Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Anti Aging Medicine, Metode Cegah dan Atasi Penuaan Mulai dari Tingkat Sel

Hestianingsih - wolipop
Rabu, 24 Sep 2014 16:17 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Saat mendengar kata anti-aging, umumnya yang langsung terlintas di pikiran orang banyak adalah masalah kecantikan kulit. Bagaimana menghilangkan kerutan, garis-garis halus dan tampak lebih muda dari usia sebenarnya.

Namun sebenarnya aging atau penuaan tidak terbatas di permukaan saja. Seiring bertambahnya usia, penuaan juga terjadi pada organ dalam tubuh hingga ke tingkat sel. Seperti halnya kulit, tubuh pun bisa mengalami penuaan dini yang jika tidak diatasi, berpotensi memunculkan berbagai gangguan kesehatan mulai dari diebetes, hipertensi hingga kanker.

"Ketika seseorang diabetes, itu tanda kalau pankreasnya mengalami penuaan. Hipertensi, berarti terjadi penuaan pada pembuluh darah sedangkan penyakit kanker adalah tanda penuaan pada sistem imun," ujar ahli imunologi Dr. Robert T.Y. Hsu, M.D., PhD, saat peluncuran program Premier Biogenesis Health Care dan penandatanganan kerjasama PT Lippo Karawaci Tbk dengan Uni-Gene Biotec Inc. Taiwan di Hotel Aryaduta Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika penuaan pada kulit bisa diatasi dengan pemakaian produk perawatan seperti krim, lotion, masker atau serum anti-aging, maka apa yang bisa dilakukan untuk mencegah penuaan pada organ tubuh, sel dan sistem imun? Dr. Hsu menjelaskan, salah satu caranya dengan menjalani perawatan secara holistik mulai dari tingkat sel, yang biasa disebut dengan program kesehatan integrasi atau anti aging medicine.

Metode pemeliharaan kesehatan ini telah dikenal selama 11 tahun, sejak pertamakali diperkenalkan Dr. Hsu di Taiwan. Kini metode tersebut pun mulai diperkenalkan di Indonesia, yang dibawa oleh PT. AnHo Biogenesis Prima Indonesia bekerjasama dengan Uni-Gene Biotec Inc. Taiwan. Apa itu anti aging medicine?

Anti aging medicine menggunakan pendekatan tujuh pilar yang terdiri dari diet sehat, latihan fisik, optimalisasi hormon, suplemen, estetik, terapi sel dan manajemen stres. Pada pendekatan ini, pola makan klien harus diatur dan sejumlah hormon seperti hormon reproduksi, pertumbuhan dan tiroid/metabolisme akan ditingkatkan agar bekerja lebih optimal. Pemberian suplemen dilakukan lewat infus yang berisi campuran berbagai vitamin, mineral, antioksidan, asam amino dan omega-3.

"Dari segi estetiknya kita lebih yang mild. Biasanya dilakukan tindakan pengangkatan sel kulit mati, mengaktifkan kolagen, facial dan membuka pori supaya serum (untuk kulit) lebih masuk," tutur Presiden Direktur PT An Ho Biogenesis Prima Indonesia Dewi Mariana Senduk.

Dewi menambahkan, "Muda itu bukan selalu dia cantik dan muda dari luar. Ada yang mukanya cantik tapi jalannya seperti nenek-nenek. Kalau muda di sini, wajahnya sedang-sedang saja tapi enerjik, cerah. Ini yang kita berikan. Jadi tenaganya kuat terus. Prosesnya juga perlahan-lahan, dimaintain sampai dia terus sehat."

Selain tujuh pilar anti aging, program kesehatan ini juga menggunakan pendekatan functional medicine, personalized medicine dan regenerative medicine. Klien akan diperiksa dan dianalisa terlebih dahulu kondisi tubuhnya lewat pemeriksaan medis umum, khusus dan lengkap. Apakah ada penurunan fungsi organ dan daya tahan tubuh sehingga bisa dicegah terjadinya kerusakan organ yang lebih parah. Dewi menuturkan, ada 198 pemeriksaan yang akan dilakukan dalam beberapa tahap.

Setelah diketahui kondisi sel dan tubuh secara keseluruhan, akan dilakukan tindakan baik itu pencegahan maupun penyembuhan penyakit. Terapi probiotik biasanya akan diberikan pada level ini, sebagai usaha untuk menguatkan sistem imun tubuh yang lemah.

"Lewat pemeriksaan laboratorium, bisa diketahui apa jenis probiotik terbaik untuk tubuhnya sehingga bisa menstimulasi kekebalan tubuh," ucap Dewi.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Dr. Hsu, sistem imun yang kuat adalah kunci utama seseorang bisa terhindar dari berbagai penyakit termasuk yang berbahaya, seperti kanker. Maka dari itu daya tahan tubuh adalah hal paling penting yang harus terus dijaga. Setelah terapi probiotik, pendekatan terakhir adalah dengan terapi stem cell, yaitu memperbanyak dan menyimpan sel-sel tubuh yang muda dan sehat untuk dimasukkan kembali ke tubuh sehingga terjadi regenerasi sel.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads