4 Terobosan Baru Mengikis Lemak Membandel di Perut
Kellie Karlina - wolipop
Kamis, 25 Okt 2012 10:12 WIB
Jakarta
-
Perut yang langsing idaman bagi setiap wanita. Namun, dengan segudang aktivitas dan kurangnya berolahraga, cenderung membuat makanan menumpuk di perut dan menghasilkan pemandangan yang tidak sedap di mata.
Ilmu pengetahuan datang dengan terobosan baru mengatasai kekahawtiran wanita tentang lemak membandel yang ada di area perut. Simak tips-tips terbaru yang dapat menurunkan beberapa kilogram berat tubuh dan melangsingkan perut Anda seperti yang dikutip dari situs RedBook berikut ini.
1. Ukur lingkar pinggang
Memiliki perut buncit bukan hanya membuat Anda harus bersembunyi di balik baju yang besar namun juga memberikan ancaman mulai dari penyakit diabetes hingga serangan jantung. BMI atau Body Mass Index adalah alat umum untuk mengukur apakah berat badan masih dalam batas normal atau sudah berlebih. Tapi BMI bukan merupakan alat yang cocok untuk mengukur apakah lingkar pinggul Anda berlebih atau tidak. Merujuk pada riset baru yang dipresentasikan pada Kongres Obesitas Eropa atau European Congress on Obesity di Lyon, Prancis, pelatih olahraga dan pendiri Asyllym Fitness, Matthew Daniels, mengatakan "BMI tidak menghitung massa otot yang melebihi berat lemak."
Besarnya rasio perbandingan pinggang hingga pinggul lebih akurat untuk memprediksi risiko penyakit. Hal itu karena lokasi di mana lemak terbanyak yang Anda miliki lebih penting dibandingkan jumlah lemak secara keseluruhan di dalam tubuh. Wanita yang rasio perbandingan pinggan hingga pinggulnya 0,08 memiliki risiko lebih tinggi punya masalah kesehatan.
2. Makanlah 'lemak' untuk menghilangkan lemak
Untuk meningkatkan metabolisme tubuh , diet tinggi lemak lebih baik ketimbang diet rendah lemak, selama Anda makan tepat waktu. Seorang peneliti dari Universitas Yerusalem baru-baru ini menemukan bahwa diet tinggi lemak yang dijadwalkan dengan benar akan membakar lemak yang disimpan di area perut. Mengapa bisa demikian? "Seperti halnya menggunakan uang untuk menghasilkan uang, begitu juga dengan lemak, diperlukan lemak untuk membakar lemak," ujar Daniels.
Daniel menyarankan, makanlah lemak di waktu-waktu strategis misalnya ketika pagi hari sebelum berolahraga untuk membantu membakar kalori. Langkah itu berguna karena lemak tersebut berubah menjadi tenaga yang digunakan untuk pembakaran lemak di tubuh. Cobalah dengan mengonsumsi apel dan selai kacang sebagai sarapan di pagi hari atau tambahkan alpukat sebagai toping salad ketika makan siang.
3. Tipe dari lemak di perut juga menjadi masalah
Membawa 'beban berlebih' di area tengah tubuh membuat Anda berisiko terkena serangan Diabetes tipe ke-2. Tapi kabar baiknya adalah, menurut sebuah penelitian yang dimuat di Journal of the American Medical Association, hal ini semua bergantung terhadap tipe lemak yang Anda miliki di perut. Para peneliti menggunakan sensor MRI (Magnetic Resonance Imaging) dan menemukan bahwa orang-orang obesitas dengan lemak viceral (lemak di sekeliling organ tubuh) lebih berisiko terkena diabetes dibandingkan dengan mereka yang tubuhnya lebih banyak lemak subkutan (lemak yang berada di bawah kulit).
Untuk mengetahui apa tipe lemak yang banyak di area perut, Anda bisa meminta bantuan dokter. Mereka dapat memberikan rekomendasi gaya hidup apa yang paling tepat untuk mencegah datangnya penyakit-penyakit berbahaya.
4. Tingkatkan sistem imun agar membakar lemak dengan sendirinya
Sistem imun ikut berperan dalam membuat lingkar pinggang menjadi lebih kecil. Merujuk pada studi baru tentang imunitas, memiliki lebih banyak sel sistem imun tertentu di dalam tubuh bisa membantu pembakaran lemak, meningkatkan metabolisme hingga menekan rasa lapar. Sel-sel pertahanan ini bekerja dengan mempercepat metabolisme dengan membantu menghilangkan peradangan pada jaringan adiposa (lemak di perut yang berbahaya). Salah satu cara untuk meningkatkan sel-sel pertahanan alamiah ini adalah dengan mengurangi beberapa kilogram berat badan Anda.
(eny/eny)
Ilmu pengetahuan datang dengan terobosan baru mengatasai kekahawtiran wanita tentang lemak membandel yang ada di area perut. Simak tips-tips terbaru yang dapat menurunkan beberapa kilogram berat tubuh dan melangsingkan perut Anda seperti yang dikutip dari situs RedBook berikut ini.
1. Ukur lingkar pinggang
Memiliki perut buncit bukan hanya membuat Anda harus bersembunyi di balik baju yang besar namun juga memberikan ancaman mulai dari penyakit diabetes hingga serangan jantung. BMI atau Body Mass Index adalah alat umum untuk mengukur apakah berat badan masih dalam batas normal atau sudah berlebih. Tapi BMI bukan merupakan alat yang cocok untuk mengukur apakah lingkar pinggul Anda berlebih atau tidak. Merujuk pada riset baru yang dipresentasikan pada Kongres Obesitas Eropa atau European Congress on Obesity di Lyon, Prancis, pelatih olahraga dan pendiri Asyllym Fitness, Matthew Daniels, mengatakan "BMI tidak menghitung massa otot yang melebihi berat lemak."
Besarnya rasio perbandingan pinggang hingga pinggul lebih akurat untuk memprediksi risiko penyakit. Hal itu karena lokasi di mana lemak terbanyak yang Anda miliki lebih penting dibandingkan jumlah lemak secara keseluruhan di dalam tubuh. Wanita yang rasio perbandingan pinggan hingga pinggulnya 0,08 memiliki risiko lebih tinggi punya masalah kesehatan.
2. Makanlah 'lemak' untuk menghilangkan lemak
Untuk meningkatkan metabolisme tubuh , diet tinggi lemak lebih baik ketimbang diet rendah lemak, selama Anda makan tepat waktu. Seorang peneliti dari Universitas Yerusalem baru-baru ini menemukan bahwa diet tinggi lemak yang dijadwalkan dengan benar akan membakar lemak yang disimpan di area perut. Mengapa bisa demikian? "Seperti halnya menggunakan uang untuk menghasilkan uang, begitu juga dengan lemak, diperlukan lemak untuk membakar lemak," ujar Daniels.
Daniel menyarankan, makanlah lemak di waktu-waktu strategis misalnya ketika pagi hari sebelum berolahraga untuk membantu membakar kalori. Langkah itu berguna karena lemak tersebut berubah menjadi tenaga yang digunakan untuk pembakaran lemak di tubuh. Cobalah dengan mengonsumsi apel dan selai kacang sebagai sarapan di pagi hari atau tambahkan alpukat sebagai toping salad ketika makan siang.
3. Tipe dari lemak di perut juga menjadi masalah
Membawa 'beban berlebih' di area tengah tubuh membuat Anda berisiko terkena serangan Diabetes tipe ke-2. Tapi kabar baiknya adalah, menurut sebuah penelitian yang dimuat di Journal of the American Medical Association, hal ini semua bergantung terhadap tipe lemak yang Anda miliki di perut. Para peneliti menggunakan sensor MRI (Magnetic Resonance Imaging) dan menemukan bahwa orang-orang obesitas dengan lemak viceral (lemak di sekeliling organ tubuh) lebih berisiko terkena diabetes dibandingkan dengan mereka yang tubuhnya lebih banyak lemak subkutan (lemak yang berada di bawah kulit).
Untuk mengetahui apa tipe lemak yang banyak di area perut, Anda bisa meminta bantuan dokter. Mereka dapat memberikan rekomendasi gaya hidup apa yang paling tepat untuk mencegah datangnya penyakit-penyakit berbahaya.
4. Tingkatkan sistem imun agar membakar lemak dengan sendirinya
Sistem imun ikut berperan dalam membuat lingkar pinggang menjadi lebih kecil. Merujuk pada studi baru tentang imunitas, memiliki lebih banyak sel sistem imun tertentu di dalam tubuh bisa membantu pembakaran lemak, meningkatkan metabolisme hingga menekan rasa lapar. Sel-sel pertahanan ini bekerja dengan mempercepat metabolisme dengan membantu menghilangkan peradangan pada jaringan adiposa (lemak di perut yang berbahaya). Salah satu cara untuk meningkatkan sel-sel pertahanan alamiah ini adalah dengan mengurangi beberapa kilogram berat badan Anda.
(eny/eny)
Perawatan dan Kecantikan
Nggak Perlu Foundation Mahal! 3 Cushion Ini Bikin Wajah Flawless, Tahan Lama, dan Anti Cakey Seharian
Kesehatan
Anak Susah Makan Bikin Mama Pusing? Ini 2 Suplemen Andalan Biar Nafsu Makan Balik Lagi!
Kesehatan
Sakit Kepala & Nyeri Otot Datang Tiba-Tiba? Ini 2 Obat Andalan yang Wajib Ada di Rumah!
Home & Living
Masak Lebih Praktis & Stylish, Inilah Rekomendasi Spatula Set Wajib Punya di Dapur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
10 Makanan yang Bantu Menurunkan Hormon Stres, Cocok Disantap saat Burnout
Sudah Tidur Lama Tapi Masih Capek? Ternyata Tubuh Butuh 7 Jenis Istirahat Ini
Elizabeth Hurley Ungkap Rutunitas Pagi yang Bikin Awet Muda di Usia 60
Suplemen Multivitamin Vs. Vitamin Satuan, Mana Lebih Baik untuk Tubuh?
Tren Suplemen Patch, Vitamin & Mineral Tak Lagi Ditelan Tapi Ditempel di Kulit
Most Popular
1
Potret Dukun Gen Z Korea yang Viral Dituduh Unggah Foto Seksi Demi Sensasi
2
Aksi Ekstrem Istri di China, Nekat Gelantungan di Truk Demi Awasi Suami
3
Gaya Mahalini Liburan di Jepang, Padu Padan Rok & Celana Pendek yang Stylish
4
Foto Jennifer Bachdim & Putrinya Nyuci Baju di Amerika Disorot, Pakai Bathtub
5
Aksi Edit Foto Terbongkar, Influencer Tempel Wajah ke Tubuh Orang Lain
MOST COMMENTED











































