Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Sakit Perut, Pria Ini Ternyata Wanita yang Baru Menstruasi di Usia 40-an

Hestianingsih - wolipop
Rabu, 23 Jul 2014 10:13 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Seorang pria asal China, sebut saja namanya Chen, selama ini memiliki kehidupan yang normal. Ia punya pekerjaan bagus, dan sudah hidup berumahtangga selama 10 tahun dengan sang istri. Sampai suatu hari, pria berusia 44 tahun ini mengeluhkan sakit pada perutnya dan memeriksakan diri ke dokter. Hidup selama puluhan tahun sebagai pria, Chen harus menerima fakta kalau fisiknya sebenarnya adalah wanita.

Kenyataan itu diketahuinya baru-baru ini, ketika Chen merasakan sakit perut dan terdapat darah pada urinnya. Khawatir dengan kondisi tersebut, Chen ditemani istri pun pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan ke dokter dan dianjurkan melakukan CAT scan untuk melihat sumber keluarnya darah pada urinnya. Hasilnya sangat mengejutkan. Dari hasil scan, tubuh Chen ternyata memiliki organ reproduksi wanita yang lengkap dan baru mulai mengalami menstruasi di usianya yang sudah berkepala empat.

Seperti dikutip Rocket News dari situs China, Zhejian Online, saat datang ke rumah sakit di Kota Yongkang, Chen diperlakukan layaknya pasien pria. Ia berpakaian layaknya pria, berpotongan rambut pendek dan datang bersama istrinya. Namun setelah menganalisa hasil scan, dokter menemukan adanya uterus dan ovarium pada tubuh pria yang tinggal di provinsi Zhejiang itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah diperiksa lebih lanjut dan teliti, diketahui bahwa Chen hanya memiliki sedikit rambut di wajah, tidak ada jakun dan cacat pada bentuk alat kelaminnya. Namun Chen menerangkan kalau selama ini kehidupan seknya bersama istri normal, meskipun ia sadar kalau bentuk penisnya tidak seperti pria pada umumnya. Akhirnya dokter mendiagnosa Chen mengalami congenital adrenal hyperplasia, sejenis gangguan genetik dimana kelenjar adrenal bisa memproduksi lebih banyak atau lebih sedikit hormon yang bertugas dalam pembentukan alat kelamin serta karakter seks, misalnya rambut pada tubuh.

Wanita dengan gangguan ini bisa mempunyai organ seksual dan reproduksi lengkap. Namun seperti kasus yang terjadi pada Chen, ia tumbuh dengan fitur yang lebih maskulin, memiliki suara berat dan dalam serta bahu yang bidang. Karena sudah terlalu lama hidup dengan kelainan hormon dan tanpa perawatan, kelenjar adrenal Chen tumbuh menjadi tumor dan harus segera dioperasi untuk menghilangkannya. Untungnya, tumor tersebut termasuk jinak dan Chen sudah bisa keluar dari rumah sakit setelah dua minggu dirawat. Selama di rumah sakit, Chen tetap menjalani pemeriksaan genetik dan hasilnya dipastikan kalau 'pria' ini, secara biologis adalah wanita.

Bagaimana kehidupan Chen dan istri setelah mengetahui kalau dirinya seorang wanita, belum diberitakan oleh situs-situs media di China. Apakah dia memutuskan mengganti identitas gendernya, atau tetap hidup sebagai pria bersama keluarganya? Hal itu masih menjadi pertanyaan besar sampai sekarang.

(hst/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads