Wanita Ini Makan 2 Kali Setiap Malam, Ini Rahasianya Tetap Kurus

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 07 Mar 2019 07:11 WIB
Foto: iStock Foto: iStock

Jakarta - Makan malam dianggap menjadi salah satu faktor yang membuat tubuh menggemuk. Karenanya, banyak orang yang sedang diet menghindari makan terlalu malam dan berhenti setelah pukul 18:00. Namun seorang wanita seolah mematahkan anggapan tersebut. Setiap hari, ia dua kali makan malam namun tetap kurus. Wanita itu pun berbagi rahasianya.

Seorang wanita bernama Margaret asal Inggris mengungkap 'kelebihannya' yang membuat banyak orang, terutama sesama wanita, iri. Menurut pernyataannya, makan malam tidak mempengaruhi berat badan. Buktinya, meski makan dua kali setiap malam wanita dengan bobot tubuh 50 kg itu tetap kurus. Walau begitu, ternyata ada trik di balik kebiasaan makan malam tersebut yang mencegahnya gemuk.

"Aku bukan orang yang suka memilih makanan. Jika mau makan makanan siap saji di pagi hari aku akan makan makanan siap saji di pagi hari, jika mau makan makanan siap saji kapan saja, aku akan makan. Aku tidak memilih," ungkapnya dalam acara The Secret Lives of Slim People di stasiun televisi Channel 4.

Dalam acara tersebut, Margaret menjelaskan secara lebih detail mengenai gaya hidupnya. Ia biasanya mengonsumsi nasi dan semur daging yang dimasak sendiri untuk makan malam. Setelah itu, makan malam wanita 21 tahun itu pun belum berakhir. Ia masih akan membeli makanan dari restoran untuk dinikmati bersama teman-teman.

Selain mengaku tidak pemilih atau menjaga makan, ia juga tidak berolahraga sama sekali. Teman-teman Margaret bahkan mengatakan jika mereka tidak pernah melihatnya makan sayur.

Meski tidak membuatnya gemuk, gaya hidup Margaret ini tentu tidak seharusnya ditiru. Karena untuk sebagian orang, makan terlalu banyak apalagi yang berkalori tinggi bisa menyebabkan kegemukan dan mengganggu kesehatan. Namun setelah mengamati gaya hidup Margaret, nutrisionis Amanda Ursell menemukan rahasia langsingnya. Yakni tidur sembilan jam setiap hari yang mana dua jam lebih lama dari kebanyakan orang.

Menurut pakar, orang yang kurang tidur memang cenderung lebih mudah gemuk. Karena itu, istirahat cukup sepertinya bisa mengurangi risiko kegemukan pada Margaret.

"Ketika orang tidak tidur cukup, itu akan mempengaruhi hormon-hormon utama terkait nafsu makan dan kenyang. Orang yang kurang tidur cenderung ingin banyak lebih dan merasa tidak puas setelah makan. Rutinitas tidur lama bisa membantu mengontrol nafsu makan dan berat badan," kata Profesor Hardy dilansir Dailymail. (ami/ami)