Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Turun 63 kg, Pria Obesitas Ini Akhirnya Temukan Kekasih

Victrin Christy - wolipop
Jumat, 31 Agu 2012 12:45 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta - Kebiasaan warga Amerika Serikat makan junkfood tiap hari, membuat negara adidaya ini menghadapi permasalahan obesitas. Bukan hanya mengganggu kesehatan tetapi juga kehidupan pribadinya, seperti yang dialami oleh pria satu ini.
 
Pria bernama lengkap Ryan Buckman ini mengalami obesitas di usianya yang baru menginjak 22 tahun. Seperti anak-anak yang tinggal di daerah Essex, Amerika Serikat Ryan tidak terbiasa berolahraga.
 
Awalnya ia tidak merasa ada yang salah dengan tubuhnya tetapi Ryan sadar bahwa ia berbeda dari teman-teman seumurannya. Akhirnya Ryan memutuskan untuk menurunkan berat badannya setelah ia tidak bisa menemukan pakaian trendi dengan ukuran tubuhnya yang super besar, yaitu XXXL. Bukan hanya itu saja pria ini harus mengurungkan niatnya sebagai guru olahraga.
 
“Itu yang selalu saya inginkan (menjadi guru olahraga), tetapi saya tidak pernah punya kepercayaan diri karena terlalu gemuk” ujarnya kepada Dailymail.
 
Hal pertama yang dilakukan Ryan saat berprofesi sebagai asisten kelas di Chase High School in Westcliff-on-Sea adalah mendownload applikasi penghitung kalori pada ponselnya. Dengan itu ia praktis hanya mengkomsumsi 1500 kalori perhari yang didapatnya dari sereal untuk sarapan, salad untuk makan siang dan daging panggang serta sayuran hijau untuk makan malam.
 
Tidak hanya itu saja, setelah mengetahui bahwa alkohol mengandung kalori, Ryan pun berhenti untuk minum bir. Walaupun terasa berat baginya, tetapi perjuangan keras tersebut mulai menunjukkan hasil yang baik. Berat tubuhnya berkurang 6.3 kg di dua minggu pertama.
 
Kemudian Ryan mulai mengombinasikan program dietnya dengan olahraga lari agar mempercepat peluruhan lemak pada tubuhnya. Tahap demi tahap ia lalui. Pada mulanya ia mengaku hanya bisa berlari selama beberapa menit saja, tetapi karena terus dilakukan pria bertubuh tambun ini mulai menikmati kegiatan baru tersebut.
 
Satu tahun ia melakukan diet, berat badannya turun cukup signifikan. Ia berhasil menurunkan 75 kg. Anak-anak ditempatnya bekerja mulai memperhatikannya dan menjadikannya inspirasi.
 
“Aku benar-benar bangga terhadap apa yang telah kucapai dan merasa terhormat bila dapat membantu para siswa untuk melakukan hal yang sama (menurunkan berat badan)” tutur Ryan.
 
Segera setelah berat tubuhnya berkurang Ryan memberanikan diri berbicara kepada atasannya bahwa ia ingin menjadi asissten guru olahraga. Di usianya yang ke-24, Ryan bukan hanya mendapatkan posisi menjadi guru olahraga tetapi ia juga menemukan seorang kekasih.

(fer/rma)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads