Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Langkah Emas Raih Kemenangan

Sering Lemas Saat Puasa? Ahli Gizi Ungkap Penyebab dan Cara Mengatasinya

Almira Riva Az Zahra - wolipop
Senin, 23 Feb 2026 03:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi buka puasa
Foto: iStock
Jakarta -

Banyak orang mengira selama Bulan Ramadhan asupan nutrisi otomatis berkurang karena harus menahan lapar dan haus. Tak heran jika keluhan seperti sulit konsentrasi hingga tubuh terasa lemas kerap muncul saat beraktivitas.

Padahal, dengan perencanaan makan yang tepat, puasa justru bisa menjadi momen untuk memulai gaya hidup yang lebih sehat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meski puasa bisa menjadi tantangan, terutama karena perubahan pola dan tradisi makan selama Ramadhan, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan agar tubuh tetap berenergi sepanjang hari," ujar Nazima Qureshi, ahli gizi sekaligus penulis buku The Healthy Ramadhan Guide.

Menurut ahli gizi berbasis di Kanada tersebut, salah satu penyebab utama tubuh mudah kehilangan energi saat berpuasa adalah kebiasaan memilih makanan tinggi kalori tetapi rendah nutrisi. Jenis makanan ini memang membuat kenyang dengan cepat, namun juga membuat rasa lapar datang lebih cepat.

ADVERTISEMENT

Sahur Jadi Kunci Energi Seharian

Nazima menyarankan agar menu sahur difokuskan pada makanan rendah kalori namun kaya nutrisi, terutama serat dan protein. Kombinasi ini membantu menjaga rasa kenyang lebih lama serta menjaga kadar energi tetap stabil.

"Setidaknya, sahur ideal harus mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, serta cairan yang cukup," jelasnya.

Ia juga mengingatkan untuk menghindari makanan manis saat sahur. Konsumsi gula berlebih dapat memicu lonjakan gula darah yang kemudian turun drastis, sehingga tubuh terasa lebih cepat lemas.

Hindari Gorengan Saat Berbuka

Ilustrasi Diet

Foto: Getty Images/iStockphoto/Panupong Piewkleng

Kebiasaan berbuka dengan gorengan atau makanan berminyak juga sebaiknya dikurangi. Sebagai gantinya, buka puasa dengan kurma dan air putih, lalu lanjutkan dengan makan malam bergizi seimbang.

Selain itu, konsumsi kafein seperti kopi di malam hari perlu dibatasi. Kafein dapat mengganggu kualitas tidur, yang pada akhirnya memengaruhi produktivitas keesokan harinya.

Jangan Remehkan Asupan Cairan

Healthy Liquid. Asian Lady Drinking Water From Glass Starting Day With Hydration Lying In Bed At Home. Selective Focus

Foto: Getty Images/Prostock-Studio

Kecukupan cairan saat sahur dan berbuka juga sangat penting untuk mencegah dehidrasi. Gejala seperti pusing, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas sering kali menjadi tanda tubuh kekurangan cairan.

Tak hanya itu, kebiasaan makan berlebihan di luar jam puasa - terutama makanan tinggi lemak dan gula - juga bisa memperparah kondisi tubuh.

"Jika seseorang mengalami gejala negatif saat berpuasa, bisa jadi penyebabnya adalah pola makan yang tidak sehat di luar jam puasa," tambah Nazima.

Jadi, jika selama ini kamu sering merasa lemas saat puasa, mungkin bukan puasanya yang salah - melainkan pilihan makananmu. Yuk, mulai atur pola makan agar Ramadhan kali ini jadi lebih sehat dan tetap penuh energi!

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads