5 Bahan yang Membuat Smoothies Sehat Justru Jadi Junk Food
Aulia Han - wolipop
Rabu, 04 Nov 2015 10:28 WIB
Jakarta
-
Smoothies menjadi alternatif minuman yang menyehatkan karena mengandung banyak nutrisi. Namun hanya jika apa yang dimasukkan ke dalam campuran smoothies adalah bahan-bahan yang sehat, kaya serat, rendah gula dan kalori.
Smoothies yang seharusnya sehat bisa berubah menjadi junk food apabila Anda mencampurkan bahan tinggi kalori tapi miskin nutrisi. LeAnn Weintraub, MPH, RD, seorang ahli nutrisi dari Los Angeles memaparkan enam bahan smoothies yang justru tidak menyehatkan dan bisa menggemukkan, seperti dikutip dari Shape.
1. Yoghurt dengan Rasa
Kandungan gula yang terkandung pada yoghurt dengan rasa ini hampir 29 gram per sajiannya. Itu merupakan empat kali porsi yang diajurkan per harinya. Belum lagi bahan penambah rasa yang umumnya tidak alami. Sebaiknya gunakan yoghurt tawar tanpa tambahan gula maupun perasa sebagai sumber kalsium dan membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K.
2. Protein Bubuk
Protein bubuk memiliki tingkat kalori yang sangat tinggi, sehingga dapat menggemukkan badan. Jika Anda membutuhkan protein lebih, sebaiknya dapatkan langsung dari sumbernya seperti daging ayam, telur, kacang-kacangan atau ikan-ikanan.
3. Susu
Jika Anda membuat green smoothies atau smoothies sayuran, sebaiknya jangan menambahkan susu. Minuman kaya protein ini dapat menghambat penyerapan zat besi pada tumbuhan hijau seperti bayam, brokoli, sawi, dan sebagainya. Sebagai gantinya, Anda bisa menggunakan air mineral atau air kelapa.
4. Sari Buah
Sari buah umumnya hanya mengandung gula terlebih lagi jika itu bukan berasal dari buah asli. Anda hanya akan mendapatkan air, gula dan perasa buah. Akan lebih baik jika Anda mencampurkan buah dalam bentuk utuh karena kaya akan serat yang dapat mengenyangkan dan memberi nutrisi jauh lebih banyak.
5. Madu
Anda mungkin menggantikan gula pasir dengan madu sebagai pemanis karena dianggap lebih sehat. Namun kandungan gula di dalam madu tak lebih rendah dari gula pasir atau gula cair. Untuk menambah rasa manis, lebih baik tambahkan saja jus buah.
(hst/hst)
Smoothies yang seharusnya sehat bisa berubah menjadi junk food apabila Anda mencampurkan bahan tinggi kalori tapi miskin nutrisi. LeAnn Weintraub, MPH, RD, seorang ahli nutrisi dari Los Angeles memaparkan enam bahan smoothies yang justru tidak menyehatkan dan bisa menggemukkan, seperti dikutip dari Shape.
1. Yoghurt dengan Rasa
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kandungan gula yang terkandung pada yoghurt dengan rasa ini hampir 29 gram per sajiannya. Itu merupakan empat kali porsi yang diajurkan per harinya. Belum lagi bahan penambah rasa yang umumnya tidak alami. Sebaiknya gunakan yoghurt tawar tanpa tambahan gula maupun perasa sebagai sumber kalsium dan membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K.
2. Protein Bubuk
Protein bubuk memiliki tingkat kalori yang sangat tinggi, sehingga dapat menggemukkan badan. Jika Anda membutuhkan protein lebih, sebaiknya dapatkan langsung dari sumbernya seperti daging ayam, telur, kacang-kacangan atau ikan-ikanan.
3. Susu
Jika Anda membuat green smoothies atau smoothies sayuran, sebaiknya jangan menambahkan susu. Minuman kaya protein ini dapat menghambat penyerapan zat besi pada tumbuhan hijau seperti bayam, brokoli, sawi, dan sebagainya. Sebagai gantinya, Anda bisa menggunakan air mineral atau air kelapa.
4. Sari Buah
Sari buah umumnya hanya mengandung gula terlebih lagi jika itu bukan berasal dari buah asli. Anda hanya akan mendapatkan air, gula dan perasa buah. Akan lebih baik jika Anda mencampurkan buah dalam bentuk utuh karena kaya akan serat yang dapat mengenyangkan dan memberi nutrisi jauh lebih banyak.
5. Madu
Anda mungkin menggantikan gula pasir dengan madu sebagai pemanis karena dianggap lebih sehat. Namun kandungan gula di dalam madu tak lebih rendah dari gula pasir atau gula cair. Untuk menambah rasa manis, lebih baik tambahkan saja jus buah.
(hst/hst)










































