Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Survei: Pergi ke Resto dengan Orang Gemuk Bepotensi Merusak Diet Sehat?

wolipop
Minggu, 05 Okt 2014 12:31 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Pilih-pilih teman saat makan bersama di restoran ternyata jadi satu hal penting bagi mereka yang ingin diet untuk melangsingkan tubuh. Berat badan teman yang berada di satu meja makan, bisa berpengaruh pada berapa banyak porsi yang Anda makan.

Para peneliti di Southern Illinois University mengungkapkan, orang cenderung memesan dan makan makanan tidak sehat ketika bersantap bersama teman yang gemuk atau kelebihan berat badan. Dalam studi tersebut juga disebutkan, orang yang kegemukan bisa membuat orang lain di sekitarnya 'tersesat' saat makan.

Ada 82 partisipan yang ikut dalam penelitian dengan hasil cukup kontroversial ini. Para responden diberikan menu spaghetti dan salad untuk makan siang. Di antara mereka, ada satu aktris yang ikut makan, memakai prosthesis (tubuh buatan) sehingga berat badannya bertambah 20 kg dari bobot sebenarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada empat skenario yang disiapkan tim peneliti. Pertama, aktris tersebut memilih makanan sehat dengan mengambil lebih banyak salad ketimbang pasta dengan masih memakai prosthesis. Kedua, tanpa prosthesis, sang aktris juga makan lebih banyak makanan sehat.

Skenario ketiga, wanita tersebut mengambil lebih banyak pasta ketimbang salad sambil memakai prosthesis. Dan skenario terakhir, ia menyendok banyak spaghetti ketimbang pasta tanpa mengenakan prosthesis.

Para partisipan di setiap skenario, memperhatikan terlebih dahulu aktris tersebut mengambil makanan sebelum menyendoknya untuk mereka sendiri. Dari hasil pengamatan terungkap bahwa ketika wanita tersebut memakai tubuh palsu dan terlihat kegemukan, partisipan mengambil dan makan 31,6 persen lebih banyak pasta ketimbang salad. Partisipan juga tetap menyendok lebih banyak pasta ketika aktris melakukan skenario yang pertama (mengambil lebih banyak salad ketimbang pasta, saat memakai tubuh palsu).

Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa orang cenderung memilih makanan tidak sehat saat ada orang gemuk atau kelebihan berat badan di dekatnya. Alasannya, secara naluriah orang akan tidak peduli dengan kesehatan dan bentuk tubuh ideal saat makan bersama orang yang kegemukan. Bisa juga karena komitmen mereka untuk disiplin menjalani hidup sehat jadi tidak aktif.

Sampai saat ini belum ada tanggapan dari orang-orang bertubuh gemuk, atau mereka merasa terdiskriminasi akibat dari hasil penelitian tersebut. Perlu ditekankan, penelitian yang dilansir dari Daily Mail ini tidak bermaksud untuk menyinggung orang berbadan gemuk namun hanya untuk mengetahui kecenderungan perilaku makan seseorang.

Untuk menyiasati agar makan tak berlebihan saat makan di restoran, peneliti juga memberikan saran. Menurut penulis penelitian, Mitsuru Shimizu, kunci agar makan lebih terkontrol adalah memilih menu sebelum sampai di tempat makan. Ketika sudah mengetahui apa yang akan dimakan maka pengaruh dari teman untuk memesan makanan yang beraneka ragam jadi lebih teredam.

Cara ini bisa dilakukan dengan membuka website restoran yang akan Anda datangi. Perhatikan gambar makanan tersebut dan cermati ada isi apa saja di dalamnya sampai Anda benar-benar menginginkannya. Dengan begitu, saat tiba di restoran hasrat Anda hanya tertuju ke makanan tersebut dan tidak tertarik menambah menu yang lain. Selamat mencoba!

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads