Diet Vegan Vs Diet Mayo

Diet Vegan Bisa Melangsingkan dan Jaga Kesehatan Tubuh, Asalkan...

Intan Kemala Sari - wolipop Jumat, 22 Mei 2015 16:00 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta -

Demi alasan hidup sehat dan menurunkan berat badan, sebagian orang memilih diet vegan sebagai pola makannya sehari-hari. Diet vegan merupakan pola makan yang menghindari konsumsi bahan yang berasal dari hewan dan produk-produk olahannya. Para vegetarian atau vegan pun mendapatkan asupan nutrisinya produk-produk berbahan nabati.

Diet vegan awalnya diterapkan oleh orang-orang dengan kepercayaan tertentu. Kemudian berkembang dan mulai banyak orang melihat dari sisi kesehatannya. Ada pula yang memutuskan menjadi seorang vegan atau vegetarian karena alasan etik atau untuk melindungi hak-hak binatang sehingga mereka tidak makan daging.

"Awalnya hanya daging tapi berkembang ke telur dan susu juga. Beberapa studi akhirnya mempelajari tentang diet ini dan menemukan sisi positifnya. Banyak lagi yang ikut dan mengembangkan," ujar ahli gizi Dessy Aryanti Utami, S.Gz., saat berbincang dengan Wolipop di restoran Golden Key Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2015).

Managing director LAGIZI Health & Nutrition Services ini menjelaskan ada beberapa tipe diet vegan, dua diantaranya cukup populer, dikenal dengan ovo vegan dan lacto vegan. Penganut ovo vegan tidak makan daging hewan, ayam, hewan laut dan produk olahan susu tapi masih mengonsumsi telur. Sementara lacto vegan masih mengonsumsi produk susu seperti susu cair, keju, yoghurt dan butter. Ada pula penganut vegan murni yang sama sekali tidak mengonsumsi produk yang berasal dari hewan.

"Ada yang fully vegan, tidak makan protein daging telur atau olahannya atau bahkan menghindari biskuit yang ada telurnya dengan lihat daftar bahan-bahannya. Orang yang concern jadi vegan pasti benar-benar tanya tentang makanannya dimanapun mereka makan," terang Dessy.

Pakar nutrisi Victoria Djajadi, MnutrDiet., APD., menambahkan, selain alasan kesehatan, diet vegan lebih banyak diterapkan oleh orang-orang yang ingin menurunkan berat badan. Namun tidak sedikit yang melakukannya ternyata belum paham benar dengan penerapan yang tepat sehingga seringkali merasa lemas karena kekurangan zat atau nutrisi tertentu.

Baca Juga: 50 Inspirasi Gaun Pengantin 2015

"Biasanya vegetarian kalau buat diet karena low fat dan low protein. Khawatirnya kalau orang mau sok-sok vegetarian tanpa informasi yang benar, bisa kekurangan protein. Vegetarian tidak makan daging, jadi (sumber protein) harus diganti dengan produk kacang-kacangan atau polong-polongan seperti kacang merah, lentil, tipe-tipe itu untuk asupan protein nabati," kata Victoria saat ditemui Wolipop di bilangan Senayan, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Namun ditambahkan Victoria, protein nabati biasanya tidak lengkap susunannya seperti halnya protein hewani. Untuk itu, bagi para vegan atau vegetarian disarankan untuk mengombinasikan protein yang dikonsumsinya. Misalnya protein dari kacang kedelai atau soya, tidak bisa dikonsumsi itu-itu saja setiap harinya tapi perlu divariasikan dengan sumber protein nabati lainnya.

"Biasanya makan soya, soya terus, itu nggak bisa. Jadi bisa dikombinasi dengan kacang-kacangan lain misalnya," kata Victoria.

Satu lagi nutrisi penting yang sulit didapatkan dari bahan nabati adalah vitamin B12 karena biasanya eksklusif terkandung pada daging merah. Namun bagi para pengikut diet vegan bisa mendapatkan asupannya dengan mengonsumsi rumput laut. Victoria kembali menjelaskan bahwa produk-produk yang berasal dari laut, baik itu hewan maupun tumbuhan sebagian besar memiliki kandungan vitamin B12 cukup tinggi.

"Selain itu juga tinggi omega-3 dan omega-6. Vitamin ini juga bisa didapatkan dengan minum suplemen yang berasal dari rumput laut atau ganggang," tambahnya.



(Hestianingsih/Ferdy Thaeras)