Jangan Kerja Terus, Ini 4 Manfaat Cuti untuk Kesehatan

Intan Kemala Sari - wolipop Senin, 07 Mar 2016 11:35 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Jatah cuti banyak diambil para karyawan untuk melakukan hal-hal pribadi di luar pekerjaan, seperti urusan mendesak atau pergi berlibur. Namun dilansir dari Huffington Post, rupanya cuti bisa memberikan manfaat tersendiri pada karyawan, salah satunya adalah mendapatkan keuntungan kesehatan. Apa saja?

1. Mengurangi Stres
Menurut Centerstone, sebuah komunitas kesehatan non-profit di Amerika, cuti dapat meringankan stress dan rasa gelisah. Dalam waktu bersamaan, cuti juga bisa meningkatkan kesehatan mental dan fisik bagi karyawan.

2. Menyehatkan Jantung
Mengambil jatahl ibur tahunan juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung. Seperti yang dipublikasikan oleh The Journal of American Medical Association, sebuah studi menemukan bahwa pria yang mengambil jatah cuti tahunan rutin memiliki risiko 32 persen lebih rendah untuk meninggal karena terkena serangan jantung.

Studi yang sama juga dilakukan oleh Framingham Heart Study yang menemukan efek negatif pada jantung ketika seorang wanita tidak mengambil jatah cutinya. Dalam studi yang dilakukan selama 20 tahun, para peneliti menemukan bahwa para wanita yang mengambil jatah cuti hanya sekali dalam enam tahun memiliki kemungkinan untuk terkena penyakit jantung koroner atau serangan jantung dibandung wanita yang mengambil jatah cuti dua kali per tahun.

Baca Juga: 50 Inspirasi Busana untuk Kondangan

3. Meningkatkan Kesehatan Mental
Sebuah survei tentang kanker payudara dan penyakit jantung dilakukan oleh University of Pittsburgh Mind-Body Center kepada hampir 1400 relawan. Dari survei tersebut mereka menemukan bahwa suatu kenyamanan, termasuk pergi berlibur saat cuti kerja, dapat memberikan kontribusi emosional yang positif dan menghilangkan perasaan negatif serta depresi.

Penelitian lain juga dilakukan oleh Journal of Happiness Studies di Radboud University, Belanda. Studi tersebut menemukan efek yang didapatkan seseorang jika ia cuti lebih dari dua minggu, yakni merasa lebih sehat dan tidak mengalami ketegangan serta memiliki energi dan tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi.

4. Merasakan Kepuasan dalam Pernikahan
Wanita yang mengambil jatah cuti setidaknya dua kali setiap tahun jarang merasakan tegang, emosi, lelah, dan lebih puas dalam pernikahannya. Survei yang dilakukan oleh Wisconsin Medical Journal ini juga mengatakan bahwa kepuasan pernikahan akan menurun seiring dengan frekuensi liburan yang juga menurun.

Penelitian serupa juga dilakukan oleh Journal of Hospitality & Tourism di Purdue University Indiana, Amerika yang menemukan bahwa keluarga yang berlibur bersama akan terjalin keakraban danĀ  komunikasi yang lebih hangat. Selain itu, libur sejenak dari pekerjaan juga dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan kehidupan suami istri.

(itn/itn)