Cara Terbaik Makan Sayur agar Manfaatnya Maksimal, Mentah atau Dimasak?
Rista Adityaputry - wolipop
Rabu, 19 Apr 2017 12:07 WIB
Jakarta
-
Sudah bukan rahasia lagi kalau sayuran memiliki kandungan serat dan vitamin tinggi. Pentingnya sayur-mayur untuk kesehatan membuat banyak orang mencari berbagai cara untuk memasaknya dan tetap mendapatkan manfaat sayur secara maksimal.
Ada yang memasaknya dengan dikukus, direbus, dipanggang, ditumis, hingga dimakan mentah segar. Namun, sebenarnya apakah ada cara yang paling baik untuk mengonsumsi sayuran?
Dilansir dari Popular Science, cara terbaik mengonsumsi sayuran masih tergantung dari jenis sayuran yang dimakan dan metode memasak yang digunakan. Yang perlu diingat adalah kandungan nutrisi sayuran biasanya langsung menurun sesaat setelah dipetik. Hal itu dikarenakan sayuran mendapatkan nutrisi langsung dari tanaman atau pohon. Setelah dipetik, sayuran akan menggunakan nutrisi yang tersisa untuk menjadi sumber serat hingga ia layu.
Vitamin C adalah contoh kandungan yang mudah hilang dalam sebuah sayur. Ia juga mudah larut dalam air dan tidak stabil bila ditempatkan dalam kondisi lingkungan yang kaya oksigen. Jadi, sayuran kaleng dan sayuran beku biasanya tidak memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Ditambah lagi, dengan sifatnya yang mudah larut dalam air, vitamin C juga mudah hilang saat direbus.
Apakah lebih baik memakan sayuran mentah? Semua metode memasak sebenarnya berpotensi menurunkan kandungan nutrisi yang mudah larut, seperti vitamin C, vitamin B, atau polifenol. Lain metode memasak, lain pula kandungan nutrisi yang hilang dan yang muncul.
Wortel merupakan salah satu sayuran yang tidak hanya mampu memunculkan nutrisi tertentu setelah dimasak, tetapi juga mampu menurunkan jumlah nutrisi dengan metode masak tertentu. Memasaknya dengan cara merebus mampu meningkatkan jumlah zat karotenoid seperti betakaroten, sedangkan mengukusnya akan menurunkan kandungan vitamin C dan karotenoid.
Uniknya, kandungan asam fenolik yang merupakan unsur esensial polifenol dalam wortel akan meningkat. Lain dengan kedua cara di atas, memasak wortel dengan menggunakan microwave ternyata bisa mempertahankan kandungan vitamin C.
Jadi, mana yang terbaik? Sebenarnya mengonsumsi berbagai sayuran dengan metode memasak yang bervariasi lebih baik daripada tidak memakan sayuran sama sekali. Pastikan Anda rajin memasukkan sayuran ke dalam menu makanan sehari-hari untuk menyeimbangkan kandungan nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh. Usahakan juga mengonsumsi beragam jenis sayur dan buah yang berbeda warna, sebab tiap warna memiliki kandungan antioksidan tersendiri.
Jadi dengan mengonsumsi sayur dan buah yang lebih beragam, Anda bisa mendapatkan banyak nutrisi, vitamin dan antioksidan yang cukup untuk memelihara kesehatan tubuh. Ayo makan sayur! (hst/hst)
Ada yang memasaknya dengan dikukus, direbus, dipanggang, ditumis, hingga dimakan mentah segar. Namun, sebenarnya apakah ada cara yang paling baik untuk mengonsumsi sayuran?
Dilansir dari Popular Science, cara terbaik mengonsumsi sayuran masih tergantung dari jenis sayuran yang dimakan dan metode memasak yang digunakan. Yang perlu diingat adalah kandungan nutrisi sayuran biasanya langsung menurun sesaat setelah dipetik. Hal itu dikarenakan sayuran mendapatkan nutrisi langsung dari tanaman atau pohon. Setelah dipetik, sayuran akan menggunakan nutrisi yang tersisa untuk menjadi sumber serat hingga ia layu.
Foto: Thinkstock |
Vitamin C adalah contoh kandungan yang mudah hilang dalam sebuah sayur. Ia juga mudah larut dalam air dan tidak stabil bila ditempatkan dalam kondisi lingkungan yang kaya oksigen. Jadi, sayuran kaleng dan sayuran beku biasanya tidak memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Ditambah lagi, dengan sifatnya yang mudah larut dalam air, vitamin C juga mudah hilang saat direbus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Thinkstock |
Wortel merupakan salah satu sayuran yang tidak hanya mampu memunculkan nutrisi tertentu setelah dimasak, tetapi juga mampu menurunkan jumlah nutrisi dengan metode masak tertentu. Memasaknya dengan cara merebus mampu meningkatkan jumlah zat karotenoid seperti betakaroten, sedangkan mengukusnya akan menurunkan kandungan vitamin C dan karotenoid.
Uniknya, kandungan asam fenolik yang merupakan unsur esensial polifenol dalam wortel akan meningkat. Lain dengan kedua cara di atas, memasak wortel dengan menggunakan microwave ternyata bisa mempertahankan kandungan vitamin C.
Foto: Thinkstock |
Jadi, mana yang terbaik? Sebenarnya mengonsumsi berbagai sayuran dengan metode memasak yang bervariasi lebih baik daripada tidak memakan sayuran sama sekali. Pastikan Anda rajin memasukkan sayuran ke dalam menu makanan sehari-hari untuk menyeimbangkan kandungan nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh. Usahakan juga mengonsumsi beragam jenis sayur dan buah yang berbeda warna, sebab tiap warna memiliki kandungan antioksidan tersendiri.
Jadi dengan mengonsumsi sayur dan buah yang lebih beragam, Anda bisa mendapatkan banyak nutrisi, vitamin dan antioksidan yang cukup untuk memelihara kesehatan tubuh. Ayo makan sayur! (hst/hst)












































Foto: Thinkstock
Foto: Thinkstock
Foto: Thinkstock