ADVERTISEMENT

Kapan Spons Cuci Piring Perlu Diganti dengan yang Baru?

Hestianingsih - wolipop Minggu, 24 Jan 2016 14:28 WIB
Foto: dok. Thinkstock
Jakarta - Kapan terakhir kali Anda membersihkan spons cuci piring? Atau bahkan tidak pernah sekalipun dibersihkan sampai tak bisa lagi digunakan dan diganti dengan yang baru?

Membersihkan spons cuci piring memang kerap terabaikan dalam pekerjaan rumah tangga. Dengan asumsi karena fungsinya untuk mencuci peralatan makan dan masak yang kotor dan setiap hari selalu terkena sabun, maka spons dianggap aman dari kuman maupun bakteri. Percaya atau tidak, spons justru merupakan salah satu benda di dalam rumah yang paling kotor selain kran air, kain lap dan wastafel.

"Benda paling banyak kuman di dalam rumah terutama yang berkaitan dengan bakteri fecal (bakteri yang juga terdapat pada faeces manusia) adalah spons pencuci piring. Karena spons selalu lembap dan mengangkat sisa makanan yang memicu pertumbuhan bakteri," ujar Charles Gerba, Ph.D., profesor mikrobiologi dan lingkungan di Mel & Enid Zuckerman College of Public Health, University of Arizona, seperti dikutip dari Women's Halth.

Membilas spons dengan air bersih setelah digunakan, tidak cukup untuk menyingkirkan kuman-kuman yang menempel pada rongga maupun pori-porinya. Dan ketika Anda membersihkan wastafel atau bagian dapur lainnya dengan spons setelah mencuci piring, besar kemungkinannya bakteri ikut tersebar ke area tersebut.

"Anda berpotensi memindahkan kuman dari permukaan yang satu ke lainnya," Kathryn Jacobsen, Ph.D., profesor epidemiologi dari George Mason University, Virginia, Amerika Serikat, menambahkan.

Jika membilas spons hanya dengan air tidak cukup, lantas apa yang seharusnya dilakukan untuk membuat spons bebas dari bakteri? Ada beberapa cara yang bisa dicoba.

Untuk membunuh bakteri panaskan spons di dalam microwave selama satu atau dua menit pada suhu tinggi. Kemudian keluarkan spons dan angin-anginkan hingga dingin, baru gunakan lagi untuk mencuci piring.

Cara kedua yakni dengan merendam spons di dalam air yang telah diberi cairan pemutih. Diamkan selama beberapa menit, lalu angkat dan keringkan. Untuk lebih memastikan kebersihannya Anda juga bisa mencucinya di mesin cuci menggunakan deterjen.

Jika Anda tak punya banyak waktu untuk melakukan kedua cara di atas, bisa mencoba langkah yang lebih mudah. Setelah digunakan, bilas spons dengan air bersih lalu peras untuk mengeluarkan air di dalam spons. Kemudian jemur spons di bawah sinar matahari hingga kering.

Daya pakai spons tidak terlalu lama. Anda sebaiknya mengganti spons setiap satu hingga tiga minggu sekali. Jika spons sudah berbau atau rontok, itu tandanya sudah perlu diganti meskipun belum lama digunakan karena kemampuan membersihkannya tidak lagi maksimal. (hst/kik)