Cegah Dehidrasi Hingga Sembelit, Ini 10 Manfaat Mengonsumsi Timun
Aulia Rizky - wolipop
Rabu, 21 Okt 2015 17:35 WIB
Jakarta
-
Timun menjadi salah satu makanan yang kerap kali dikonsumsi sebagai hidangan salad ataupun menjadi pemanis dalam sajian masakan. Tetapi ternyata timun tak hanya berfungsi sebagai pelengkap makanan saja, ada beberapa manfaat kesehatan yang bisa dirasakan saat mengonsumsi timun. Apa saja?
1. Mencegah Dehidrasi
Salah satu manfaat mengonsumsi timun adalah untuk mencegah dehidrasi. Timun memiliki 95.2 persen kadar air atau 150 ml air dari 142 gr penyajian. Hal itu berarti sebanyak 26 persen asupan air di dalam tubuh setiap harinya sudah terpenuhi.
2. Kesehatan Jantung
Timun mengandung potassium sebanyak 152gr setiap penyajian yang dapat membantu untuk menurunkan tekanan darah. Sebuah penelitian menunjukkan, mengonsumsi timun dalam porsi yang tepat bisa menurunkan potensi penyakit stroke dan mengurangi risiko terkena penyakit jantung.
3. Melindungi Otak
Suatu zat bernama fisetin yang terdapat di dalam timun berguna sebagai anti pembengkakan di dalam tubuh. Ternyata, fisetin juga memiliki peranan penting untuk melindungi kesehatan otak karena kemampuannya mengurangi dampak negatif dari penyakit otak yang disebabkan oleh berkurangnya fungsi otak dan masalah usia. Maka dari itu, timun juga bisa membantu penderita alzheimer untuk melatih fungsi kognitifnya.
4. Anti-aging
Timun juga banyak digunakan dalam industri kecantikan sebagai salah satu bahan dasar perawatan wajah. Alasannya, timun memiliki kandungan efektif yang berpotensi untuk mengurangi masalah penuaan pada wajah.
5. Mengurangi Risiko Kanker
Penelitian lainnya mengatakan bahwa mengonsumsi timun dapat membantu meringankan pembengkakkan pada tubuh. Suatu kandungan nutrisi yang disebut dengan cucurbitacin juga bisa membantu mengurangi risiko kanker. Para ilmuwan telah menyepakati bahwa beberapa tanda-tanda penyakit kanker bisa diatasi dengan zat aktif cucurbitacin.
6. Mengurangi Rasa Sakit
Kandungan flavonoids pada timun bekerja sebagai penghilang radang yang berfungsi mengurangi rasa sakit. Sedangkan zat tannin di dalamnya berfungsi sebagai pelepas zat-zat radikal bebas yang ada di dalam tubuh.
Dijelaskan dalam Journal of Young Pharmacist, timun bisa digunakan untuk obat sakit kepala. Biji yang ada di dalamnya bisa memperlancar buang air kecil dan jika dijus, bisa digunakan sebagai lotion penghilang jerawat.
7. Menghilangkan Napas Tidak Sedap
Napas tidak sebab biasanya disebabkan karena bakteri di dalam mulut. Makanan kaya serat dan air seperti timun bisa memproduksi air liur sehingga bisa membuang bakteri penyebab bau tidak sedap di dalam mulut.
8. Melindungi Tulang
Kekurangan vitamin K seringkali dipercaya berpotensi terhadap keretakan tulang . Maka dari itu, vitamin K yang juga terdapat dalam timun diperlukan tubuh untuk menjaga kesehatan tulang serta penting untuk meningkatkan penyerapan kalsium di dalamnya.
9. Mencegah Sembelit
Kulit timun mengandung serat dan kaya akan kandungan air. Keduanya bisa membantu makanan masuk ke saluran pencernaan lebih cepat dan mudah sehingga mencegah timbulnya sembelit.
10. Mempertahankan Berat Badan
Kalori pada timun terbilang cukup rendah, yakni hanya 16 kalori. Maka dari itu, tidak jarang timun sering dikonsumsi oleh orang yang ingin mempertahankan bentuk tubuhnya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam mengonsumsi timun. Dimakan mentah-mentah, dijus, atau dicampur dengan cuka (acar). (int/eny)
1. Mencegah Dehidrasi
Salah satu manfaat mengonsumsi timun adalah untuk mencegah dehidrasi. Timun memiliki 95.2 persen kadar air atau 150 ml air dari 142 gr penyajian. Hal itu berarti sebanyak 26 persen asupan air di dalam tubuh setiap harinya sudah terpenuhi.
2. Kesehatan Jantung
Timun mengandung potassium sebanyak 152gr setiap penyajian yang dapat membantu untuk menurunkan tekanan darah. Sebuah penelitian menunjukkan, mengonsumsi timun dalam porsi yang tepat bisa menurunkan potensi penyakit stroke dan mengurangi risiko terkena penyakit jantung.
3. Melindungi Otak
Suatu zat bernama fisetin yang terdapat di dalam timun berguna sebagai anti pembengkakan di dalam tubuh. Ternyata, fisetin juga memiliki peranan penting untuk melindungi kesehatan otak karena kemampuannya mengurangi dampak negatif dari penyakit otak yang disebabkan oleh berkurangnya fungsi otak dan masalah usia. Maka dari itu, timun juga bisa membantu penderita alzheimer untuk melatih fungsi kognitifnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Timun juga banyak digunakan dalam industri kecantikan sebagai salah satu bahan dasar perawatan wajah. Alasannya, timun memiliki kandungan efektif yang berpotensi untuk mengurangi masalah penuaan pada wajah.
5. Mengurangi Risiko Kanker
Penelitian lainnya mengatakan bahwa mengonsumsi timun dapat membantu meringankan pembengkakkan pada tubuh. Suatu kandungan nutrisi yang disebut dengan cucurbitacin juga bisa membantu mengurangi risiko kanker. Para ilmuwan telah menyepakati bahwa beberapa tanda-tanda penyakit kanker bisa diatasi dengan zat aktif cucurbitacin.
6. Mengurangi Rasa Sakit
Kandungan flavonoids pada timun bekerja sebagai penghilang radang yang berfungsi mengurangi rasa sakit. Sedangkan zat tannin di dalamnya berfungsi sebagai pelepas zat-zat radikal bebas yang ada di dalam tubuh.
Dijelaskan dalam Journal of Young Pharmacist, timun bisa digunakan untuk obat sakit kepala. Biji yang ada di dalamnya bisa memperlancar buang air kecil dan jika dijus, bisa digunakan sebagai lotion penghilang jerawat.
7. Menghilangkan Napas Tidak Sedap
Napas tidak sebab biasanya disebabkan karena bakteri di dalam mulut. Makanan kaya serat dan air seperti timun bisa memproduksi air liur sehingga bisa membuang bakteri penyebab bau tidak sedap di dalam mulut.
8. Melindungi Tulang
Kekurangan vitamin K seringkali dipercaya berpotensi terhadap keretakan tulang . Maka dari itu, vitamin K yang juga terdapat dalam timun diperlukan tubuh untuk menjaga kesehatan tulang serta penting untuk meningkatkan penyerapan kalsium di dalamnya.
9. Mencegah Sembelit
Kulit timun mengandung serat dan kaya akan kandungan air. Keduanya bisa membantu makanan masuk ke saluran pencernaan lebih cepat dan mudah sehingga mencegah timbulnya sembelit.
10. Mempertahankan Berat Badan
Kalori pada timun terbilang cukup rendah, yakni hanya 16 kalori. Maka dari itu, tidak jarang timun sering dikonsumsi oleh orang yang ingin mempertahankan bentuk tubuhnya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam mengonsumsi timun. Dimakan mentah-mentah, dijus, atau dicampur dengan cuka (acar). (int/eny)
Home & Living
Tidur Jadi Lebih Nyaman! Kasur dari Turu Lana Ini Bikin Tidur Kamu Makin Berkualitas!
Home & Living
Lovise Sofa Anna Tierslice, Sofa Estetik yang Bikin Ruangan Kamu Seperti di Internet!
Health & Beauty
Sering Pegal dan Cepat Capek? Review Swisse Ultiboost Calcium & Vitamin D untuk Kesehatan Tulang
Fashion
Bikin Kamu Tampil Keren dan Tetap Nyaman dengan Pilihan Sepatu Ini
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tak Hanya Minyak Berlebih, Ini Penyebab Jerawat di Wajah
Kenali Jenis-Jenis Jerawat dan Cara Merawatnya dengan Tepat
Tren 'Ozempic Body' Makin Ekstrem, Kini Beralih ke Pengangkatan Tulang Rusuk
6 Tren Diet yang Viral dan Populer Sepanjang 2025
6 Bulan Diet Ayam Rebus, Influencer Ini Nyaris Kehilangan Nyawa
Most Popular
1
Potret Celine Evangelista Umrah Bareng Anak, Cantik Natural Tanpa Makeup
2
Di Balik Status Miliarder Beyonce, Upah Buruh Brand Fashionnya Cuma Rp 8 Ribu
3
5 Benda yang Layak Dibeli untuk Oleh-oleh saat Traveling
4
Tatiana Kennedy Meninggal di Usia Muda, Drama Keluarga Kennedy Terkuak
5
Cegah Retur Nakal, Penjual Online Pakai Label Unik Mouse Pad-Pakaian Dalam
MOST COMMENTED











































