Tren Susu Almond

Ingin Membuat Susu Nabati Sendiri? Perhatikan 4 Hal Ini

Intan Kemala Sari - wolipop Jumat, 20 Nov 2015 17:12 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta - Susu yang diolah dari kacang atau yang biasa disebut dengan sari nabati menjadi salah satu cairan pengganti susu hewani yang banyak dikonsumsi orang, terutama untuk mereka yang memiliki intoleransi laktosa. Untuk membuatnya pun bisa dilakukan di rumah. Cukup dengan merendam kacang dengan air selama semalam, kemudian diblender dan disaring sehingga hasilnya bertekstur encer dan menyerupai susu cair.

Meski proses pembuatan sari nabati ini bisa dilakukan sendiri, namun menurut ahli gizi Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Apa saja?

1. Perhatikan Pemilihan Kacang
Sebelum memulai proses pembuatan sari nabati, ada baiknya untuk memperhatikan kondisi dan bentuk kacang saat memilihnya. Karena pada beberapa jenis kacang tertentu, ada banyak bakteri di dalamnya.

"Pilih biji kacang yang masih utuh, jangan yang sudah rusak. Kalau yang busuk sudah pasti harus disingkirkan. Jangan pilih biji yang telah berubah warna juga. Menyortir dengan teliti di awal lebih bagus," ujar Rita saat dihubungi Wolipop, Rabu, (18/11/2015).

Baca Juga : 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik

2. Proses Pembuatan
Perhatikan pula saat proses pembuatan sari nabati tersebut berlangsung. Wanita yang juga mengajar di beberapa kampus sebagai dosen gizi ini menyarankan kacang tersebut sebaiknya segera diblender dan jangan didiamkan terlalu lama kecuali jika disimpan pada suhu kulkas.

"Suhu kulkas adalah suhu yang menghambat proses pematangan enzim. Yang namanya nabati proses enzimatisnya terus terjadi makanya harus segera diolah," lanjut ibu empat anak itu.

3. Pemilihan Blender
Umumnya, proses pembuatan sari nabati dilakukan dengan cara menuangkan kacang-kacangan yang sudah didiamkan semalaman ke dalam wadah kemudian di blender. Wanita kelahiran 1971 itu menyarankan untuk memilih blender yang putarannya bisa membuat partikel kacang menjadi sangat halus.

"Pilih blender yang putarannya tidak terlalu menyisakan ampas terlalu banyak. Karena kalau ampas banyak dikeluarkan dikhawatirkan zat-zat nabatinya itu ikut terbuang di ampas," katanya.

4. Pastikan Tetap Higienis
Ditambahkan oleh ahli gizi Leona Victoria Djajadi, jika sari nabati yang diproduksi ingin dijual kembali (home-made), pastikan untuk tetap menjaga kebersihannya agar tetap higienis. "Kalau mau dijual lagi ada baiknya diberi tanggal produksi dan tetap jaga kebersihannya saat proses pembuatan serta pengemasan," tuturnya saat dihubungi Wolipop, Selasa, (18/11/2015).

(int/int)