Fabulist 2016
5 Jenis Diet yang Jadi Tren Sepanjang 2016
Daniel Ngantung - wolipop
Kamis, 15 Des 2016 16:20 WIB
Jakarta
-
Berbagai jenis diet bermunculan sepanjang 2016, mulai dari yang ringan hingga esktrem. Tujuannya pun beragam, dari memangkas berat badan atau hanya sekadar untuk menjaga kesehatan fisik.
Di penghujung tahun ini, Wolipop mengurasi lima jenis diet yang sempat menjadi tren sepanjang 2016. Apa saja?
1. Diet Probiotik
Diungkapkan pakar gizi Keri Glassman, kesehatan usus menjadi perhatian utama dalam ranah perdietan tahun ini. "Kita akan melihat banyak diet yang difokuskan untuk menjaga kesehatan usus," kata Keri seperti dilansir dari CBS News. Salah satunya diet probiotik. Sesuai namanya, diet ini menekankan pada pengonsumsiam makanan yang mengandung bakteri baik (probiotik). Yogurt, sauerkraut (makanan hasil fermentasi dari Jerman), sup miso, kefir, tempe, susu probiotik, adalah beberapa di antaranya.
2. Dash Diet
Diet ini bertujuan menurunkan tekanan darah tinggi. Ini mengapa disebut Dash yang merupakan singkatan dari Dietary Approaches to Stop Hypertension. Seperti diketahui tekanan darah tinggi adalah salah satu pemicu utama penyakit kardiovaskular, seperti jantung hingga stroke, yang diketahui juga sebagai penyabab utama kematian di dunia. Makanan wajib Dash Diet mencakup buah-buahan, sayur-mayur, gandum, produk susu rendah lemak. Sementara makanan berkalori tinggi, lemak, dan asin, perlu dihindari.
3. TLC Diet
Tidak berhubungan dengan nama girlband R&B Amerika Serikat yang populer di era 90an, TLC adalah kependekan dari Therapeutic Lifestyle Changes Diet. Diet ini bermisi menurunkan kolestrol, sekitar 8-10% selama enam minggu. Makanan yang diharamkan di antaranya segala sesuatu yang mengandung lemak jenuh, seperti goreng-gorengan. Sebaliknya, pengonsumsian makanan berserat tinggi seperti gandum-ganduman harus ditingkatkan.
4. General Motors Diet
Demi menjaga kesehatan tubuh dan berat badan ideal para karyawannya, General Motors sempat dikabarkan menciptakan diet yang dipercaya dapat menurunkan berat badan hanya dalam waktu tujuh hari. Selama itu, karyawan mengonsumsi menu sehat yang berbeda setiap harinya, dari buah hingga daging-dagingan. Lewat cuitan di Twitter, para karyawan membuktikan keberhasilan diet tersebut hingga akhirnya menjadi viral. Berat badan mereka turun 4-7 kg. Kendati begitu, banyak peneliti menilai ini bukan diet konvensional sehingga tidak cocok bagi semua orang.
5. Diet Paleo & Mediterania
Meski sudah mengemukan sejak 2015, diet ini masih menjadi pilihan banyak orang sepanjang 2016. Diet paleo atau sering disebut sebagai 'Diet Manusia Purba' menganjurkan pengonsumsian protein hewani seperti daging merah, ayam, dan ikan. Gula, produk olahan susu serta, karbohidrat harus dihindari. Tujuanya menurunkan berat badan sekaligus menjaga kesehatan secara menyeluruh. Matthew McConaughey, Miley Cyrus, Jessica Biel dan Megan Fox adalah sejumlah seleb yang kepincut diet ini.
Sementara itu, diet Mediterania yang terinspirasi dari gaya hidup orang-orang di cekungan Mediterania seperti Italia, Yunani dan Spanyol itu fokus pada makanan alami tanpa nutrisi buatan. Para ahli gizi di Mayo Clinic menyebutkan, sebuah penelitian yang menganalisa sebanyak 1.5 juta yang melakukan diet mediterania memiliki potensi lebih rendah untuk terkena penyakit jantung dan kanker. (dng/dng)
Di penghujung tahun ini, Wolipop mengurasi lima jenis diet yang sempat menjadi tren sepanjang 2016. Apa saja?
1. Diet Probiotik
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: iStock |
Diungkapkan pakar gizi Keri Glassman, kesehatan usus menjadi perhatian utama dalam ranah perdietan tahun ini. "Kita akan melihat banyak diet yang difokuskan untuk menjaga kesehatan usus," kata Keri seperti dilansir dari CBS News. Salah satunya diet probiotik. Sesuai namanya, diet ini menekankan pada pengonsumsiam makanan yang mengandung bakteri baik (probiotik). Yogurt, sauerkraut (makanan hasil fermentasi dari Jerman), sup miso, kefir, tempe, susu probiotik, adalah beberapa di antaranya.
2. Dash Diet
Foto: Getty Images |
Diet ini bertujuan menurunkan tekanan darah tinggi. Ini mengapa disebut Dash yang merupakan singkatan dari Dietary Approaches to Stop Hypertension. Seperti diketahui tekanan darah tinggi adalah salah satu pemicu utama penyakit kardiovaskular, seperti jantung hingga stroke, yang diketahui juga sebagai penyabab utama kematian di dunia. Makanan wajib Dash Diet mencakup buah-buahan, sayur-mayur, gandum, produk susu rendah lemak. Sementara makanan berkalori tinggi, lemak, dan asin, perlu dihindari.
3. TLC Diet
Foto: iStock |
Tidak berhubungan dengan nama girlband R&B Amerika Serikat yang populer di era 90an, TLC adalah kependekan dari Therapeutic Lifestyle Changes Diet. Diet ini bermisi menurunkan kolestrol, sekitar 8-10% selama enam minggu. Makanan yang diharamkan di antaranya segala sesuatu yang mengandung lemak jenuh, seperti goreng-gorengan. Sebaliknya, pengonsumsian makanan berserat tinggi seperti gandum-ganduman harus ditingkatkan.
4. General Motors Diet
Foto: iStock |
Demi menjaga kesehatan tubuh dan berat badan ideal para karyawannya, General Motors sempat dikabarkan menciptakan diet yang dipercaya dapat menurunkan berat badan hanya dalam waktu tujuh hari. Selama itu, karyawan mengonsumsi menu sehat yang berbeda setiap harinya, dari buah hingga daging-dagingan. Lewat cuitan di Twitter, para karyawan membuktikan keberhasilan diet tersebut hingga akhirnya menjadi viral. Berat badan mereka turun 4-7 kg. Kendati begitu, banyak peneliti menilai ini bukan diet konvensional sehingga tidak cocok bagi semua orang.
5. Diet Paleo & Mediterania
Foto: iStock |
Meski sudah mengemukan sejak 2015, diet ini masih menjadi pilihan banyak orang sepanjang 2016. Diet paleo atau sering disebut sebagai 'Diet Manusia Purba' menganjurkan pengonsumsian protein hewani seperti daging merah, ayam, dan ikan. Gula, produk olahan susu serta, karbohidrat harus dihindari. Tujuanya menurunkan berat badan sekaligus menjaga kesehatan secara menyeluruh. Matthew McConaughey, Miley Cyrus, Jessica Biel dan Megan Fox adalah sejumlah seleb yang kepincut diet ini.
Sementara itu, diet Mediterania yang terinspirasi dari gaya hidup orang-orang di cekungan Mediterania seperti Italia, Yunani dan Spanyol itu fokus pada makanan alami tanpa nutrisi buatan. Para ahli gizi di Mayo Clinic menyebutkan, sebuah penelitian yang menganalisa sebanyak 1.5 juta yang melakukan diet mediterania memiliki potensi lebih rendah untuk terkena penyakit jantung dan kanker. (dng/dng)
Home & Living
Sekali Coba Susah Balik! Handuk Premium Ini Harus Kamu Punya, Cek Alasannya
Home & Living
Satu Set Alat Ini Memudahkan Pekerjaan Kamu! TEKIRO Socket Set Harus Kamu Miliki di Rumah
Home & Living
Nggak Perlu Capek Bersihin WC! Notale Spin Scrubber Ini Memudahkan Pekerjaan, Harus Ada di Rumah
Home & Living
Cari Dudukan Santai yang Empuk dan Estetik? Pilihan Bean Bag Ini Layak Jadi Andalan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tak Hanya Minyak Berlebih, Ini Penyebab Jerawat di Wajah
Kenali Jenis-Jenis Jerawat dan Cara Merawatnya dengan Tepat
Tren 'Ozempic Body' Makin Ekstrem, Kini Beralih ke Pengangkatan Tulang Rusuk
6 Tren Diet yang Viral dan Populer Sepanjang 2025
6 Bulan Diet Ayam Rebus, Influencer Ini Nyaris Kehilangan Nyawa
Most Popular
1
Rebutan Uang Duka, Konflik Menantu dan Mertua Berujung Tragis
2
Potret Cilia Flores, Istri Presiden Venezuela Maduro yang Ikut Ditangkap AS
3
Kisah Cinta Viral: Wanita 50 Tahun Nikahi Pria 23 Tahun, Kenalan dari TikTok
4
Era Glitchy Glam 2026, Saat Kecantikan Tidak Sempurna Justru Jadi Tren
5
Ramalan Zodiak 5 Januari: Capricorn Lebih Mandiri, Pisces Jangan Egois
MOST COMMENTED












































Foto: iStock
Foto: Getty Images
Foto: iStock
Foto: iStock
Foto: iStock