Viral Verificator
Viral! Pria Magelang Bikin Baju Lari Microfiber, Modal Cuma Rp 150 Ribu
Tren lari atau running yang tengah menjamur di kota-kota besar seperti Jakarta identik dengan peralatan dan outfit bermerek yang harganya selangit. Namun, seorang konten kreator asal Magelang, Jawa Tengah, Khoirul Anam, menawarkan solusi 'agak lain' bagi mereka yang ingin tetap eksis tanpa harus merogoh kocek dalam.
Melalui unggahan di akun Instagram @anam_chenel yang viral, dia memamerkan setelan olahraga hasil jahitannya sendiri yang terbuat dari kain microfiber, bahan yang biasanya ditemukan pada lap pembersih furnitur atau handuk pengering mobil.
"Di Jakarta kan lagi ngetren lari kebetulan outfit lari mahal-mahal. Saya mempunyai solusi outfit lari yang murah, efisien dan menyerap keringat. Dijamin langsung kering. Mari ikut saya," ucap Anam di video.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan tanpa alasan Anam memilih material yang tidak biasa ini. Ia menjelaskan bahwa kain microfiber memiliki keunggulan fungsional sebagai busana olahraga karena sifatnya yang sangat efisien dalam menyerap keringat dan cepat kering.
Dengan modal sekitar Rp 150 ribu untuk tiga meter kain, ia pun langsung beraksi di depan mesin jahit. Menariknya, Anam memilih warna hijau neon yang mencolok dengan alasan keamanan dan estetika, selain terinspirasi dari gaya penyanyi Xandega, warna cerah tersebut membuatnya lebih mudah terlihat saat melakukan lari subuh yang minim cahaya.
"Yang dibutuhkan untuk membuat outfit lari kali ini cukup kain microfber 3 meter sama mesin jahit. Oke, kali ini saya akan membuat outfit lari dari bahan microfiber. Di sini saya menghabiskan Rp 150 Ribu. Kenapa saya memilih warna hijau karena melihat penyanyi Xandega sering memakai warna hijau. Lari subuh waktu masih gelap. Kalau memakai warna hijau akan lebih kelihatan. Wah, dijamin culture. Oke, ini dia solusinya outfit lari yang dijamin murah fungsional dan langsung cepat kering," ungkapnya.
Pria Magelang viral jahit baju lari dari kain microfiber Rp150 ribu. Solusi outfit olahraga murah, fungsional, cepat serap keringat, dan netizen ngakak. Foto: Dok. Vincentius Dicko untuk JSD. |
Untuk membuktikan efektivitas karyanya, Anam bahkan melakukan demo ekstrem dengan menuangkan air mineral langsung ke atas baju tersebut, yang seketika terserap habis tanpa sisa. Aksi nyeleneh ini sebenarnya bukan hal baru bagi pria asal Magelang tersebut.
Sebelumnya, nama Anam sudah sering menghiasi lini masa berkat kreativitasnya membuat busana dari material tak lazim, mulai dari baju Lebaran bertema biskuit Khong Guan, setelan dari selimut legendaris, hingga busana berbahan tikar dan kasur kapuk yang sukses mengocok perut sekaligus mengundang decak kagum netizen.
Postingan Anam langsung viral dan sudah ditonton lebih dari 489 ribu kali dan mendapatkan banjir komentar dari warganet yang ikut ngakak.
"Nyerep iya , berat iya😂😂," ucap pengguna Instagram @rianaunyile.
"Lebih cocok dipake habis mandi buat gantiin handuk 😂," ngakak akun @tyo.sbs.
"Gerah full😂," saut akun @ekoistiarto_27.
Konfirmasi Wolipop
Saat dikonfirmasi oleh Wolipop, Khoirul Anam membeberkan alasan teknis di balik pemilihan material yang tak biasa ini. Ia mengaku bahwa ide ini merupakan pengembangan dari eksperimen sebelumnya.
"Kenapa saya memilih outfit microfiber, pada dasarnya, material cukup murah, dan yang pasti menyerap air lebih cepat, dalam artian kalau diterapkan di olahraga lari, jadi menyerap keringat kak. Hehe," ungkap Anam kepada Wolipop.
Ia bahkan sempat terpikir untuk menggunakan material lain yang lebih ekstrem, namun akhirnya menjatuhkan pilihan pada microfiber karena alasan ketersediaan dan efisiensi. "Sebenarnya sih mau kanebo, tapi kanebo saya pernah buat, jadi saya pilih mikrofiber, lebih murah juga," tambahnya.
Meski terlihat rumit, Anam mengaku proses pengerjaan baju lari ini tergolong cukup mudah. Ia memanfaatkan kain microfiber yang kini banyak dijual dalam bentuk meteran, sehingga ia bebas berkreasi menentukan pola busananya.
"Saya habis kain 3 meter, kebetulan banyak yang jual meteran, jadi nggak cukup sulit buat merangkai. Kalau kesulitan nggak ada, soalnya sama aja kain biasa, cuma paling di jarumnya agak saat jahit yang agak besar, soalnya lumayan tebal bahannya," jelas pria yang memang mahir menjahit ini.
Saat ditanya mengenai kenyamanan saat digunakan berlari, Anam menjamin bahwa baju tersebut bukan sekadar konten estetik, melainkan benar-benar bisa berfungsi layaknya jersey atlet profesional dalam hal manajemen kelembapan.
"Kalau saat digunakan beneran fungsional mau bagaimana pun, material yang digunakan emang menyerap air atau keringat," pungkasnya dengan nada bercanda.
(gaf/eny)













































