Kim Kardashian Bikin Permen Diet Ini Viral, Benarkah Efektif?

Hestianingsih - wolipop Kamis, 02 Agu 2018 12:37 WIB
Kim Kardashian mempopulerkan permen diet yang jadi viral. Foto: Instagram Kim Kardashian mempopulerkan permen diet yang jadi viral. Foto: Instagram

Jakarta - Produk penahan nafsu makan biasanya hadir dalam bentuk jamu, teh atau pil. Tapi brand diet yang satu ini meluncurkan penahan nafsu makan berupa permen lolipop.

Flat Tummy Co., menjual permen diet yang mereka sebut 'lolipop penahan nafsu makan'. Permen bergagang ini mengandung Satiereal, sejenis bahan aktif hasil ekstraksi dari tumbuhan bunga yang menghasilkan rempah-rempah safron.

Satiereal dipercaya bisa membuat perut terasa kenyang tanpa harus makan banyak-banyak. Dalam situs resminya, Flat Tummy Co. mengklaim, "Jadi kalau kamu ngemil ini saat lapar, akan menahan nafsu makan selama beberapa jam!"

Lolipop ini sempat menjadi viral setelah di-endorse Kim Kardashian lewat akun Instagram-nya. Dengan mengunggah foto dirinya sedang mengulum lolipop, Kim menambahkan caption yang mempromosikan keunggulan permen tersebut.
Permen diet yang diklaim bisa menahan nafsu makan. Foto: Instagram

"You guys... @flattummyco just dropped a new product. They're Appetite Suppressant Lollipops and they're literally unreal. They're giving the first 500 people on their website 15% OFF so if you want to get your hands on some... you need to do it quick! #suckit," tulis Kim, yang kini caption-nya sudah dihapus dan diganti dengan emoji lolipop, setelah menuai protes dari netizen karena dinilai bisa memicu gangguan pola makan.

Postingan Kim Kardashian tentang permen diet tersebut pernah dikritik Jameela Jamil, aktris asal Inggris yang populer lewat sitkom 'The Good Place'. Ia menyebut Kim telah memberi pengaruh buruk pada gadis-gadis muda.

Baca Juga: Diet Gula Demi Tubuh Lebih Indah

"MUNGKIN jangan konsumsi penahan nafsu makan dan makan yang cukup untuk memberi energi bagi otakmu dan kerja keras dan jadilah sukses. Dan bermainlah dengan anak-anakmu. Dan bersenang-senang dengan temanmu. Dan punya sesuatu untuk diceritakan tentang kehidupanmu di usia senja, ketimbang bilang, 'Aku punya perut rata.'" tulisnya di Twitter.

Permen yang jadi kontroversi ini hadir dalam empat rasa; anggur, semangka, apel dan berry. Disarankan mengonsumsi permen ini maksimal dua buah per hari, saat menjelang siang atau sore, untuk mencegah keinginan ngemil.
Permen diet berbentuk lolipop yang jadi viral setelah dipopulerkan Kim Kardashian. Foto: Instagram

Meskipun mengandung bahan aktif yang diklaim bisa menahan nafsu makan, lolipop keluaran Flat Tummy Co. ini juga tinggi gula. Dikutip dari Women's Health Mag, dua kandungan pertama yang tercantum di daftar bahan-bahan adalah gula tebu dan gula merah. Jadi, lebih banyak kandungan gulanya ketimbang bahan aktif Satiereal.

Yang jadi pertanyaan, apakah mengonsumsi permen penahan nafsu makan benar-benar aman dan efektif untuk menurunkan berat badan?

Pakar nutrisi Katherine Brooking, R.D., mengatakan memang ada sejumlah bukti yang menunjukkan kalau Satiereal bisa membantu mengurangi nafsu makan. Katherine merujuk pada hasil penelitian dalam jurnal Nutrition Research pada 2010, yang menyebut kalau konsumsi Satiereal bisa membantu diet penurunan berat badan.

Baca Juga: Kunyah Permen Karet Ini, Nafsu Makan Bisa Berkurang

Penelitian tersebut menunjukkan, wanita dengan kelebihan berat badan yang mengonsumsi satu kapsul berisi 176 miligram Satiereal setiap hari, berat badannya turun lebih banyak ketimbang responden yang tidak meminumnya. Namun yang jadi perdebatan, Flat Tummy Co. tidak menyebutkan berapa dosis Satiereal yang dimasukkan ke dalam produknya sehingga masih diragukan apakah hasilnya memang efektif.

Sementara itu pakar nutrisi lainnya Beth Warren, R.D., tidak menyarankan penggunaan produk penahan nafsu makan baik itu dalam bentuk suplemen, obat maupun permen.
Permen diet mengandung Satiereal, zat aktif penahan nafsu makan yang berasal dari tanaman. Foto: Instagram

"Saya selalu ragu merekomendasikan suplemen sejenis ini karena belum ada bukti yang kredibel untuk mendukung klaim efeknya, efek samping atau interaksi terhadap berbagai kondisi medis dan pengobatan juga belum teridentifikasi," jelas Beth kepada Women's Health Mag.

Sejauh ini memang belum ada regulasi resmi dari Food and Drug Administration mengenai keamanan penggunaan produk tersebut. Apakah benar efektif menurunkan berat badan, atau aman dikonsumsi dalam jangka panjang.
(hst/hst)