Ini Saran Dokter Agar Miss V Selalu Sehat dan Tidak Berbau

Anggi Mayasari Violita Utami - wolipop Rabu, 12 Apr 2017 18:07 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - Kesehatan vagina atau Miss V seharusnya jangan disepelekan. Salah memperlakukan organ intim dapat berakibat fatal, mulai dari menimbulkan bau yang tak sedap hingga munculnya penyakit.

Kesalahan wanita dalam merawat organ intim mereka ini kerap terjadi di kehidupan sehari-hari. Misalnya saja penggunaan daun sirih untuk menjaga kebersihan vagina.

Menurut ahli bedah estetika Dr. Enrina Diah SpBP, penggunaan daun sirih sebenarnya malah membuat vagina kering. "Sebaiknya jangan karena makin kering itu akan semakin mudah terjadinya luka dan infeksi," tuturnya ketika ditemui di Ultimo Clinic, Plaza Asia, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (12/4/2017)

Kesalahan berikutnya adalah penggunaan sabun untuk membesihkan area Miss V. "Pemakaian sabun sebenarnya boleh tapi pilih sabun yang khusus dan PH-nya balance," ujar Enrina.

Bagi wanita yang sedang mengalami menstruasi, penggunaan pembalut juga harus diatur. Pembalut tidak boleh dipakai lebih dari 12 jam untuk menghindari bau yang tidak sedap.

"Itu kan darah kalau didiamkan berlama-lama juga akan tumbuh bakteri dan kuman-kuman yang tentunya tidak baik," tambah Enrina.

Dokter spesialis bedah estetika ini juga menuturkan untuk menjaga kesehatan organ intim diperlukan juga rutin berolahraga serta mencukur rambut Miss V. Jika wanita malas mencukur rambut kemaluan, bisa memudahkan tumbuhnya kuman karena lembab. "Jangan sampai kuman tumbuh dan lembab. Bulu itu bersifat baik tapi jangan berlebihan," katanya.

Menghindari makanan olahan yang terbuat dari susu sapi dan makanan berbumbu lainnya juga dapat membantu vagina tak menimbulkan bau. "Makanan yang berbumbu bawang merah dapat menimbulkan bau tidak hanya di area vagina tapi di badan juga," tutup Dr. Erlina.
(eny/eny)