Kurang Tidur, Otak Bisa Rusak Seperti Terbentur Benda Keras
Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Kamis, 02 Jan 2014 07:42 WIB
Jakarta
-
Kurang tidur membawa banyak dampak negatif bagi kesehatan. Mulai dari tubuh yang lemas, sampai gangguan jantung. Bahkan penelitian terbaru menuturkan, otak bisa rusak akibat kurang tidur. Tingkat kerusakannya sama seperti ketika kepala Anda terbentur benda keras.
Studi menemukan bahwa kurang waktu tidur satu malam saja bisa menyebabkan perubahan pada otak, saat kepala terkena pukulan atau terbentur keras. Para peneliti mengatakan, partisipan mengalami kenaikan produksi senyawa kimia di dalam tubuh yang mengindikasikan adanya kerusakan otak.
Profesor Christian Benedict dari Uppsala University di Swedia menjelaskan, tubuh memiliki senyawa kimia yang dinamakan NSE dan S-100B. Jika jumlahya berlebihan, akan membuat otak mengalami gangguan, seperti gegar otak.
"Yang kami temukan, level zat kimia tersebut meningkat dalam darah pada partisipan yang tidak tidur semalam suntuk. Efeknya memang tidak separah ketika kepala benar-benar terbentur benda keras. Efeknya juga tidak instan tapi cukup signifikan," jelas Profesor Christian, seperti dikutip dari Daily Mail.
Dia kembali menjelaskan bahwa saat tidur, otak membersihkan dirinya sendiri dari racun-racun. Proses ini membuat NSE dan S-100B meningkat untuk membantu pembersihan racun. Tapi ketika seseorang kurang tidur, levelnya jadi tidak stabil.
Penelitian ini mendukung hasil studi sebelumnya yang menyebutkan bahwa kurang tidur bisa meningkatkan risiko Alzheimer, Parkinson dan sklerosis. Peningkatan zat kimia tersebut di dalam darah setelah tidak tidur mengindikasikan adanya penurunan atau hilangnya sebagian kecil jaringan otak.
"Kesimpulannya, hasil penelitian kami mengindikasikan bahwa memiliki jam tidur yang cukup dan berkualitas sangat krusial untuk menjaga kesehatan otak," ujar Christian.
Selain kerusakan otak, banyak peneliti yang menemukan bahwa pola tidur yang tidak baik juga bisa memicu penyakit lain. Mulai dari rasa sakit di sekujur tubuh hingga gangguan jantung. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa tidur kurang dari delapan jam bisa menurunkan IQ di keesokan paginya.
(hst/kik)
Studi menemukan bahwa kurang waktu tidur satu malam saja bisa menyebabkan perubahan pada otak, saat kepala terkena pukulan atau terbentur keras. Para peneliti mengatakan, partisipan mengalami kenaikan produksi senyawa kimia di dalam tubuh yang mengindikasikan adanya kerusakan otak.
Profesor Christian Benedict dari Uppsala University di Swedia menjelaskan, tubuh memiliki senyawa kimia yang dinamakan NSE dan S-100B. Jika jumlahya berlebihan, akan membuat otak mengalami gangguan, seperti gegar otak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia kembali menjelaskan bahwa saat tidur, otak membersihkan dirinya sendiri dari racun-racun. Proses ini membuat NSE dan S-100B meningkat untuk membantu pembersihan racun. Tapi ketika seseorang kurang tidur, levelnya jadi tidak stabil.
Penelitian ini mendukung hasil studi sebelumnya yang menyebutkan bahwa kurang tidur bisa meningkatkan risiko Alzheimer, Parkinson dan sklerosis. Peningkatan zat kimia tersebut di dalam darah setelah tidak tidur mengindikasikan adanya penurunan atau hilangnya sebagian kecil jaringan otak.
"Kesimpulannya, hasil penelitian kami mengindikasikan bahwa memiliki jam tidur yang cukup dan berkualitas sangat krusial untuk menjaga kesehatan otak," ujar Christian.
Selain kerusakan otak, banyak peneliti yang menemukan bahwa pola tidur yang tidak baik juga bisa memicu penyakit lain. Mulai dari rasa sakit di sekujur tubuh hingga gangguan jantung. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa tidur kurang dari delapan jam bisa menurunkan IQ di keesokan paginya.
(hst/kik)










































