Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Langsing Pasca Melahirkan

Perhatikan 5 Hal Ini Jika Ingin Cepat Langsing Pasca Melahirkan

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 27 Feb 2015 17:41 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Setelah melahirkan, sebagian besar wanita biasanya akan mengalami kenaikan berat badan yang cukup drastis. Demi tetap menjaga penampilan dan kesehatan, tidak jarang para ibu melakukan berbagai jenis aktivitas seperti olahraga dan diet ketat untuk mengembalikan bentuk tubuh seperti semula.

Diet pasca melahirkan kerap menjadi dilema, karena ibu memerlukan banyak nutrisi agar bisa menyusui anaknya dengan baik. Tapi di sisi lain mereka juga ingin tampil menarik. Sebenarnya ada beberapa trik khusus agar para ibu yang ingin melangsing pasca melahirkan tanpa harus kekurangan nutrisi. Apa saja?

1. Konsumsi Sayur dan Buah
Ketika wanita yang melahirkan ingin kembali ke berat tubuh ideal, ahli gizi Rita Ramayulis DCN, M.Kes., menganjurkan untuk memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan dengan kandungan air yang tinggi, misalnya semangka dan melon. Kedua jenis makanan ini sebaiknya dikonsumsi di awal dan akhir waktu makan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebelum makan pagi, awali dengan makan buah dan sayur. Setelahnya juga akhiri dengan buah dan sayur. Hasilnya tubuh lebih bugar, produksi air susu pun lebih lancar," jelasnya saat dihubungi Wolipop, Selasa (24/2/2015).

2. Hindari Gorengan
Asupan makanan yang disantap sangat berpengaruh terhadap proses penurunan berat badan. Wanita yang juga berprofesi sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi di Jakarta ini menyarankan untuk menghindari makanan yang digoreng karena mengandung lemak jenuh karena membuat berat badan turun lebih lama.

Jika lemak yang terbentuk ketika hamil tidak segera dihilangkan dalam kurun waktu hingga dua tahun, maka akan sulit untuk dibakar dan diubah menjadi energi. Lemak jenuh pada gorengan juga bisa menaikkan kadar low-density lipoprotein (LDL) atau lemak jahat yang membuat pembuluh darah tidak bersih sehingga kesehatan tidak optimal.

3. Jangan Terburu-buru
Pada saat hamil, penulis 23 buku tentang diet dan kesehatan ini mengatakan bobot seorang wanita dapat bertambah sekitar 12 sampai 16 kg. Normalnya, berat badan bisa berkurang antara dua sampai empat kilogram per bulannya. Maka, rata-rata waktu yang diperlukan untuk kembali ke tubuh ideal adalah empat bulan. Oleh karena itu Rita tidak menyarankan untuk terburu-buru menurunkan berat badan.

"Jangan terburu-buru untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan, karena ibu juga membutuhkan gizi untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah melahirkan. Jadi kalau kelebihan berat badannya hingga 20 kg, minimal dalam waktu 5 bulan bisa turun beratnya," jelasnya lagi.

4. Tidak Drastis
Penurunan berat badan pun sebaiknya tidak boleh terlalu drastis. Seperti yang dituturkan oleh dr. Michael Triangto, SpKO , jika wanita mencapai berat badan yang ideal, itu adalah hasil yang dicapai dari akumulasi asupan makanan, hormon, dan aktivitas fisik. Ia mengatakan, jangan mempunyai pikiran bahwa berat badan akan turun dengan cepat dalam kurun waktu satu sampai dua bulan meski rajin berolahraga dan membatasi asupan makanan.

"Kalau berat badan turun drastis, biasanya akan terjadi gangguan kesehatan seperti penurunan imunitas tubuh, mudah terkena flu, batuk, dan infeksi," ujarnya saat berbincang dengan Wolipop via telepon, Senin (23/2/2015).

Ditambahkan oleh Rita, jika berat badan menyusut lebih dari 4 kg dalam sebulan, hal ini akan berdampak kepada berat badan yang turun naik, atau lebih dikenal dengan efek yo-yo. Tak hanya itu saja, keluhan fisik seperti gangguan metabolisme, penyakit osteoporosis dan anemia juga bisa menyerang tubuh.

5. Lakukan Olahraga Ringan
Dokter Michael yang mengambil spesialis kedokteran olahraga di Universitas Indonesia juga menyarankan untuk berolahraga dengan intensitas yang ringan namun tetap dilakukan berulang-ulang. Contoh mudah, ajaklah bayi untuk berkeliling komplek dengan menggunakan kereta dorong atau digendong, secara langsung hal ini sudah merupakan bentuk dari olahraga pembakaran lemak.

Lakukan selama 30 menit hingga 1 jam dengan frekuensi yang tidak terlalu sering, misalnya dua hari sekali. Tidak perlu menunggu selama enam minggu untuk mulai beraktivitas seperti sediakala. Jika kondisi badan sudah sehat maka bisa berolahraga seperti biasa. Tetapi bagi para wanita yang melakukan proses bersalin melalui operasi, sebaiknya tunggu hingga kondisi benar-benar pulih.

(int/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads