Viral Tren Wanita Sewa Pria Demi Foto Romantis, Biayanya Capai Rp 75 Juta
Tren baru di China menarik perhatian di media sosial. Sejumlah wanita muda rela mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk melakukan sesi foto romantis bersama model pria.
Melansir SCMP, Bukan sekadar foto biasa, sesi ini dibuat layaknya pemotretan pasangan kekasih. Pelanggan bisa berpose bergandengan tangan, berpelukan, saling menatap, hingga melakukan adegan romantis yang sudah diatur sebelumnya.
Biayanya pun cukup tinggi. Beberapa layanan mematok harga hingga 8.000 yuan atau sekitar Rp 21,4 juta untuk sesi pemotretan selama satu jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pelanggan bernama Xue Dinge menghabiskan 4.520 yuan atau sekitar Rp 12 juta untuk sesi foto selama 30 menit bersama dua model pria.
Dalam pemotretan tersebut, fotografer mengarahkan berbagai pose romantis, termasuk saling memegang wajah dan menempelkan dahi. Salah satu model juga tampil tanpa atasan dalam beberapa adegan untuk menampilkan bentuk tubuhnya.
Pelanggan lain dari Chengdu, Wenji, membayar 3.000 yuan atau sekitar Rp 8 juta untuk sesi foto dengan konsep hubungan asmara. Ia bahkan membuat alur cerita sendiri. Dalam konsep tersebut, ia dan model pria berperan sebagai pasangan yang sempat bertengkar. Setelah itu, sang 'pacar' digambarkan menunggu di depan pintu dalam kondisi sedih.
Bagi Wenji, model pria tersebut bukanlah tujuan utama. Ia hanya menjadi bagian dari konsep untuk menciptakan foto sesuai dengan gambaran romantis yang diinginkannya.
Layanan pemotretan semacam ini juga mulai dibuat secara lebih profesional. Salah satunya ditawarkan Mu Zhao Studio di Nanjing, yang mengklaim sebagai studio pertama di China yang menyediakan pemotretan pasangan dengan model pria.
Paket yang tersedia memiliki harga beragam. Salah satu paket dibanderol 7.200 yuan atau sekitar Rp 19,2 juta untuk sembilan foto yang telah diedit, sementara paket seharian mencapai 28.000 yuan atau sekitar Rp 75 juta dengan beberapa pilihan pakaian dan mencakup hingga 120 foto.
Model yang digunakan umumnya berasal dari kalangan model komersial atau influencer media sosial. Tarif mereka ditentukan berdasarkan sejumlah faktor, seperti penampilan, tinggi badan, jumlah pengikut, serta kemampuan dalam memerankan karakter.
Menurut pendiri studio, pelanggan memiliki alasan yang berbeda-beda. Sebagian hanya ingin mendapatkan foto pasangan yang menarik, sementara lainnya ingin merasakan pengalaman seperti berkencan dengan pria yang dianggap menarik.
Ada pula pelanggan yang menggunakan layanan tersebut sebagai cara untuk menghadapi tekanan keluarga mengenai pernikahan.
Meskipun pemotretan dapat melibatkan pose romantis, studio tetap menetapkan batasan antara pelanggan dan model. Pertukaran informasi kontak pribadi di luar sesi pemotretan juga tidak dianjurkan.
(vio/vio)









































