Suami-Istri Ini Dilaporkan ke Polisi karena Anak Hanya Makan Makanan Vegan

Eny Kartikawati - wolipop Senin, 24 Des 2018 11:56 WIB
Ilustrasi anak nggak mau makan sayur. Foto: Dok. iStock Ilustrasi anak nggak mau makan sayur. Foto: Dok. iStock

Jakarta - Menjalani diet vegan yang ekstrem, pasangan suami - istri ini harus menjalani gugatan hukum. Penyebabnya anak mereka yang hanya diberi makanan vegan kini menderita sakit.

Pasangan berusia 32 dan 34 tahun yang namanya dirahasiakan karena alasan hukum ini, seperti dikutip Mail Online, dinyatakan bersalah oleh pengadilan di Australia karena gagal mengurus anak mereka yang berusia 19 bulan dengan baik. Sang anak yang hanya diberi makan makanan vegan seperti kedua orangtuanya kini menderita rakitis, kelainan pertumbuhan tulang yang disebabkan karena kekurangan gizi.

Anak yang belum genap berusia dua tahun itu kini tinggal di rumah penampungan bersama kedua kakaknya yang berusia empat dan enam tahun. Belum diketahui bagaimana nasib ketiga anak tersebut selanjutnya karena sekarang kedua orangtua mereka digugat secara hukum.

Kasus orangtua penganut diet vegan ekstrem yang membuat anaknya kekurangan gizi ini terungkap setelah pada Maret 2018, balita perempuan tersebut dibawa ke rumah sakit. Sang ibu mengatakan pada pihak rumah sakit bahwa seluruh keluarganya menjalani diet vegan. Berbeda dengan vegetarian yang tidak mengonsumsi daging tapi masih menolerir produk susu, seorang vegan tidak mengonsumsi produk hewani sama sekali termasuk susu dan telur.



Anak balita tersebut, menurut keterangan sang ibu, biasanya mengonsumsi satu cup oats dengan susu beras dan setengah potong pisang di pagi hari. Pada siang hari, sang anak diberinya satu potong roti dengan selai buah atau selai kaccang. Dan pada malam hari, anak tersebut diberi makan tofu, nasi atau kentang.

Sang ibu mengklaim anaknya termasuk tipe susah makan. Jadi sehari-harinya sang anak biasanya hanya makan oat atau gandum.

Berdasarkan pemeriksaan pihak rumah sakit, anak balita tersebut mengalami malnutrisi. Bahkan level vitamin D di dalam tubuhnya tidak dapat dideteksi karena begitu sedikitnya.

Dokter menyebutkan kondisi sang anak saat tiba di rumah sakit begitu 'ringkih'. Tulangnya bisa patah dengan mudahnya karena begitu lemahnya.

Pihak kepolisian turun tangan setelah pihak rumah sakit tidak bisa membuat orangtua anak tersebut mengubah pikiran mereka bahwa penyebab sang anak kekurangan nutrisi karena selama ini hanya diberi makanan vegan. Bahkan menurut sang dokter, ayah dari anak balita tersebut terlihat tidak khawatir meskipun mengetahui pertumbuhan putrinya tidak seperti anak-anak kebanyakan. Salah satu contohnya, pada usia setahun lebih, berat anak tersebut hanya 4,9 kg, tak sampai dua kali dari berat si anak saat lahir. Pada usia setahun, anak tersebut juga belum bisa merangkak dan mengucapkan kata dengan jelas.


(eny/eny)