Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Makan Pedas Tiap Hari Bisa Perpanjang Usia, Benarkah?

Rahmi Anjani - wolipop
Kamis, 06 Agu 2015 17:01 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta - Kuliner pedas memang cocok di lidah banyak orang Indonesia. Tak jarang sebagian dari kita harus melengkapi menu makanan dengan sambal atau cabai setiap harinya. Kebiasaan mengkonsumsi makanan pedas ini pun ternyata ada manfaatnya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Universitas Harvard, mereka yang makan pedas paling tidak tiga sampai lima kali seminggu bisa berumur lebih panjang.

Studi yang dipublikasi di jurnal medis BMJ tersebut mengungkapkan bila orang yang lebih banyak makan pedas memiliki kemungkinan untuk hidup lebih panjang 14%. Sementara orang yang menyantap kuliner pedas hanya satu atau dua kali seminggu mempunyai 10% kesempatan untuk hidup lebih lama dari yang tidak sama sekali.

Hal tersebut tentu bukan tanpa alasan. Menurut para peneliti rempah-rempah memang memiliki banyak manfaat kesehatan. Terutama kapsaisin, zat penyebab rasa terbakar pada makanan. Kapsaisin diketahui dapat melawan inflamasi, tekanan darah tinggi, obesitas, bahkan kanker. Para ahli juga berspekulasi jika antibakterial yang terdapat di dalam kapsaisin dapat berpengaruh baik pada mikroba di perut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya ada beberapa riset yang mengungkap hal serupa. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh China Kadoorie Biobank. Studi tersebut pun mencari kolerasi antara mengkonsumsi makanan pedas dengan penyebab kematian. Hasilnya semakin banyak seseorang makan pedas, semakin lama pula kemungkinannya untuk bertahan hidup.

Selain lebih lama hidup, makan pedas juga baik untuk mencegah beberapa penyakit. Berdasarkan penelitian, makan pedas enam sampai tujuh kali seminggu mengurangi kemungkinan untuk meninggal karena penyakit pernafasan sebanyak 29%, 22% dari masalah hati, 8% dari kanker, serta 14% dari penyakit lainnya.

Para peneliti pun menemukan jika sering makan cabai segar tanpa diolah mengurangi kemungkinan sakit kanker, hati, dan diabetes. Hal tersebut diperkirakan karena cabai segar mengandung lebih banyak kapsaisin dan nutrisi seperti potasium serta vitamin C, A, K, dan B6.

Meski terbukti memiliki banyak manfaat, para peneliti menekankan jika mereka tidak bisa menunjukkan hubungan sebab-akibat antara makan hidangan pedas dan panjang umur. Namun mereka berpendapat jika hasil penelitian ini dapat membantu para ilmuwan dalam menyusun makanan sehat, termasuk pembuatan suplemen herbal.

(ami/itn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads