Liputan Khusus Langsing dengan Lari
Perlukah Diet Meski Sudah Rutin Berlari agar Cepat Langsing?
Ketika ingin menurunkan berat badan, kebanyakan orang-orang memilih untuk melakukan olahraga. Salah satu olahraga yang paling mudah dilakukan adalah berlari. Namun jika Anda belum memiliki stamina yang kuat untuk berlari, jalan cepat bisa menjadi opsi alternatif.
Bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan, biasanya akan mengimbangi olahraga dengan melakukan diet. Hal ini dilakukan agar proses penurunan berat badan berlangsung lebih cepat. Beragam metode diet pun dilakukan, mulai dari mengurangi porsi makan hingga tidak makan di malam hari.
Dalam hal ini, dr. Phaidon L Toruan, MM mempunyai prinsip untuk tetap menyantap makanan sebanyak tiga kali sehari. Pria yang juga berprofesi sebagai pelatih kesehatan ini juga menyarankan untuk mengonsumsi buah-buahan terlebih dahulu sebelum makan, serta mengonsumsi menu makanan yang memiliki karbohidrat kompleks.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beri jeda waktu antara makan berat dengan berlari. Sebaiknya tiga jam sebelum berlari sudah makan dulu. Beri jeda waktu agar lambung sudah mencernanya dengan baik," jelas dokter yang sering diminta menjadi pembicara seminar ketika dihubungi Wolipop via e-mail.
Kebanyakan orang-orang juga rela melakukan diet yang ketat bahkan terlalu ekstrem demi menurunkan berat badan. Hal ini tidak terlalu dianjurkan oleh dr. Michael Triangto, SpKO yang merupakan spesialis kedokteran olahraga.
Menurut dokter yang juga menjabat sebagai direktur di Klinik Slim+Health Sports Therapy, hanya dengan mengubah pola makan dengan porsi yang lebih sedikit sebenarnya sudah dapat membantu untuk menurunkan berat badan, apalagi ditambah dengan berlari.
"Jangan justru makannya sedikit tapi olahraganya berat, ukur dulu tingkat kemampuannya berdasarkan kondisi tubuh," ucapnya ketika diwawancara Wolipop via telepon, Selasa (28/10/2014).
Dalam mengatur pola makan, sebaiknya ada batas asupan dari makanan yang akan dikonsumsi. Lebih lanjut suami dari dr. Meidy Triangto, SpKFR ini memberikan ilustrasi mengenai kalori yang di konsumsi perhari bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan. "Misalnya sehari Anda mengonsumsi 2000 kalori. Maka asupannya dikurangi menjadi 1500 kalori per harinya, ini sudah mencakup makan pagi, siang, dan malam," imbuhnya lagi.
Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya ini juga menerangkan, meski mengurangi sebanyak 500 kalori, namun tetap bisa menyantap makanan tanpa harus berdiet. Caranya adalah tetap makan seperti biasa, hanya saja asupan kalorinya dikurangi menjadi 1750 kalori. Setelah itu, dibantu dengan olahraga yang membakar 250 kalori, dengan demikian totalnya tetap 1500 kalori.
(int/hst)
Hobbies & Activities
Desain Ringkas dan Simpel, Fujifilm X Half Cocok untuk Konten Vertikal
Makanan & Minuman
Enfagrow A+ 3, Solusi Nutrisi untuk Tumbuh Kembang Si Kecil
Kesehatan
Cussons Baby Telon Oil, Bantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak
Hobbies & Activities
Latihan Lari di Rumah Makin Maksimal dengan Treadmill BODIMAX Sprinter Pro
Tren Suplemen Patch, Vitamin & Mineral Tak Lagi Ditelan Tapi Ditempel di Kulit
Jerawat di Selangkangan Jangan Diabaikan, Kenali Jenis dan Cara Mengatasinya
Viral di TikTok, Makanan Anjing Jadi Inspirasi Menu Diet
Cara Mandi yang Benar agar Kulit Bersih & Sehat Menurut Dokter, Ini Urutannya
Wanita Muda Akhiri Hidup dengan Eutanasia, Kisah Kontroversi yang Bikin Haru
Gaya Santun Nikita Willy Liburan ke Jepang Curi Atensi, Konsisten Berhijab
Zendaya Akhirnya Tanggapi Rumor Pernikahan dengan Tom Holland, Ini Katanya
Potret Khirani Putri Mayangsari Ultah ke-20, Makin Cantik Mirip Sang Mama
Viral, Finalis Miss Grand Thailand Joget Energik di Sesi Swimsuit











































