Hidup Sehat Pasca Lebaran
Santap 5 Makanan Ini untuk Cegah Makan Berlebihan Pasca Libur Lebaran
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 24 Jul 2015 10:01 WIB
Jakarta
-
Lebaran identik dengan hidangan lezat yang membangkitkan selera makan. Namun juga tinggi kalori serta lemak. Maka tak heran, banyak orang yang merasa berat badannya bertambah setelah Lebaran usai. Jika Anda termasuk salah satu di antaranya, tak ada salahnya mencoba mengonsumi makanan-makanan yang mampu meminimalisir nafsu makan pasca Lebaran. Apa saja?
1. Makanan Pedas
Menyantap makanan pedas mampu mengurangi efek negatif dari makan berlebihan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh The Journal of Nutrition pada 2011, para partisipan yang mengonsumsi makanan pedas memiliki tingkat insulin dan trigliserida lebih rendah serta tingkat antioksidan yang lebih tinggi. Para peneliti menilai bahwa capsaicin, zat yang menimbulkan rasa pedas mampu membantu menyerap lemak lebih lambat dan antioksidan bekerja melawan radikal bebas yang dihasilkan saat menyantap makanan tidak sehat terlalu banyak.
2. Buah Kaya Antioksidan
Setelah menyantap makanan, tak ada salahnya mengonsumsi buah-buahan yang kaya akan antioksidan seperti buah anggur, kiwi dan buah berry(blueberry, cherry, raspberry, anggur) . Buah-buaha tersebut membantu meminimalisir efek radikal bebas yang dapat timbul setelah menyantap makanan. Memakan makanan tanpa diikuti dengan makanan yang mengandung antioksidan seperti buah-buahan dan sayuran dapat menimbulkan efek berbahaya sewaktu-waktu.
3. Pisang
Buah pisang adalah makanan yang mampu dan mudah dicerna oleh tubuh dan tidak akan membuat perut bekerja terlalu keras setelah memakan makanan dalam porsi besar. Secara khusus, mineral potassium dalam pisang membantu sistem pencernaan lebih lancar. Pisang juga kaya akan serat yang mampu mengurangi diare.
4. Jus Jeruk
Senyawa antioksidan bernama flavonoid yang terdapat di dalam jus jeruk segar dapat mengimbangi kerusakan jantung yang disebabkan oleh kalori berlebih karena mengonsumsi terlalu banyak makanan berlemak. Menurut hasil penelitian pada 2010 yang dimuat dalam The American Journal of Clinical Nutrition, orang yang meminum jus jeruk saat sarapan, memiliki tingkat radikal bebas dan pembengkakan jantung lebih rendah. Hal tersebut lebih baik daripada hanya meminum air putih dan memakan sarapan yang sama. Tapi perlu diingat, minumlah jus jeruk yang dibuat sendiri tanpa tambahan gula dan tidak disaring.
5. Cuka
Tuangkan satu sendok makan cuka ke dalam makanan, misalnya salad atau sayur-sayuran. Cuka dapat meredam lonjakan gula darah yang terjadi setelah mengonsumsi karbohidrat berlebihan. Bagi sebagian orang, kenaikan tajam dari gula darah bisa memicu nafsu makan yang terus bertambah. Lonjakan gula darah tersebut bisa menjadi masalah bagi para penderita diabetes karena tubuh tidak mampu menetralkan glukosa secara efektif.
(int/hst)
1. Makanan Pedas
Menyantap makanan pedas mampu mengurangi efek negatif dari makan berlebihan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh The Journal of Nutrition pada 2011, para partisipan yang mengonsumsi makanan pedas memiliki tingkat insulin dan trigliserida lebih rendah serta tingkat antioksidan yang lebih tinggi. Para peneliti menilai bahwa capsaicin, zat yang menimbulkan rasa pedas mampu membantu menyerap lemak lebih lambat dan antioksidan bekerja melawan radikal bebas yang dihasilkan saat menyantap makanan tidak sehat terlalu banyak.
2. Buah Kaya Antioksidan
Setelah menyantap makanan, tak ada salahnya mengonsumsi buah-buahan yang kaya akan antioksidan seperti buah anggur, kiwi dan buah berry(blueberry, cherry, raspberry, anggur) . Buah-buaha tersebut membantu meminimalisir efek radikal bebas yang dapat timbul setelah menyantap makanan. Memakan makanan tanpa diikuti dengan makanan yang mengandung antioksidan seperti buah-buahan dan sayuran dapat menimbulkan efek berbahaya sewaktu-waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buah pisang adalah makanan yang mampu dan mudah dicerna oleh tubuh dan tidak akan membuat perut bekerja terlalu keras setelah memakan makanan dalam porsi besar. Secara khusus, mineral potassium dalam pisang membantu sistem pencernaan lebih lancar. Pisang juga kaya akan serat yang mampu mengurangi diare.
4. Jus Jeruk
Senyawa antioksidan bernama flavonoid yang terdapat di dalam jus jeruk segar dapat mengimbangi kerusakan jantung yang disebabkan oleh kalori berlebih karena mengonsumsi terlalu banyak makanan berlemak. Menurut hasil penelitian pada 2010 yang dimuat dalam The American Journal of Clinical Nutrition, orang yang meminum jus jeruk saat sarapan, memiliki tingkat radikal bebas dan pembengkakan jantung lebih rendah. Hal tersebut lebih baik daripada hanya meminum air putih dan memakan sarapan yang sama. Tapi perlu diingat, minumlah jus jeruk yang dibuat sendiri tanpa tambahan gula dan tidak disaring.
5. Cuka
Tuangkan satu sendok makan cuka ke dalam makanan, misalnya salad atau sayur-sayuran. Cuka dapat meredam lonjakan gula darah yang terjadi setelah mengonsumsi karbohidrat berlebihan. Bagi sebagian orang, kenaikan tajam dari gula darah bisa memicu nafsu makan yang terus bertambah. Lonjakan gula darah tersebut bisa menjadi masalah bagi para penderita diabetes karena tubuh tidak mampu menetralkan glukosa secara efektif.
(int/hst)











































