Besok Puasa Ramadhan, Ini Menu Sahur Agar Badan Nggak Lemas dan Ngantuk

Daniel Ngantung - wolipop Minggu, 05 Mei 2019 19:50 WIB
Foto: iStock Foto: iStock

Jakarta - Bulan Ramadhan sudah di depan mata dan mungkin sekarang Anda sudah mulai sibuk menyiapkan menu untuk sahur untuk puasa hari pertama. Pemilihan menu sahur yang tepat sangat penting agar tubuh tak lemas saat berpuasa.

Biasa mengonsumsi nasi saat sahur di bulan Ramadhan? Ada baiknya Anda mulai meninggalkan kebiasaan tersebut. Dijelaskan praktisi gaya hidup dr. Phaidon L. Toruan, nasi putih termasuk karbohidrat sederhana. Jenis karborhidrat ini akan cepat menaikkan gula darah tapi dengan segera menurunkannya. Alhasil, tubuh gampang lemas, ngantuk, cepat lapar dan meningkatkan nafsu makan.



Berlaku pula untuk teh manis hangat yang kerap menjadi minuman andalan untuk sahur. Ada anggapan bahwa minum teh manis dapat membuat tubuh lebih bertenanga saat puasa. Kenyataannya malah sebaliknya.

Besok Puasa Ramadhan, Ini Menu Sahur Agar Badan Nggak Lemas dan NgantukFoto: Thinkstock


Menurut Phaidon, mengonsumsi gula hanya akan membuat tubuh cepat lemas. Gula memang bisa memberi tambahan energi dengan instan, tapi itu hanyalah energi palsu. "Sebaiknya minum jus buah alami tanpa gula," saran dia.

Pola makan Food combining juga bisa menjadi opsi untuk menu sahur. Praktisi Yoga dan Food Combining, Erikar Lebang, dalam buku 'Food Combining di Bulan Ramadan' menjelaskan, manfaat pola makan tersebut bagi mereka yang menunaikan ibadah puasa.

Dalam aturan food combining, mengonsumsi buah dianjurkan sebagai pembuka menu utama. Jika dilihat dalam siklus sirkadian, sahur sebenaranya adalah fase di mana tubuh melakukan pembuangan. Pada fase ini, tubuh membutuhkan energi yang sangat besar. Mengonsumsi makanan berat malah akan mengganggu proses ini.



Setelah buah, lanjutkan dengan menu karbohidrat kompleks seperti kentang beras, merah atau quinoa. Jangan konsumsi menu karbohidrat tersebut dengan protei karena tidak sesuai dengan aturan food combining. Sayur yang segar adalah pendamping yang tepat.

Menurut Erikar, protein hewani sangat sulit dicerna oleh tubuh. Hal itu karena proses pemilahannya menjadi asam amino terlalu rumit dan menyita energi. "Itulah sebabnya pelaku puasa Ramadhan yang mengubah menu sahurnya dari padat protein hewani menjadi karbohidrat serta sayuran segar mengatakan tubuhnya jauh lebih bugar, bertenaga, tidak mudah lapar, serta jauh dari rasa kantuk," urai pria yang pernah menulis buku 'Mitos dan Fakta Kesehatan' ini. (dng/kik)