Kalung Amber untuk Atasi Sakit pada Bayi yang Tumbuh Gigi, Benarkah Efektif?

Rista Adityaputry - wolipop Sabtu, 06 Mei 2017 15:22 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - Kepopuleran aksesori bebatuan yang kabarnya bisa mengatasi penyakit ternyata masih memiliki berbagai pendapat yang saling berlawanan. Salah satu jenis bebatuan yang sedang tren akhir-akhir ini adalah batu amber. Selain keindahan warna kuning yang dimiliki, batu amber dipercaya memberikan manfaat kesehatan. Khususnya bagi bayi.

Kalung amber diyakini bisa meredakan rasa sakit ketika sang bayi sedang dalam masa pertumbuhan gigi. Pertumbuhan gigi memang bisa memberikan ketidaknyamanan bagi bayi, seperti bengkak pada bagian gusi, demam, produksi air liur berlebih, hingga kesulitan tidur. Orangtua manapun pasti tidak ingin melihat bayinya terus merasa sakit. Batu amber akhirnya dijadikan solusi alami yang mudah dilakukan, yaitu hanya dengan dipasangkan di leher bayi dalam bentuk kalung.

Hal itu juga yang dilakukan oleh Jessica Iskandar pada anaknya, El Barack, untuk mengurangi rasa sakit saat tumbuh gigi. Ia mengklaim sakit yang dialami mereda, bahkan hilang sama sekali.

Foto: Dok. Instagram Chelsea Olivia

Namun, apakah ada penjelasan sains di balik manfaat tersebut? Sementara hal itu dipercaya oleh para orangtua, para ahli medis memberikan pendapat yang berlawanan mengenai batu tersebut. Para produsen kalung amber tetap meyakini adanya manfaat di balik bebatuan yang umumnya berwarna kuning emas kecokelatan tersebut. Ditambah lagi, banyaknya para orangtua yang merasakan manfaatnya.

"Ada sains di balik elemen (bebatuan) itu. Sebuah studi sudah membuktikan kalau itu bisa membantu seseorang tertidur lebih nyenyak. Tapi memang belum diketahui bagaimana bisa elemen itu ditransfer ke dalam tubuh," aku Andrew Murray, pemilik Bambeado, perusahaan yang memproduksi mainan khusus untuk bayi yang sedang tumbuh gigi, termasuk kalung amber tersebut.

Pemilik Baa Baa Beads, Sharon McKeown, menambahkan bahwa ia hanya ingin memberikan opsi lain untuk dicoba tanpa menggunakan gel atau obat-obatan sintetis. Ia sendiri tetap memberikan peringatan untuk tidak memakaikan kalung tersebut pada bayi yang tidur atau tanpa pengawas.
Foto: Thinkstock

"Amber Baltik dikabarkan memiliki kekuatan yang mistis atau gaib ketika dipakai. Meski tidak ada bukti-bukti ilmiah yang bisa mendukung pernyataan itu, banyak orang yang sudah memberikan respons positif," ucap Sharon seperti yang dikutip dari Stuff New Zealand.

Kedua perusahaan tersebut menggunakan batu amber jenis Amber Baltik. Kandungan asam suksinat yang dimiliki bisa meredakan sakit atau nyeri dan mengurangi bengkak di gusi. Dilansir oleh situs Bambeado, keistimewaan amber Baltik yang membedakannya dengan jenis amber lain adalah kandungan asam suksinatnya yang sebesar 3 - 8 persen. Amber Baltik akan melepaskan asam suksinat apabila dihangatkan dengan suhu tubuh si bayi dan kemudian diserap oleh tubuh melalui aliran darah.

Bagaimana dengan pendapat para ahli medis? Spesialis dokter gigi anak, Dr. Nina Vasan, tidak setuju dengan klaim yang dinyatakan oleh para produsen kalung amber. Ia mempertanyakan bagaimana cara asam suksinat yang terkandung diserap oleh tubuh memberikan tingkat efektivitas yang masuk akal.

"Beberapa batu amber memang punya asam suksinat (yang juga ada dalam tubuh secara alami), tapi dibutuhkan temperatur sekitar 187 derajat supaya bisa efektif," pungkas Dr. Nina.
Foto: Instagram

Pernyataan dari Dr. Nina tersebut juga didukung oleh kenyataan bahwa suhu tubuh bayi pada umumnya tak lebih dari 37 derajat. Selain bukti ilmiah yang kurang meyakinkan, risiko menggunakan kalung pada bayi juga bisa ditemukan.

Dilansir Daily Telegraph, seorang bayi pernah hampir tercekik karena tertidur menggunakan kalung tersebut. Ashleigh Ferguson, ibu dari bayi tersebut mengaku banyak orang tua yang memakaikan kalung itu selama seharian penuh, baik selama beraktivitas maupun tidur. Selain risiko tercekik, masih ada risiko tertelan bila kalung tersebut putus dan tercecer.

"Aku akan mempertimbangkan antara risiko dan manfaat yang dimiliki kalung tersebut. Tidak ada bukti ilmiah yang dapat dipercaya akan manfaat yang dimiliki, sedangkan sudah ada bukti bahwa kalung tersebut berisiko tersedak, bahkan kematian," ucap Dr. Nina.

Jika Anda adalah salah satu orang tua yang bersikukuh untuk memasangkan kalung amber pada buah hati, peringatan pada produk tetap tidak boleh diabaikan. Sebisa mungkin awasi bayi ketika menggunakan kalung tersebut dan hindari memakaikannya saat mereka tertidur.

Periksa kembali produk kalung yang dibeli apakah itu asli atau imitasi serta apakah tiap butirannya memiliki bentuk tajam yang bisa melukai kulit anak.
(hst/hst)