Diet 'Jadul' yang Disarankan Peneliti untuk Tubuh Sehat dan Ramping
Hestianingsih - wolipop
Senin, 16 Nov 2015 18:06 WIB
Jakarta
-
Diet Mayo dan diet Paleo sempat menjadi favorit sebagai pola makan sehat yang bisa membantu penurunan berat badan. Diet ini bahkan melahirkan bisnis baru di bidang katering yang menawarkan pengantaran jasa makanan berbasis mayo dan paleo.
Jelang pergantian tahun, muncul kembali metode diet yang disebut-sebut bakal jadi populer tahun depan yaitu diet Victorian. Pola makan ini disarankan peneliti karena dinilai lebih sehat.
Diet Victorian menyarankan para pediet untuk menjalani pola makan ala abad 19. Menurut Dr Judith Rowbotham dari University of Plymouth, Inggris, di pertengahan era Victoria, yaitu antara 1850 dan 1872 merupakan masa kejayaan makanan bernutrisi tinggi.
Orang yang hidup di era ini memiliki tubuh yang lebih sehat, dengan sistem imun lebih kuat meski mereka makan hingga 5.000 kalori sehari. Rahasianya ada pada makanan yang dikonsumsi. Sebenarnya pola makan ini tak jauh berbeda dari diet Paleo yang menekankan pada konsumsi whole food. Artinya, makanan diolah dari bentuk yang utuh dan segar, bukan dari proses pabrik.
Di era tersebut, masyarakatnya mengonsumsi banyak sayuran dan roti gandum utuh mengandung ragi yang dapat meningkatkan daya tahan. Mereka juga lebih sedikit minum alkohol dan menghindari konsumsi gula. Orang-orang di era Victoria juga sehari-harinya makan bawang bombay, selada air, kubis, beetroot, artichoke (sejenis tanaman bunga) dan apel.
"Mereka makan irisan daging yang disayat langsung dari tulangnya, dan merebus tulang-tulang itu untuk mendapatkan seluruh nutrisinya. Juga ikan seperti herring, mackerel dan cod," terang Dr Judith, seperti dikutip dari Daily Mail.
Penelitian yang dilakukan Dr Judith bersama rekannya, Dr Paul Clayton dari Institute of Food, Brain and Behaviour menunjukkan bahwa pola makan yang kembali ke zaman Victoria bisa meningkatkan harapan hidup dan produktivitas hingga di hari tua. Ia menjelaskan bahwa di era tersebut, orang masih aktif melakukan pekerjaan fisik hingga hari-hari terakhir hidupnya dan para petani bisa bekerja hingga usia 70 tahun.
Baca Juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik
Jika dibandingkan dengan masa sekarang, pria rata-rata sudah sakit-sakitan dan tergantung hidup pada perawatan medis 7,7 tahun sebelum kematian mereka. Sedangkan wanita lebih dari 10 tahun.
"Harapan hidup di sini tidak sekadar berdasarkan usia, tapi apa yang masih bisa mereka lakukan ketika secara fisik, mereka tidak bisa lagi bekerja. Ada wanita yang di usia 60 dan 70-an masih bekerja di binatu. Mereka cukup sehat untuk melakukannya. Sekarang berapa banyak wanita di usia 70 tahun yang sanggup mengurusi panen? Dari sudut pandang itu, saya sangat yakin bahwa makan diet bernutrisi dan olahraga bisa meningkatkan kesehatan," kata Dr Judith menguraikan.
Sementara itu Dr Paul menambahkan bahwa orang-orang di era Victoria mengonsumsi jauh lebih banyak kalori ketimbang di zaman sekarang. Dari data medis yang terkumpul pada tahun 1850-1900, pria rata-rata mengonsumsi 4.000 - 5.000 kalori setiap hari dan wanita 3.000 kalori. Sementara di masa sekarang rata-rata hanya 2.200 kalori sehari.
"Tapi tingkat obesitas di zaman itu hampir tidak ada datanya kecuali di kalangan menengah ke atas dan kelas orang kaya. Mereka bisa makan delapan hingga 10 porsi buah dan sayuran setiap hari, dengan kandungan vitamin dan mineral tinggi. Berbeda dengan sekarang, dimana nutrisinya berkurang karena makanan yang diproses dan dikemas pabrik. Mereka juga mengonsumsi lebih sedikit garam, gula, alkohol dan tembakau," jelasnya.
Garam hanya digunakan sebagai penambah rasa, bukan untuk mengawetkan daging seperti produk kalengan yang kini banyak beredar di supermarket. Tembakau hanya dikunyah, dihirup atau dilinting tanpa tambahan zat-zat berbahaya seperti pada rokok. Sebab di masa itu hanya orang kaya saja yang bisa membeli rokok atau pipa.
Intinya, diet di zaman Victoria merupakan pola makan yang hanya mengonsumsi bahan-bahan alami dan minim pengolahan pabrik yang berlebihan. Roti yang dikonsumsi juga mengandung banyak ragi yang terbentuk dari proses fermentasi alami, begitu juga birnya sehingga mengandung properti penting untuk ketahanan daya tahan tubuh.
(hst/hst)
Jelang pergantian tahun, muncul kembali metode diet yang disebut-sebut bakal jadi populer tahun depan yaitu diet Victorian. Pola makan ini disarankan peneliti karena dinilai lebih sehat.
Diet Victorian menyarankan para pediet untuk menjalani pola makan ala abad 19. Menurut Dr Judith Rowbotham dari University of Plymouth, Inggris, di pertengahan era Victoria, yaitu antara 1850 dan 1872 merupakan masa kejayaan makanan bernutrisi tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di era tersebut, masyarakatnya mengonsumsi banyak sayuran dan roti gandum utuh mengandung ragi yang dapat meningkatkan daya tahan. Mereka juga lebih sedikit minum alkohol dan menghindari konsumsi gula. Orang-orang di era Victoria juga sehari-harinya makan bawang bombay, selada air, kubis, beetroot, artichoke (sejenis tanaman bunga) dan apel.
"Mereka makan irisan daging yang disayat langsung dari tulangnya, dan merebus tulang-tulang itu untuk mendapatkan seluruh nutrisinya. Juga ikan seperti herring, mackerel dan cod," terang Dr Judith, seperti dikutip dari Daily Mail.
Penelitian yang dilakukan Dr Judith bersama rekannya, Dr Paul Clayton dari Institute of Food, Brain and Behaviour menunjukkan bahwa pola makan yang kembali ke zaman Victoria bisa meningkatkan harapan hidup dan produktivitas hingga di hari tua. Ia menjelaskan bahwa di era tersebut, orang masih aktif melakukan pekerjaan fisik hingga hari-hari terakhir hidupnya dan para petani bisa bekerja hingga usia 70 tahun.
Baca Juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik
Jika dibandingkan dengan masa sekarang, pria rata-rata sudah sakit-sakitan dan tergantung hidup pada perawatan medis 7,7 tahun sebelum kematian mereka. Sedangkan wanita lebih dari 10 tahun.
"Harapan hidup di sini tidak sekadar berdasarkan usia, tapi apa yang masih bisa mereka lakukan ketika secara fisik, mereka tidak bisa lagi bekerja. Ada wanita yang di usia 60 dan 70-an masih bekerja di binatu. Mereka cukup sehat untuk melakukannya. Sekarang berapa banyak wanita di usia 70 tahun yang sanggup mengurusi panen? Dari sudut pandang itu, saya sangat yakin bahwa makan diet bernutrisi dan olahraga bisa meningkatkan kesehatan," kata Dr Judith menguraikan.
Sementara itu Dr Paul menambahkan bahwa orang-orang di era Victoria mengonsumsi jauh lebih banyak kalori ketimbang di zaman sekarang. Dari data medis yang terkumpul pada tahun 1850-1900, pria rata-rata mengonsumsi 4.000 - 5.000 kalori setiap hari dan wanita 3.000 kalori. Sementara di masa sekarang rata-rata hanya 2.200 kalori sehari.
"Tapi tingkat obesitas di zaman itu hampir tidak ada datanya kecuali di kalangan menengah ke atas dan kelas orang kaya. Mereka bisa makan delapan hingga 10 porsi buah dan sayuran setiap hari, dengan kandungan vitamin dan mineral tinggi. Berbeda dengan sekarang, dimana nutrisinya berkurang karena makanan yang diproses dan dikemas pabrik. Mereka juga mengonsumsi lebih sedikit garam, gula, alkohol dan tembakau," jelasnya.
Garam hanya digunakan sebagai penambah rasa, bukan untuk mengawetkan daging seperti produk kalengan yang kini banyak beredar di supermarket. Tembakau hanya dikunyah, dihirup atau dilinting tanpa tambahan zat-zat berbahaya seperti pada rokok. Sebab di masa itu hanya orang kaya saja yang bisa membeli rokok atau pipa.
Intinya, diet di zaman Victoria merupakan pola makan yang hanya mengonsumsi bahan-bahan alami dan minim pengolahan pabrik yang berlebihan. Roti yang dikonsumsi juga mengandung banyak ragi yang terbentuk dari proses fermentasi alami, begitu juga birnya sehingga mengandung properti penting untuk ketahanan daya tahan tubuh.
(hst/hst)
Elektronik & Gadget
HUAWEI WATCH FIT 4 Series, Smartwatch Premium Favorit Banyak Orang!
Health & Beauty
Makeup Nempel Seharian dengan 3 Setting Spray Andalan untuk Hasil Flawless Anti Geser!
Fashion
Banyak yang Repeat Order! Pilihan Celana Pendek dari Hi Girls Label Ini Bikin Nyaman Dipakai Seharian
Fashion
Naik Level di 2026! Selain Praktis, Pilihan Dress Ini Bikin Tampilan Kamu Langsung Rapi dan Keren
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
Tak Hanya Minyak Berlebih, Ini Penyebab Jerawat di Wajah
Kenali Jenis-Jenis Jerawat dan Cara Merawatnya dengan Tepat
Most Popular
1
Potret Ira Wibowo Kondangan Bareng Anak, Bak Tak Menua di Usia 58 Tahun
2
Foto Prewedding Darma Mangkuluhur-DJ Patricia, Anak Tommy Soeharto Siap Nikah
3
Kim Woo Bin & Shin Min Ah Bulan Madu di Spanyol, Foto Bareng Fans & Bagi TTD
4
Tren K-Beauty 2026: Dari Bahan Medis hingga Makeup Berbasis Skincare
5
Foto: Momen Romantis Kylie Jenner & Timothee Chalamet di Critics' Choice 2026
MOST COMMENTED











































