Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Frekuensi BAB Normal, Tidak Selalu Satu Kali Sehari

Hestianingsih - wolipop
Kamis, 05 Nov 2015 15:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Seberapa sering Anda buang air besar (BAB)? Frekuensi BAB masing-masing orang bisa bervariasi. Ada yang satu kali sehari, tiga hari sekali bahkan lima hari sekali. Seperti apa yang bisa disebut normal?

Menurut pakar kesehatan perut Pradeep Kumar, M.D., seperti dikutip dari Women's Health, frekuensi BAB yang normal tidak sama pada setiap orang. Apa yang normal bagi satu orang, belum tentu normal juga bagi orang lain.

Rata-rata orang BAB satu kali sehari. Tapi frekuensi tiga kali sehari atau tiga hari sekali juga masih terbilang normal. Bagaimana jika Anda baru BAB setelah empat atau lima hari? Dokter yang praktik di Austin Gastroenterology, Texas ini mengatakan tidak perlu khawatir yang berlebihan karena yang terpenting adalah konsistensi frekuensi Anda BAB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BAB bisa dikatakan lancar apabila frekuensi BAB Anda teratur. Misalnya setiap satu kali sehari, dua hari sekali atau tiga hari sekali. Jika tiba-tiba Anda tidak BAB selama lima hari padahal biasanya satu kali sehari, maka itulah yang perlu diwaspadai. Seberapa sering Anda BAB dipengaruhi oleh banyak faktor. Apa saja?

1. Genetik
Ada sebagian orang yang memang terlahir dengan sistem pencernaan lancar sehingga bisa setiap hari BAB. Ada pula yang perutnya cepat bereaksi terhadap minuman tertentu, misalnya kopi sehingga beberapa saat setelah meminumnya, keinginan untuk pergi ke toilet langsung muncul.

2. Pola Makan
Pola makan juga berpengaruh terhadap rutinitas BAB, terutama jika Anda rajin mengonsumsi makanan berserat dan minum air putih. Serat tinggi akan membuat makanan yang tercerna lebih lancar melewati usus besar dan melembutkan faeces. Sementara air putih memadatkan faeces sehingga membuatnya mudah keluar.

3. Aktivitas Fisik
Selain pola makan, faktor lainnya yang memengaruhi frekuensi BAB adalah aktivitas fisik. Berlari, meloncat atau gerak badan lainnya bisa membantu BAB lebih lancar. Olahraga secara rutin meningkatkan aktivitas otot di dalam usus sehingga memicu kontraksi pada perut dan akhirnya keinginan untuk BAB muncul.

4. Menstruasi
Pada wanita, 'tamu bulanan' juga bisa mengubah rutinitas BAB. Beberapa wanita memproduksi prostaglandins lebih banyak menjelang dan saat menstruasi. Prostaglandins merupakan hormon yang memicu uterus untuk mengeluarkan racun dan 'sampah' di dalam sisten pencernaan, sehingga muncul keinginan untuk BAB.

Apabila frekuensi BAB berubah, berarti ada perubahan juga dalam pola makan maupun gaya hidup Anda. Yang perlu diwaspadai, apabila Anda tidak juga BAB setelah lima atau tujuh hari. Terlalu lama tidak BAB menandakan ada yang salah dalam sistem pencernaan. Lalu jika faeces Anda keras dan perlu sekuat tenaga untuk mengecan agar bisa keluar, maka cobalah perbanyak makan serat agar lebih lunak. Jika setelah makan serat dan minum banyak air putih BAB tidak juga lancar, sebaiknya periksakan ke dokter spesialis. 

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads