Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tubuh Berotot Jadi Sangat Kurus, Ini Diet yang Dijalani Chris Hemsworth

Hestianingsih - wolipop
Senin, 23 Nov 2015 13:37 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Getty Images, Instagram
Jakarta - Chris Hemsworth memperlihatkan perubahan mengejutkan. Tubuhnya tidak lagi besar dan berotot seperti penampilannya dalam film 'The Avengers' atau 'Snow White and The Huntsman'. Aktor berusia 32 tahun itu kini bertubuh sangat kurus, hampir tak dikenali.

Chris mem-posting penampilan barunya di Instagram, Minggu (22/11/2015), waktu setempat. Kulitnya menggelap, wajah dipenuhi jenggot tebal dan perubahan yang paling signifikan adalah tubuhnya yang menjadi sangat kurus hingga terlihat tulang belulangnya. Tampak beberapa luka lecet dan memar pada wajah dan perutnya.

"Just tried a new diet/training program called "Lost At Sea." Wouldn't recommend it," tulisnya pada caption foto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penampilan Chris tersebut tidak lain karena tuntutan peran dalam film terbarunya 'Heart of the Sea'. Demi totalitas sebagai aktor, kakak Liam Hemsworth ini rela kelaparan dengan menjalani diet hanya 500-700 kalori sehari. Normalnya, pria dewasa yang aktif diharuskan mengasup 2.500 hingga 3.000 kalori sehari.

"Kami harus syuting yang memperlihatkan tubuh sangat kurus dimana asupan kalori berkurang hingga 5,6, 700 kalori sehari. Mungkin sampai tiga atau empat minggu dan akan jadi sangat tidak nyaman, tapi kami akan bersama-sama dalam penderitaan ini (saat syuting)," ujar Chris kepada Entertainment Tonight, seperti dikutip dari Daily Mail.

Baca Juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik

Chris juga menuturkan dalam talkshow yang dipandu Jimmy Kimmel bahwa dirinya setiap hari tidur dalam kondisi lapar. Ia juga puasa hingga 15 jam dan hanya menyantap seporsi kecil makanan untuk seharian.

Dalam film, Chris memainkan karakter Owen Chase, seorang pelaut yang terdampar di laut selama 90 hari. Film tersebut rencananya akan tayang di bioskop pada 11 Desember 2015.

Diet yang dilakukan Chris tentu saja bukan untuk ditiru, kecuali untuk alasan profesionalitas dan di bawah pengawasan dokter. Kehilangan berat badan secara drastis dalam waktu singkat bisa menimbulkan gangguan kesehatan yang berakibat fatal. Pakar diet Emilia E. Achmadi MS. RD., mengatakan bila tubuh terlalu kurus setelah menjalani diet penurunan berat badan bisa berisiko gagal jantung.

"Ada orang yang punya masalah jantung bukan karena dia makan makanan berlemak, bukan karena kegemukan, tapi karena dia kurang gizi. Jadi jantungnya gagal memompa darah dengan kapasitas cukup jadi kita sebutnya kegagalan jantung," urai wanita lulusan Oklahoma St. University, Amerika Serikat itu, kepada Wolipop.

Selain itu juga berpotensi mengalami defisiensi zat besi, kalsium, tekanan darah rendah, kurang darah hingga gagal ginjal. Penurunan berat badan yang sehat sebaiknya terjadi secara bertahap; tidak terlalu singkat juga tidak terlalu lama. Sementara itu, penurunan berat badan yang dianggap sehat adalah 2-3 kg dalam satu bulan.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads