6 Sumber Karbohidrat untuk Bantu Turunkan Berat Badan
Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Senin, 30 Sep 2013 10:05 WIB
Jakarta
-
Banyak orang yang menghindari konsumsi karbohidrat karena dituding sebagai penyebab kegemukan. Tapi karbohidrat sebenarnya merupakan nutrisi yang sangat penting bagi tubuh. Karbohidrat diperlukan sebagai penyedia energi agar tubuh bisa beraktivitas dengan normal. Kekurangan karbo bisa menyebabkan tubuh lemas, tak bertenaga dan metabolisme terganggu.
Jangan takut jadi gemuk karena banyak makan karbohidrat, asalkan yang Anda konsumsi adalah karbohidrat sehat. Lyssie Lakatos, R.D. menyarankan konsumsi karbohidrat yang mengandung sedikitnya 2-3 gram serat per 100 kalori. Tidak harus nasi, ini dia sumber karbohidrat sehat yang bantu Anda turunkan berat badan, seperti dikutip dari Shape.
1. Kacang Polong Hijau
Setengah cangkir kacang polong mengandung 67 kalori dan bisa memenuhi 12 persen dari kebutuhan asupan zinc yang direkomendasikan per harinya. Mineral zinc bermanfaat mengurangi rasa lapar dengan meningkatkan produksi leptin, hormon yang mengingatkan otak ketika perut sudah terasa penuh.
2. Whole-wheat Pasta
Studi di Inggris menunjukkan, rajin konsumsi gandum utuh bisa menurunkan indeks massa tubuh dan mengurangi lemak perut. Hasil penelitian ini mendukung studi sebelumnya yang mengungkapkan bahwa diet kaya gandum utuh akan membuat lingkar pinggang lebih kecil. Meskipun terbilang sehat dan ramah bagi berat badan, tetap batasi konsumsinya tak lebih dari 100-2-- kalori per hari (sekitar 1/2 sampai 1 cangkir pasta yang sudah dimasak.
3. Roti Gandum
Roti gandum utuh hanya mengandung 80 hingga 90 kalori per lembarnya. Makanan untuk sarapan ini juga memiliki 2 gram serat dan rendah gula. Hanya sekitar 1 gram gula dalam satu lembar roti. Tapi pastikan roti yang Anda beli benar-benar terbuat dari gandum utuh, minimal 80 persen. Roti dengan bijirin gandum hanya 50 persen ke bawah, umumnya sudah banyak campuran tepung terigu, gula dan minim serat.
4. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan seperti kedelai hitam, kacang merah, kacang hijau atau lentil mengandung banyak serat, protein serta zat besi disamping karbohidrat. Berdasarkan hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal The American College of Nutrition, pediet yang makan kacang-kacangan risikonya lebih kecil 22 persen mengalami obesitas. Saat akan mengolahnya jadi makanan, pastikan merendamnya di air bersih semalaman untuk mengurangi kandungan sodiumnya yang tinggi.
5. Popcorn
Ketimbang keripik kentang atau singkong, popcorn merupakan pilihan camilan yang lebih sehat. Dengan catatan, bila diolah tanpa tambahan butter dan hanya sedikit garam. Menurut studi dalam Nutrition Journal, popcorn tidak hanya memuaskan hasrat ngemil tapi juga mengurangi rasa lapar sementara waktu. Untuk memenuhi hasrat ngemil, cukup kunyah tidak lebih dari 4 cangkir popcorn di sela-sela jam makan.
6. Oatmeal
Dalam 1/2 cangkir oatmeal mengandung 153 kalori, 27 gram karbohidrat dan 4 gram serat. Setengah dari serat yang ada pada oatmeal adalah jenis serat larut yang berubah jadi zat berbentuk seperti gel yang membuat perut terasa kenyang dalam waktu lama. Hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Obesity menunjukkan, dengan menambah asupan serat larut ke dalam diet harian bisa membantu kurangi timbunan lemak perut yang diketahui berbahaya bagi organ-organ vital di sekitarnya. Lemak perut sering disebut-sebut jadi penyebab gangguan metabolisme, penyakit jantung dan diabetes.
(hst/ays)
Jangan takut jadi gemuk karena banyak makan karbohidrat, asalkan yang Anda konsumsi adalah karbohidrat sehat. Lyssie Lakatos, R.D. menyarankan konsumsi karbohidrat yang mengandung sedikitnya 2-3 gram serat per 100 kalori. Tidak harus nasi, ini dia sumber karbohidrat sehat yang bantu Anda turunkan berat badan, seperti dikutip dari Shape.
1. Kacang Polong Hijau
Setengah cangkir kacang polong mengandung 67 kalori dan bisa memenuhi 12 persen dari kebutuhan asupan zinc yang direkomendasikan per harinya. Mineral zinc bermanfaat mengurangi rasa lapar dengan meningkatkan produksi leptin, hormon yang mengingatkan otak ketika perut sudah terasa penuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi di Inggris menunjukkan, rajin konsumsi gandum utuh bisa menurunkan indeks massa tubuh dan mengurangi lemak perut. Hasil penelitian ini mendukung studi sebelumnya yang mengungkapkan bahwa diet kaya gandum utuh akan membuat lingkar pinggang lebih kecil. Meskipun terbilang sehat dan ramah bagi berat badan, tetap batasi konsumsinya tak lebih dari 100-2-- kalori per hari (sekitar 1/2 sampai 1 cangkir pasta yang sudah dimasak.
3. Roti Gandum
Roti gandum utuh hanya mengandung 80 hingga 90 kalori per lembarnya. Makanan untuk sarapan ini juga memiliki 2 gram serat dan rendah gula. Hanya sekitar 1 gram gula dalam satu lembar roti. Tapi pastikan roti yang Anda beli benar-benar terbuat dari gandum utuh, minimal 80 persen. Roti dengan bijirin gandum hanya 50 persen ke bawah, umumnya sudah banyak campuran tepung terigu, gula dan minim serat.
4. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan seperti kedelai hitam, kacang merah, kacang hijau atau lentil mengandung banyak serat, protein serta zat besi disamping karbohidrat. Berdasarkan hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal The American College of Nutrition, pediet yang makan kacang-kacangan risikonya lebih kecil 22 persen mengalami obesitas. Saat akan mengolahnya jadi makanan, pastikan merendamnya di air bersih semalaman untuk mengurangi kandungan sodiumnya yang tinggi.
5. Popcorn
Ketimbang keripik kentang atau singkong, popcorn merupakan pilihan camilan yang lebih sehat. Dengan catatan, bila diolah tanpa tambahan butter dan hanya sedikit garam. Menurut studi dalam Nutrition Journal, popcorn tidak hanya memuaskan hasrat ngemil tapi juga mengurangi rasa lapar sementara waktu. Untuk memenuhi hasrat ngemil, cukup kunyah tidak lebih dari 4 cangkir popcorn di sela-sela jam makan.
6. Oatmeal
Dalam 1/2 cangkir oatmeal mengandung 153 kalori, 27 gram karbohidrat dan 4 gram serat. Setengah dari serat yang ada pada oatmeal adalah jenis serat larut yang berubah jadi zat berbentuk seperti gel yang membuat perut terasa kenyang dalam waktu lama. Hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Obesity menunjukkan, dengan menambah asupan serat larut ke dalam diet harian bisa membantu kurangi timbunan lemak perut yang diketahui berbahaya bagi organ-organ vital di sekitarnya. Lemak perut sering disebut-sebut jadi penyebab gangguan metabolisme, penyakit jantung dan diabetes.
(hst/ays)











































