menit, bengkak dan nyeri. Bila terjadi pembengkakan, disarankan mengompres area yang bengkak dengan menggunakan es.

Dijelaskan Deasy, wanita ternyata lebih mudah terkena osteoartritis dibanding pria. Terutama ketika sedang berbadan mengingat beban yang ditanggung oleh lutut akan menjadi lebih berat. Masa-masa memasuki menopause juga rentan terhadap osteoartritis.

"Karena saat saat wanita menopause dan hormon esterogennya 0 atau bahkan minus berarti tulang kita sudah tidak ada pelindung lagi, nah di situlah proses osteoartritis cepat sekali terjadi. Hormon esterogen adalah hormon protektor tulang kita", kata Deasy.

Selain itu bagi para wanita yang gemar menggunakan high heels, harus berhati-hati karena kerja lutut akan bertambah dan dapat mengakibatkan osteoartritis pada usia dini. Selain itu cara duduk dan berdiri yang salah, tidak tegap, juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab osteoartritis.

"osteoartritis tidak dapat disembuhkan, hanya bisa diperlambat. Kalau sudah osteoartritis grade 4, tulangnya harus dipotong dan diganti dengan protesis dari platina", terang dokter Deasy.

Sebagai pencegahan, ia menyarankan jaga berat badan dan terus aktif bergerak. Bila sudah divonis osteoartritis, lakukan latihan fisik seperti bersepeda, gym, atau jalan dalam air (hydro therapy). Gravitasi di dalam air akan membuat penderita osteoathretis bisa lebih nyaman berjalan.



Simak Video "Gaya BTS hingga Ariana Grande di Red Carpet Grammy Awards 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)