Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Baik-Buruknya Hobi Santap Makanan Pedas Bagi Kesehatan

Hestianingsih - wolipop
Selasa, 09 Feb 2016 16:42 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock/Alena Ozerova
Jakarta - Kaya akan rempah-rempah, Indonesia dikenal dengan kuliner tradisional yang dominan citarasa pedasnya. 'Belum nampol kalau makan tanpa sambal,' begitu mungkin yang kebanyakan orang Indonesia nilai soal makanan. Apakah Anda salah satu diantara para penggemar makanan pedas?

Jika ya, ada manfaat yang bisa didapat dari menyantap makanan pedas, namun ada pula efek mengganggu kesehatan. Baik atau buruk, sebaiknya tetap batasi selera Anda mengonsumsi cabai karena berbagai alasan ini yang dikutip dari Women's Health.

1. Membantu Meredakan Pilek
Makanan pedas dari cabai atau merica bisa membantu meredakan pilek karena tinggi akan vitamin A dan C. Cabai dan merica juga punya properti antibakteri yang bisa membunuh kuman penyebab pilek di dalam perut Anda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan Niket Sonpal, M.D., asisten profesor klinis dari Touro College of Medicine, New York City, "Makanan pedas kaya vitamin seperti A dan C yang membantu meningkatkan sistem imun tubuh bahkan melawan sakit pilek ringan.

2. Mempercepat Metabolisme Tubuh
Makanan pedas bermanfaat membantu berat badan tetap ideal. Capsaicin, zat pada cabai yang menimbulkan sensasi panas dan terbakar ketika dimakan bisa meningkatkan metabolisme tubuh dengan mempercepat detak jantung dan suhu tubuh. Manfaat ini bisa didapat jika Anda bisa menahan diri tidak kalap saat makan sambal atau makanan pedas, karena cabai juga bisa menambah nafsu makan.

Baca Juga: 50 Tas dan Sepatu Favorit Selebriti

3. Memicu Buang Air Besar
Ada sisi baik dan buruk dari efek cabai ini terhadap tubuh Anda. Cabai dan rempah-rempah uang pedas beraksi sebagai 'iritan' --membuat iritasi-- yang bisa memicu pergerakan pada usus. Bisa dibilang, makanan pedas sebenarnya berfungsi sebagai laksatif atau obat pencahar alami.

"Capsaicin bisa bereaksi layaknya laksatif bagi beberapa orang dan membuat ingin cepat-cepat ke toilet," ujar Niket.

4. Menumpulkan Indra Perasa
Menyantap makanan pedas terus menerus dan setiap hari berisiko membuat lidah Anda jadi tak terlalu peka terhadap rasa makanan. Jadi meskipun Anda penyuka fanatik makanan pedas, sebaiknya tetap batasi konsumsinya dengan tidak menambahkan sambal atau menggunakan cabai terlalu banyak pada masakan. Konsumsilah segala hal dengan wajar dan tidak berlebihan.

5. Memperparah Infeksi Usus
Bagi Anda yang mengalami maag akut atau infeksi usus, mengonsumsi makanan pedas akan memperparah kondisi. Jadi bukan makanan pedas jadi penyebab dua penyakit tersebut, namun memicu gejala penyakit yang sudah ada.

"Makanan pedas memang menimbulkan sensasi terbakar di dalam perut tapi biasanya tidak berbahaya. Jika Anda rentan terkena heartburn atau sakit perut, bisa meredakan efeknya dengan makan yoghurt atau krim asam," saran Niket. (hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads