Mengenal Lyme Disease, Penyakit yang Diderita Avril Lavigne

Hestianingsih - wolipop Selasa, 30 Jun 2015 17:40 WIB
Dok. Getty Images
Jakarta - Mengenal Lyme Disease, Penyakit yang Diderita Avril Lavigne

Avril Lavigne terdiagnosa mengidap Lyme disease, dan untuk pertamakalinya pada Senin (29/6/2015), ia blak-blakan mengenai penyakit yang sudah dideritanya selama hampir dua tahun di televisi. Berurai air mata, Avril menceritakan tentang perjuangan kerasnya lepas dari penyakit mengerikan itu dan kini ia sedang dalam proses pengobatan intensif.

Lyme disease merupakan penyakit yang disebabkan penularan infeksi bakteri, oleh kutu pembawa bakteri Borrelia Burgdorferi. Sekitar 15 persen kasus penularan penyakit Lyme terjadi ketika seseorang bepergian ke luar negeri, terutama Inggris dan Wales.

Dikutip dari situs National Health Service UK, gejala awal penyakit Lyme ditandai dengan ruam-ruam kemerahan berbentuk lingkaran pada area yang terkena gigitan kutu. Ruam tersebut biasanya muncul sekitar tiga hingga 30 hari setelah digigit. Bentuk ruam ini seperti motif lingkaran target pada papan dart.

Sayangnya, tidak setiap orang yang tergigit kutu pembawa penyakit Lyme mengalami ruam sehingga sulit terdeteksi. Sekitar satu dari tiga orang yang terkena gejala Lyme tidak mengalami ruam pada kulitnya.

Selain ruam, gejala awal tertular Lyme bisa bervariasi. Beberapa orang akan mengalami gejala mirip flu, kelelahan, sakit otot, sakit pada persendian, sakit kepala, demam tinggi, meriang dan kaku pada leher.

Jika tidak segera diatasi, gejalanya bisa bertambah parah dan serius. Gejala lanjutan biasanya terjadi beberapa minggu, bulan bahkan tahunan jika penyakit Lyme dibiarkan terlalu lama bercokol di tubuh manusia. Beberapa gejalanya antara lain sakit dan bengkak pada persendian, masalah pada sistem syaraf mulai dari kaki yang mati rasa, kelumpuhan otot wajah, gangguan ingatan dan sulit berkonsentrasi.

Pada tahap lanjut, penderita akan mengalami gangguan pada jantung. Beberapa diantaranya peradangan pada jaringan otot di sekitar jantung bahkan berpotensi mengakibatkan gagal jantung. Sementara pada tahap akut, akan terjadi peradangan pada membran di sekitar otak dan tulang belakang atau disebut juga dengan meningitis. Kondisi ini akan menyebabkan sakit kepala tak tertahankan, leher kaku dan mata lebih sensitif terhadap cahaya.

Gejala-gejala di atas akan membaik secara perlahan-lahan apabila ditangani dengan baik dan sesegera mungkin. Namun akan lebih sulit dan lama jika terlambat penanganannya. Pada beberapa orang, penyakit Lyme bisa berkembang menjadi fibromyalgia atau sindrom kelelahan kronis dan biasanya terjadi pasca infeksi penyakit Lyme. Hingga saat ini belum diketahui bagaimana Lyme berkembang menjadi sindrom tersebut, namun sejumlah ilmuwan menghubungkannya dengan sistem imun tubuh yang terlalu aktif.

Orang yang tinggal di daerah berhutan atau padang rumput di Inggris dan beberapa bagian eropa atau Amerika Utara, paling berisiko terkena penyakit Lyme. Sebagian besar gigitan kutu terjadi pada akhir musim semi, awal musim panas dan musim dingin karena saat itulah paling banyak orang beraktivitas di luar ruangan seperti hiking atau berkemah.

(hst/hst)