Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Rahasia Tubuh Langsing dari Berbagai Negara di Dunia (Bag. 1)

Hestianingsih - wolipop
Selasa, 26 Apr 2016 16:55 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Setiap negara punya kuliner khas dan kebiasaan makan tersendiri. Dari sekian banyak negara, beberapa menerapkan pola makan yang bisa ditiru untuk membantu menurunkan berat badan. Dari Thailand sampai Belanda, ini rahasia badan ideal yang ada di berbagai negara di dunia.

1. Thailand - Makanan Pedas

Masakan Thailand dominan rasa pedas dengan berbagai rempah, terutama cabai merah. Selain meningkatkan metabolisme --yang mempercepat pembakaran lemak-- cabai merah juga membuat Anda jadi makan lebih perlahan. Dijelaskan Presiden American Society of Nutrition James Hill, PhD., makan terlalu cepat akan 'menumpulkan' kemampuan tubuh untuk menerima sinyal bahwa perut sudah kenyang sehingga Anda akan makan terus sampai berlebihan porsinya.

"Makan dengan perlahan adalah strategi menurunkan berat badan yang bagus, dan membuat masakan lebih pedas adalah cara yang mudah untuk melakukannya," ujar James seperti dikutip dari Health.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Inggris - Porsi Makan Kecil

Umumnya restoran cepat saji menawarkan 'up size' atau menu 'supersize', dengan iming-iming harga yang lebih hemat. Tapi pergi ke restoran cepat saji di London, Anda akan jarang menemukan penawaran serupa. Pilihan 'up size' atau 'supersize' sudah ditiadakan di Inggris karena penjualannya kurang bagus. Orang Inggris, umumnya lebih memilih porsi yang lebih kecil. Anda bisa meniru cara orang Inggris ini untuk menjaga asupan kalori agar tak berlebihan. Sebaiknya tidak tergoda dengan penawaran memperbesar ukuran gelas minuman soda atau kentang goreng hanya dengan menambah uang beberapa rupiah. Pilihlah menu makanan yang porsinya kecil, dan santaplah secukupnya.  

3. Brasil - Nasi dan Polong

Nasi dan polong-polongan selalu ada dalam setiap menu makan orang Brasil setiap hari. Kebiasaan makan nasi dan polong bisa menurunkan risiko kelebihan berat badan hingga 14 persen, dibandingkan dengan cara makan orang Amerika Serikat yang lebih sering makan junk food. Berdasarkan studi yang dimuat dalam jurnal Obesity Research, diet rendah lemak dan tinggi serat (polong mengandung serat yang tinggi) bisa menstabilkan kadar gula darah yang menurunkan risiko kegemukan.

4. Jerman - Sarapan Sehat

Sebanyak 75 persen orang Jerman mengutamakan sarapan setiap hari. Menu sarapan yang mereka pilih pun tinggi serat seperti buah-buahan, sereal dan roti gandum utuh. Sarapan memang sangat penting bagi kesehatan tubuh terutama untuk membantu menjaga berat badan tetap ideal. Dalam sebuah studi yang dilakukan di Inggris, ketika seseorang tidak sarapan, otak akan lebih aktif ketika dia melihat makanan berkalori dan bergula tinggi seperti donat, bagel dan cake.

5. Belanda - Bersepeda

Sebagian besar orang Belanda bepergian dengan menggunakan sepeda. Sebanyak 54 persen orang Belanda yang mempunyai sepeda, menggunakannya untuk beraktivitas sehari-hari seperti belanja atau pergi ke kantor. Rata-rata orang Belanda mengayuh sepeda 847 km per tahun dan Anda bisa membayangkan betapa sehat fisik mereka karena menggunakan otot-ototnya untuk beraktivitas. Coba perbanyak aktivitas bersepeda Anda, dengan kecepatan sedang karena bermanfaat membakar hingga 550 kalori dalam satu jam.

6. Swiss - Muesli

Muesli dikembangkan oleh seorang dokter lebih dari 100 tahun lalu untuk memberikan gizi yang lebih baik bagi para pasiennya di rumah sakit. Hingga sekarang, oleh masyarakat Swiss muesli dijadikan sebagai sarapan atau makanan ringan di malam hari.

Muesli merupakan bubur atau sereal yang terbuat dari berbagai macam bahan seperti gandum utuh, buah kering dan kacang-kacangan. Kaya akan serat, muesli perlu waktu lama dicerna oleh tubuh sehingga membuat perut terasa kenyang lebih lama. Jika ingin melangsing dengan konsumsi muesli, pilihlah produk yang tidak mengandung tambahan gula.

7. Rusia - Sayur dari Halaman Sendiri

Rumah-rumah pedesaan di Rusia kerap dijadikan tempat bagi 51 persen warganya untuk menghabiskan liburan maupun akhir pekan. Setiap rumah hampir selalu dipenuhi tanaman. Orang Rusia memang senang menanam sayuran dan buah-buahan, mengawetkan dan mengemasnya sendiri dalam kaleng. Hal itu membuat diet mereka lebih bernutrisi karena bahan-bahannya dipetik langsung dan diolah sendiri.

8. Hungaria - Makan Acar

Masyarakat Hungaria sangat suka makan acar. Tidak hanya ketimun yang dijadikan acar tapi juga paprika, kubis juga tomat. Acar dipercaya bisa menjaga berat badan karena cuka yang digunakan dalam pembuatan acar. Cuka memiliki kandungan utama acetic acid yang membantu mengurangi tekanan darah, gula darah dan pembentukan lemak. Bagi Anda yang tidak terlalu menyukai acara bisa tetap mendapatkan manfaat cuka dengan mencampurkannya bersama minyak zaitun untuk dijadikan salad dressing. (hst/hst)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads