Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

4 Gaya Hidup Pasca Puasa yang Buat Tubuh Makin Gemuk

Hestianingsih - wolipop
Senin, 27 Jun 2016 17:07 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Selain menjadi kewajiban beribadah umat Muslim, puasa juga secara ilmiah memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Selama 11 bulan, sistem pencernaan bekerja tiada henti mulai dari pagi, siang hingga malam. Bahkan tidak jarang beberapa orang memiliki kebiasaan ngemil menjelang tidur yang seharusnya sebelum dua jam tidur, sistem pencernaan semestinya 'istirahat'.

Dengan menjalankan ibadah puasa, seolah kita diingatkan untuk 'mengosongkan' dan 'mengisi ulang' dengan sesuatu yang lebih baik. Puasa, diharapkan bisa melatih dan membiasakan orang untuk hidup sehat dengan jam makan yang teratur.

"Kenapa ibadah ini dilakukan setahun sekali? Dari sisi biologis, tubuh ibarat mesin yang perlu diservis agar tahan lebih lama. Puasa itu seperti restart untuk membersihkan. Diharapkan dalam satu bulan itu kita bersih dari segala sisi," ujar pakar nutrisi Emilia Achmadi, M.D., R.S., saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia melanjutkan, secara ilmiah manfaat puasa adalah memperbaiki fungsi organ. Pencernaan yang selama 11 bulan bekerha ekstra keras, diistirahatkan lebih dari 12 jam dalam satu bulan. Ketika berpuasa, tubuh sebenarnya mencadangkan banyak energi dan jika puasa dibarengi dengan olahraga, maka efeknya adalah pembakaran lemak.

"Menjalankan puasa memicu metabolisme lebih cepat. Pas pola makan biasa makanan yang dimakan diubah jadi lemak kalau puasa diubah jadi energi," tukasnya.

Namun yang lebih sering terjadi, orang kembali ke gaya hidup lama yang tidak sehat bagi tubuh. Menurut ahli gizi lulusan Oklahoma State University ini, dari tahun ke tahun ia melihat tidak adanya kemajuan dalam kebiasaan orang Indonesia menerapkan pola makan sehat. Sehingga tidak heran, setelah puasa dan Lebaran usai, justru lebih banyak keluhan kesehatan yang datang seperti kegemukan, kolesterol tinggi hingga hipertensi.

"Saat puasa kita rewind, restart pola hidup tapi cuma sebulan lalu balik lagi ke gaya hidup lama. Hasilnya, kelebihan berat badan, lemak tubuh di atas rata-rata. Itu problem yang banyak terjadi," tuturnya.

Wanita yang akrab disapa Emil ini menuturkan, ada empat kebiasaan sehari-hari yang membuat orang rentan mengalami obesitas hingga risiko terkena penyakit degeneratif (penyakit yang mengiringi proses penuaan seperti jantung koroner, hipertensi dan diabetes) makin tinggi.

1. Makan Apa yang Diinginkan, Bukan Dibutuhkan
"Kita cenderung makan apa yang kita mau, kapan pun kita inginkan tanpa pernah berpikir dua kali. Kalau lapar cari makannya yang disuka. Jarang ada yang berpikir, apakah sehat? Cukup atau terlalu banyak? Orang berhenti makan karena dua alasan; makanan habis atau sudah kenyang. Bukannya karena, 'I think this is enough.' Itu kita lakukan 11 bulan dalam setahun," jelas Emil.

Ia menuturkan, kebanyakan orang memakan apa yang mereka inginkan dengan jam makan yang berantakan. Selain itu ada kecenderungan melewatkan jam makan karena alasan pekerjaan kantor yang belum selesai. Ada pula kebiasaan buruk lainnya yakni tidak sarapan karena terlalu terburu-buru berangkat ke kantor.

2. Gula dan Garam Berlebihan
Makanan dengan gula dan garam tinggi sering kali menjadi godaan untuk disantap. Pilihan diet biasanya tidak jauh dari makanan asin, manis, gurih dan digoreng.

"Itu semua jadi batu loncatan dari tubuh yang sehat ke masalah penyakit degeneratif," terang wanita yang menekuni bidang gizi klinis dan olahraga ini.

3. Kurang Gerak
"Sekarang semyanya serba nyaman, orang tidak mau melakukan aktivitas fisik. Kita sering lihat di bandara petugasnya sekarang pakai mesin otomatis. Tidak jalan. Kita terlalu malas untuk bergerak secara fisik," tutur Emil.

4. Kurang Tidur
Emil mengatakan bahwa tidur di malam hari selama 7-8 jam adalah sebuah keharusan untuk menjaga tubuh tetap sehat dan organ-organ menjalankan fungsinya dengan baik. Ketika kurang tidur, tubuh tak hanya menjadi lesu dan mengantuk seharian tapi juga fungsi liver terganggu.

Maka dari itu setelah berpuasa, hendaknya pola makan sehat tetap dipertahankan. Makanlah secara displin sesuai jadwal baik itu sarapan, makan siang atau makan malam. Saat puasa, sahur ibarat sarapan yang penting untuk memaksimalkan energi ketika beraktivitas. Makanlah sarapan seperti menu sahur, yakni terdiri dari karbohidrat, protein, serat dan cairan. (hst/hst)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads