Takut Rakyatnya Obesitas, Pemerintah Korsel Batasi Siaran Makan-makan

Hestianingsih - wolipop Senin, 29 Okt 2018 10:23 WIB
Foto: Youtube Foto: Youtube

Jakarta - Siaran makan-makan populer di Korea Selatan alias mukbang, memiliki penggemar tersendiri dan makin lama kian populer bahkan sampai ke mancanegara. Tapi rupanya fenomena mukbang jadi perhatian khusus oleh pemerintah Negeri Ginseng tersebut.

Mulai tahun depan pemerintah Korea Selatan akan memberlakukan batasan baru untuk siaran mukbang, dengan alasan kesehatan masyarakat. Selain itu mereka juga akan memberikan pedoman bagaimana membuat siaran mukbang tanpa mendorong audiens jadi makan secara berlebihan. Pembatasan konten mukbang dibuat sebagai langkah mengatasi masalah obesitas yang semakin meningkat.

Takut Rakyatnya Obesitas, Pemerintah Korsel Berencana Batasi Siaran Makan-makanFoto: Youtube


"Di 2019, kami akan mengembangkan panduan untuk media yang menyiarkan acara makan-makan besar - TV dan siaran internet- untuk memperbaiki perilaku makan dan membentuk sistem pengawasan," demikian pernyataan tertulis Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan, seperti dikutip dari Koreaboo.

Bagi yang belum tahu, mukbang adalah siaran di internet yang menampilkan orang menyantap berbagai macam makanan dalam porsi jumbo. Biasanya mereka akan memakai mic khusus agar suara kunyahan terdengar lebih jelas dan semakin menggugah nafsu makan. Tren mukbang viral sejak tiga tahun terakhir dan tidak menunjukkan tanda-tanda pamornya turun dalam waktu dekat. Yang artinya, penikmat siaran mukbang semakin bertambah.

Aturan mengenai mukbang ini merupakan bagian dari program anti-obesitas Korea Selatan, yang dibuat sebagai respon dari tingkat obesitas yang makin bertambah. Meskipun tingkat obesitas di negeri kelahiran Lee Min Ho ini terbilang salah satu yang terendah di dunia, tapi jumlah orang dengan obesitas terus bertambah dalam 20 tahun terakhir.

Takut Rakyatnya Obesitas, Pemerintah Korsel Berencana Batasi Siaran Makan-makanFoto: Youtube


Pada 2016, 34,8 persen warga Korea Selatan masuk kategori obesitas. Kenaikannya mencapai 26 persen jika dibandingkan dengan tahun 1998.

Pemerintah melihat peningkatan jumlah obesitas ini sedikit banyak terkait dengan makin banyaknya siaran mukbang. Mereka khawatir kalau tren makan banyak karena mukbang bisa jadi salah satu penyebab meningkatnya obesitas.

Wacana pemerintah ini pun menimbulkan reaksi dari para penyiar mukbang. Sebagian besar menolaknya dan menilai rencana Kementerian Kesehatan sebagai langkah diktator. Salah satu bintang mukbang menilai pembatasan itu tidak akan berdampak besar untuk menekan angka obesitas.

Salah satu bintang mukbang Kim Jungbum berpendapat, "Teman-temanku bilang mereka melihat siaranku karena mereka merasa terwakili dengan melihatku makan dan memuaskan apa yang mereka inginkan saat diet. Setiap orang punya kapasitas makan yang berbeda-beda, dan perlu memeriksa kesehatan mereka sendiri."

Di sisi lain, rencana pemerintah ini disambut positif oleh kalangan umum. Seorang ibu dua anak bernama Song, memberi dua jempol atas wacana pembatasan siaran mukbang. Ia mengaku pernah melalui pengalaman kurang menyenangkan karena mukbang.

Pengalaman itu terjadi pada anaknya. Ia pernah dibuat terkejut oleh perilaku sang anak yang mencoba memasukkan banyak makanan ke mulut seperti bintang mukbang yang ia tonton.

Maka dari itu langkah pemerintah dianggap sebagai solusi yang tepat untuk menciptakan generasi muda yang lebih sehat. Bagaimana pendapatmu?




Tonton juga 'Nggak Mau Kalah Sama DJ Butterfly, Polisi Ini Juga Doyan Makan':

[Gambas:Video 20detik]

(hst/kik)