Liputan Khusus
Diet Rendah Karbo Turunkan Berat Badan Secara Instan, Tapi...
wolipop
Jumat, 15 Feb 2013 07:42 WIB
Jakarta
-
Diet rendah karbohidrat terkenal sebagai metode pengaturan makan yang efektif turunkan berat badan secara cepat. Diet ini umumnya dilakukan untuk menurunkan berat badan. Selain itu, beberapa metode diet karbo juga diyakini bisa mengurangi risiko penyakit jantung, beberapa penyakit kanker, diabetes dan sindrom yang mengganggu metabolisme tubuh.
Era diet rendah karbohidrat sudah diperkenalkan sejak 1860. Namun baru sangat populer di tahun 1972 berkat Dr. Robert Atkins yang menciptakan metode diet tinggi protein dan lemak. Seperti dikutip dari Mayo Clinic, diet ini membatasi asupan karbohidrat seperti nasi, tepung, gandum, roti, gula, pasta serta sayur dan buah yang mengandung pati.
Pola makan ini berfokus pada konsumsi protein tinggi termasuk daging merah, ayam, ikan, telur dan beberapa sayuran non-pati. Dalam sehari, pelaku diet hanya diperbolehkan mengonsumsi 50-150 gram karbohidrat. Bahkan ada metode yang membatasi konsumsi karbo hanya 20-30 gram sehari, atau setara dengan satu lembar roti tawar.
Apakah diet karbo benar efektif untuk menurunkan berat badan dan melangsingkan?
Kebanyakan pola diet yang membatasi asupan kalori dan nutrisi tertentu memang bisa membuat berat badan turun secara signifikan dalam waktu relatif singkat. Setidaknya dalam jangka pendek. Selain itu, mengurangi karbohidrat juga baik untuk kesehatan dan penurunan berat badan, karena jumlah karbohidrat --terutama jenis karbohidrat sederhana-- yang berlebihan bisa menyebabkan diabetes, meningkatkan kolesterol dan penumpukan lemak.
"Karbohidrat itu sendiri mudah ditimbun sebagai lemak. Proses penimbunan ini lebih cepat terjadi kalau orang kurang makan sayur dan buah. (Mengonsumsi) karbohidrat putih akan lebih mudah terkena kolesterol," ujar praktisi gaya hidup sehat dr. Phaidon L. Toruan, saat berbincang dengan wolipop beberapa waktu lalu.
Namun melakukan diet rendah karbo bukannya tanpa risiko. Apabila asupan karbo dipangkas secara drastis, masalah baru bisa muncul yaitu terganggunya sistem kinerja tubuh secara keseluruhan. Kekurangan karbohidrat, tubuh akan mengambil cadangan karbo dari tubuh sebagai energi. Akibatnya tubuh jadi lemas dan mudah lelah.
Menurut dr. Phaidon lagi, diet karbo sebenarnya tidak bisa berdiri sendiri. Dengan kata lain Anda harus memerhatikan juga kelengkapan nutrisi seperti vitamin dan mineral. Untuk itu, sebaiknya konsumsilah karbohidrat dalam jumlah yang tepat. Menurut WebMD, orang dewasa tetap memerlukan 45-65 persen karbohidrat dalam sehari atau sekitar 300 gram (8 porsi karbo, 1 cangkir nasi per porsi).
(hst/eny)
Era diet rendah karbohidrat sudah diperkenalkan sejak 1860. Namun baru sangat populer di tahun 1972 berkat Dr. Robert Atkins yang menciptakan metode diet tinggi protein dan lemak. Seperti dikutip dari Mayo Clinic, diet ini membatasi asupan karbohidrat seperti nasi, tepung, gandum, roti, gula, pasta serta sayur dan buah yang mengandung pati.
Pola makan ini berfokus pada konsumsi protein tinggi termasuk daging merah, ayam, ikan, telur dan beberapa sayuran non-pati. Dalam sehari, pelaku diet hanya diperbolehkan mengonsumsi 50-150 gram karbohidrat. Bahkan ada metode yang membatasi konsumsi karbo hanya 20-30 gram sehari, atau setara dengan satu lembar roti tawar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebanyakan pola diet yang membatasi asupan kalori dan nutrisi tertentu memang bisa membuat berat badan turun secara signifikan dalam waktu relatif singkat. Setidaknya dalam jangka pendek. Selain itu, mengurangi karbohidrat juga baik untuk kesehatan dan penurunan berat badan, karena jumlah karbohidrat --terutama jenis karbohidrat sederhana-- yang berlebihan bisa menyebabkan diabetes, meningkatkan kolesterol dan penumpukan lemak.
"Karbohidrat itu sendiri mudah ditimbun sebagai lemak. Proses penimbunan ini lebih cepat terjadi kalau orang kurang makan sayur dan buah. (Mengonsumsi) karbohidrat putih akan lebih mudah terkena kolesterol," ujar praktisi gaya hidup sehat dr. Phaidon L. Toruan, saat berbincang dengan wolipop beberapa waktu lalu.
Namun melakukan diet rendah karbo bukannya tanpa risiko. Apabila asupan karbo dipangkas secara drastis, masalah baru bisa muncul yaitu terganggunya sistem kinerja tubuh secara keseluruhan. Kekurangan karbohidrat, tubuh akan mengambil cadangan karbo dari tubuh sebagai energi. Akibatnya tubuh jadi lemas dan mudah lelah.
Menurut dr. Phaidon lagi, diet karbo sebenarnya tidak bisa berdiri sendiri. Dengan kata lain Anda harus memerhatikan juga kelengkapan nutrisi seperti vitamin dan mineral. Untuk itu, sebaiknya konsumsilah karbohidrat dalam jumlah yang tepat. Menurut WebMD, orang dewasa tetap memerlukan 45-65 persen karbohidrat dalam sehari atau sekitar 300 gram (8 porsi karbo, 1 cangkir nasi per porsi).
(hst/eny)
Home & Living
Upgrade Sarung Tarawih yang Lebih Rapi & Nyaman! Intip Pilihan Berikut Ini
Olahraga
Rahasia Sport Bra Nyaman Tanpa Kawat, Adem, dan Nggak Bikin Sesak Saat Beraktivitas
Pakaian Wanita
Tank Top Seamless dengan Cuttingan Fit dan Support Pad Nyaman Dukung Aktivitas Harian
Pakaian Pria
Smart Casual Ramadhan 2026, Pilihan Kemeja Pria yang Bikin Kerja Semakin Nyaman!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Langkah Emas Raih Kemenangan
Punya GERD? Ini Manfaat Puasa dan Tips Agar Lambung Tetap Aman
Keputihan Saat Ramadan, Bikin Puasa Batal Nggak?
Langkah Emas Raih Kemenangan
Strategi Turun Berat Badan yang Sehat Selama Puasa Ramadan
Lari Jadi Kunci Sehat Sheryl Sheinafia, Seminggu Absen Malah Sakit
Diet Terlihat Sehat, Tapi Tubuhmu Diam-Diam Kekurangan Nutrisi Penting Ini
Most Popular
1
Kontroversi Atlet Ice Skating Pamer Bra Saat Menang Olimpiade Musim Dingin
2
Vetements Jual Kemeja Putih Bekas Setrika Gosong, Harganya Nyaris Rp 20 Juta
3
Mendekati Usia 40, Wanita Ini Cetak Sejarah di Miss Universe Australia
4
Foto: Jisoo BLACKPINK Kencan dengan 8 Aktor Ganteng di Boyfriend on Demand
5
Langkah Emas Raih Kemenangan
Punya GERD? Ini Manfaat Puasa dan Tips Agar Lambung Tetap Aman
MOST COMMENTED











































