Pria Berjenggot Seksi Bak David Beckham, Tapi Berisiko Sebarkan Kuman
Hestianingsih - wolipop
Senin, 16 Mar 2015 16:42 WIB
Jakarta
-
Survei yang dilakukan situs perjodohan My Single Friend mengungkapkan, 80 persen wanita di Inggris menganggap pria berkumis dan berjanggut terkesan menyenangkan, loyal dan berjiwa petualang. Lebih dari 55 persen wanita juga mengatakan, pria jadi lebih atraktif ketika mereka tidak bercukur.
Sementara jajak pendapat yang diadakan surveyer marketing OnePoll menunjukkan, bagi 56 persen wanita, rambut pada wajah pria merupakan pendorong kuat rangsangan seksual bagi lawan jenisnya. Pria yang memiliki kumis tipis, janggut atau cambang dianggap ebih menarik secara seksual dibandingkan pria berwajah licin.
Kumis dan jenggot kini memang menjadi semacam 'aksesori' bagi para pria. Lihat saja sejumlah selebriti pria yang banyak dielu-elukan penggemar wanita karena maskulinitas dan keseksiannya mulai dari David Beckham, Adam Levine, Ben Affleck, James Franco hingga Jake Gyllenhaal.
Bagi para pria yang juga ingin ikut tren menumbuhkan rambut wajah, atau wanita yang mengidamkan pasangan berjanggut serta berkumis sepertinya harus tahu dulu fakta berikut ini. Para ahli kesehatan telah memberi peringatan bahwa jenggot ata cambang bisa menjadi tempat bersarangnya bakteri, selain itu juga media penyebaran bakteri.
Carol Walker, seorang ahli trichology (kajian tentang rambut dan penyakitnya) dari Birmingham Trichology Centre mengatakan bahwa rambut-rambut wajah bisa memicu terjadinya infeksi kulit dan menyebarkan kuman kepada orang lain. Kenapa bisa?
Seperti dikutip dari Daily Mail, Carol menjelaskan bahwa rambut pada wajah lebih kasar dan kaku ketimbang rambut di bagian tubuh lainnya. Teksturnya yang kasar dan kaku itu membuat kotoran dan kuman lebih mudah terperangkap dan bersarang di antara rambut.
"(Rambut wajah) biasanya lebih keriting dan berlekuk yang membuat kotoran terperangkap. Kutikula pada rambut juga membuat kuman dan minyak menetap di sana. Sementara rambut di sekitar hidung dan mulut adalah tempat favorit bakteri," jelas Carol.
Ia menambahkan, pria cenderung punya kebiasaan menyentuh atau mengelus-elus kumis maupun jenggotnya. Ketika pria memegang sesuatu yang kotor lalu tanpa sadar menyentuh wajahnya maka bakteri tersebut bisa menempel di rambut dan menyebar ke wajah bahkan mulut.
"Kemudian jika seseorang mengonsumsi produk berbahan susu dan kemudian makanan tersebut tertinggal di jenggotnya akan menimbulkan bau anyir yang tidak sedap. Belum lagi bakteri Stepholococci (sekelompok bakteri penyebab berbagai penyakit) jika seseorang terkena pilek," tambahnya.
Pria berkumis dan berjenggot tidak hanya merugikan dirinya sendiri tapi juga orang lain di dekat atau yang melakukan kontak fisik dengannya. Misalnya ketika mencium pasangan, bakteri pada rambut-rambut wajah bisa menyebar ke orang lain. Menurut ahli mikrobiologi Dr Ron Cutler dari University of London, kumis dan jenggot juga bisa menyebarkan infeksi pada orang lain.
Namun pendapat berbeda diutarakan Profesor Hugh Pennington yang merupakan ahli ilmu bakteri dari University of Aberdeen. Menurutnya, bakteri pada jenggot dan kumis sama seperti bakteri pada kulit. "Bukan menjadi masalah dan tidak berisiko pada kesehatan," tuturnya.
Meski begitu, para pria tetap disarankan untuk menjaga kehigienisan jika tetap ingin memelihara kumis dan jenggot tebal. Rajin-rajinlah membersihkan rambut wajah secara reguler dan selalu menjaganya agar tetap higienis. Setelah menyentuh objek atau tempat yang kotor atau mungkin terpapar bakteri, cucilah tangan menggunakan sabun atau gunakan hand sanitizer.
(hst/hst)
Sementara jajak pendapat yang diadakan surveyer marketing OnePoll menunjukkan, bagi 56 persen wanita, rambut pada wajah pria merupakan pendorong kuat rangsangan seksual bagi lawan jenisnya. Pria yang memiliki kumis tipis, janggut atau cambang dianggap ebih menarik secara seksual dibandingkan pria berwajah licin.
Kumis dan jenggot kini memang menjadi semacam 'aksesori' bagi para pria. Lihat saja sejumlah selebriti pria yang banyak dielu-elukan penggemar wanita karena maskulinitas dan keseksiannya mulai dari David Beckham, Adam Levine, Ben Affleck, James Franco hingga Jake Gyllenhaal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Carol Walker, seorang ahli trichology (kajian tentang rambut dan penyakitnya) dari Birmingham Trichology Centre mengatakan bahwa rambut-rambut wajah bisa memicu terjadinya infeksi kulit dan menyebarkan kuman kepada orang lain. Kenapa bisa?
Seperti dikutip dari Daily Mail, Carol menjelaskan bahwa rambut pada wajah lebih kasar dan kaku ketimbang rambut di bagian tubuh lainnya. Teksturnya yang kasar dan kaku itu membuat kotoran dan kuman lebih mudah terperangkap dan bersarang di antara rambut.
"(Rambut wajah) biasanya lebih keriting dan berlekuk yang membuat kotoran terperangkap. Kutikula pada rambut juga membuat kuman dan minyak menetap di sana. Sementara rambut di sekitar hidung dan mulut adalah tempat favorit bakteri," jelas Carol.
Ia menambahkan, pria cenderung punya kebiasaan menyentuh atau mengelus-elus kumis maupun jenggotnya. Ketika pria memegang sesuatu yang kotor lalu tanpa sadar menyentuh wajahnya maka bakteri tersebut bisa menempel di rambut dan menyebar ke wajah bahkan mulut.
"Kemudian jika seseorang mengonsumsi produk berbahan susu dan kemudian makanan tersebut tertinggal di jenggotnya akan menimbulkan bau anyir yang tidak sedap. Belum lagi bakteri Stepholococci (sekelompok bakteri penyebab berbagai penyakit) jika seseorang terkena pilek," tambahnya.
Pria berkumis dan berjenggot tidak hanya merugikan dirinya sendiri tapi juga orang lain di dekat atau yang melakukan kontak fisik dengannya. Misalnya ketika mencium pasangan, bakteri pada rambut-rambut wajah bisa menyebar ke orang lain. Menurut ahli mikrobiologi Dr Ron Cutler dari University of London, kumis dan jenggot juga bisa menyebarkan infeksi pada orang lain.
Namun pendapat berbeda diutarakan Profesor Hugh Pennington yang merupakan ahli ilmu bakteri dari University of Aberdeen. Menurutnya, bakteri pada jenggot dan kumis sama seperti bakteri pada kulit. "Bukan menjadi masalah dan tidak berisiko pada kesehatan," tuturnya.
Meski begitu, para pria tetap disarankan untuk menjaga kehigienisan jika tetap ingin memelihara kumis dan jenggot tebal. Rajin-rajinlah membersihkan rambut wajah secara reguler dan selalu menjaganya agar tetap higienis. Setelah menyentuh objek atau tempat yang kotor atau mungkin terpapar bakteri, cucilah tangan menggunakan sabun atau gunakan hand sanitizer.
(hst/hst)
Home & Living
2 Rekomendasi Teko Air Minum untuk Kumpul Keluarga, Praktis dan Tetap Estetik di Meja
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Lebih Tenang & Lembab Seharian dengan Andalan Baru dari SOME BY MI Beta Panthenol Repair Toner!
Elektronik & Gadget
Abadikan Momen Lebih Seru dengan 2 Kamera Instax dari Fujifilm yang Bikin Foto Langsung Jadi Kenangan!
Elektronik & Gadget
Rekomendasi Tongsis Tripod dari ACMIC untuk Foto & Video Lebih Profesional!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
5 Penyebab Kamu Masih Bau Badan Padahal Sudah Pakai Deodoran
Pecahkan Rekor Dunia! Bulu Mata Wanita Ini Tumbuh Sampai ke Pipi
Terbukti Bikin Awet Muda, Ini 3 Kebiasaan yang Wajib Kamu Coba!
7 Tips Makan Sehat Saat Lebaran agar Berat Badan Tetap Terjaga
Tren Tubuh Sangat Kurus di Oscars Bikin Khawatir, Efek Ozempic Disorot
Most Popular
1
Potret Perdana Putri Cantik Monica Bellucci Pemotretan Vogue Bareng Ibunya
2
Foto: Kate Middleton dan Coat Barunya di Momen Bersejarah Gereja Inggris
3
Sekali Foto Kencan, Cristiano Ronaldo & Georgina Pamer Harta Rp 250 Miliar
4
Potret Kemesraan Chef Juna dengan Pacar Saat Lebaran, Agamanya Jadi Sorotan
5
Gaya Tasya Farasya Pakai Piyama Rp 73 Juta, Santai Tapi Super Mewah
MOST COMMENTED











































