Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Studi: Tertawa Membuat Orang Lebih Mudah Bocorkan Rahasia

Intan Kemala Sari - wolipop
Selasa, 07 Apr 2015 10:25 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Banyak orang mengatakan tertawa adalah obat terbaik untuk mengurangi risiko terkena penyakit. Tetapi sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Human Nature menunjukkan bahwa dengan tertawa, seseorang juga dapat mengungkapkan rahasia pribadi yang dimilikinya.

Penelitian yang dilakukan di University College London, Inggris ini melibatkan 122 mahasiswa yang terbagi ke dalam empat kelompok. Kelompok tersebut diperlihatkan beberapa video berdurasi 10 menit yang akan menimbulkan berbagai reaksi.

Video pertama merupakan cuplikan tayangan acara komedi yang sengaja diputar untuk membangkitkan gairah tertawa. Video kedua adalah tayangan yang memperlihatkan suasana alam dan interaksi antara hewan-hewan untuk menimbulkan perasaan yang menyenangkan. Sedangkan satu video lagi dimaksudkan untuk memunculkan perasaan damai berupa tayangan permainan golf.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun mereka tidak berinteraksi satu sama lain selama tayangan berlangsung, namun tontonan yang dilihat oleh empat kelompok tersebut membuktikan bahwa tertawa merupakan hal yang menular. Penelitian menunjukkan bahwa seseorang bisa tertawa 30 kali lebih banyak jika ia berada di dalam suatu perkumpulan sosial.

Peneliti menemukan bahwa kelompok yang menonton tayangan komedi adalah mereka yang memberikan detail lebih rinci tentang kehidupannya dibandingkan dengan kelompok yang menonton tayangan alam dan permainan golf. Kalimat-kalimat seperti, "Aku tahu ini memalukan, tetapi film favoritku adalah film Disney," atau "Bulan Januari lalu tulang selangkaku patah karena aku terjatuh saat melakukan pole dance."

Kalimat-kalimat seperti ini adalah ungkapan dari pernyataan paling pribadi yang dilontarkan oleh seseorang. Pernyataan pribadi tersebut bersifat sangat rahasia dan hanya dibeberkan kepada beberapa teman terdekat. Hal ini berarti tertawa dapat meningkatkan keterbukaan diri seseorang dan merupakan hal manusiawi yang bisa terjadi pada siapa saja.

Penulis penelitian tersebut memiliki hipotesis bahwa tertawa adalah suatu sifat bujukan sosial yang membuat orang merasa lebih relaks tentang apa yang dibicarakan. "Perilaku dan pengembangan diri seseorang memiliki ikatan sosial yang kuat, oleh karena itu tak heran jika tertawa dapat mempengaruhi seseorang bersedia untuk mengungkapkan rahasia pribadinya," tulisnya dalam jurnal Human Nature.

Tertawa dapat membuat seseorang lebih nyaman, tidak merasa kaku, serta membuat mereka memiliki ikatan batin yang kuat. Tak hanya itu saja, tertawa juga bisa menghilangkan stres, membuat tekanan darah menjadi normal dan menguatkan sistem imun tubuh.

(int/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads