Liputan Khusus
PMS Bukan Mitos, 85% Wanita Usia Melahirkan Mengalaminya!
Eny Kartikawati - wolipop
Selasa, 15 Jan 2013 07:48 WIB
Jakarta
-
Premenstrual syndrome atau PMS bisa membuat wanita yang mengalaminya merasakan berbagai hal mulai dari kembung hingga mudah marah. Sebenarnya PMS ini benar-benar ada atau hanya perasaan wanita saja?
"PMS itu bukanlah mitos, memang terbukti terjadi pada wanita," ujar konsultan seks wolipop, dr. Vanda Mustika saat diwawancara wolipop Jumat (11/1/2013).
Dokter kelahiran 11 November 1978 ini menjelaskan, hampir sekitar 85% wanita usia melahirkan mengaku pernah mengalami gejala fisik yang terkait dengan siklus menstruasi. Sebagian besar wanita mengeluhakan gejala yang ringan saja sedangkan sekitar 20-30% mengalami gejala yang sedang hingga berat.
Bagi yang tidak tahu, PMS ini bisa dianggap sebagai mitos belaka karena sebabnya yang tidak jelas. Apalagi banyak faktor yang memengaruhi terjadinya PMS ini mulai dari pertambahan usia hingga stres emosional.
"Sehingga seringkali wanita yang mengeluhkan PMS ini dianggap terlalu membesar-besarkan keluhannya," tukas dr. Vanda lagi.
Oleh karena itu bagi Anda yang merasa tidak yakin apakah memang mengalami PMS atau tidak, dr. Vanda menyarankan cara terbaik adalah dengan berkonsultasi ke dokter. Dokter akan melakukan wawancara medis yang dilanjutkan dengan pemeriksaan panggul untuk melihat adakah kelainan yang mungkin mendasari keluhannya.
Keluhan saat PMS yang dianggap mengganggu di antaranya perut kembung, rasa kencang dan nyeri di payudara, sulit buang air besar atau diare, sakit kepala. Setelah dokter melakukan pemeriksaan, akan diketahui apakah memang keluhan-keluhan tersebut berhubungan dengan siklus menstruasi atau ada penyakit lain yang jadi penyebabnya.
(eny/eny)
"PMS itu bukanlah mitos, memang terbukti terjadi pada wanita," ujar konsultan seks wolipop, dr. Vanda Mustika saat diwawancara wolipop Jumat (11/1/2013).
Dokter kelahiran 11 November 1978 ini menjelaskan, hampir sekitar 85% wanita usia melahirkan mengaku pernah mengalami gejala fisik yang terkait dengan siklus menstruasi. Sebagian besar wanita mengeluhakan gejala yang ringan saja sedangkan sekitar 20-30% mengalami gejala yang sedang hingga berat.
Bagi yang tidak tahu, PMS ini bisa dianggap sebagai mitos belaka karena sebabnya yang tidak jelas. Apalagi banyak faktor yang memengaruhi terjadinya PMS ini mulai dari pertambahan usia hingga stres emosional.
"Sehingga seringkali wanita yang mengeluhkan PMS ini dianggap terlalu membesar-besarkan keluhannya," tukas dr. Vanda lagi.
Oleh karena itu bagi Anda yang merasa tidak yakin apakah memang mengalami PMS atau tidak, dr. Vanda menyarankan cara terbaik adalah dengan berkonsultasi ke dokter. Dokter akan melakukan wawancara medis yang dilanjutkan dengan pemeriksaan panggul untuk melihat adakah kelainan yang mungkin mendasari keluhannya.
Keluhan saat PMS yang dianggap mengganggu di antaranya perut kembung, rasa kencang dan nyeri di payudara, sulit buang air besar atau diare, sakit kepala. Setelah dokter melakukan pemeriksaan, akan diketahui apakah memang keluhan-keluhan tersebut berhubungan dengan siklus menstruasi atau ada penyakit lain yang jadi penyebabnya.
(eny/eny)











































