Ingin Hidup Sehat? Jangan Berbohong!
Victrin Christy - wolipop
Rabu, 15 Agu 2012 18:37 WIB
Jakarta
-
Banyak orang yang mulai mengurangi makan danging, perbanyak minum air mineral dan rajin berolahraga demi mendapatkan hiup sehat. Namun ada satu hal lagi yang perlu dilakukan, yaitu kurangi kebiasaan berbohong.
Seorang peneliti Notre Dame yang juga berprofesi sebagai psikiater, Anita Kelly beranggapan bahwa tingkat kejujuran seseorang memiliki manfaat besar bagi kesehatannya. Kesimpulan itu diambil berdasarkan penelitian yang pernah ia lakukan sebelumnya.
Penelitian yang diberi nama 'Science of Honesty' menemukan fakta bahwa rata-rata orang Amerika melakukan 11 kebohongan dalam seminggu. Dan hal itu membuat mereka memiliki beberapa gangguan kesehatan.
Untuk membuktikannya, Kelly pun melakukan penelitian kepada 110 orang dari berbagai kalangan yang usianya berkisar antara 18 sampai 71 tahun. Peserta di bagi kedalam dua kelompok besar, kolompok pertama diberi ketentuan untuk tidak berbohong selama 10 minggu. Sedangkan kolompok kedua tidak diberi instruksi apapun.
Kemudian responden tersebut datang ke laboratorium setiap minggunya untuk mengisi lembar kuisioner berisi tentang kesehatan mereka. Kuesioner itu merupakan tes polygraph. Tes yang merekam respon seseorang ketika diberi pertanyaan, dan berguna untuk menilai jumlah kebohongan.
Hasilnya seperti yang telah diduga sebelumnya. Separuh peserta yang jujur selama 10 minggu diklaim lebih sehat dari mereka yang berbohong. Para peserta yang berbohong seringkali mengeluh sakit kepala, sakit tenggorokan, ketegangan, kecemasan, dan gangguan kesehatan lainnya. Di akhir penelitian Kelly mencatat ada beberapa peserta menyadari hal tersebut dan merekapun mulai berhenti melakukan kebohongan.
"Saya pikir berbohong dapat menyebabkan stress untuk banyak orang, bahkan banyak dari mereka yang sampai depresi karena kecemasannya", ujar dr. Bryan Bruno, kepala departemen psikiatri Lenox Hill Hospital di New York City, Amerika Serikat.
(eya/kik)
Seorang peneliti Notre Dame yang juga berprofesi sebagai psikiater, Anita Kelly beranggapan bahwa tingkat kejujuran seseorang memiliki manfaat besar bagi kesehatannya. Kesimpulan itu diambil berdasarkan penelitian yang pernah ia lakukan sebelumnya.
Penelitian yang diberi nama 'Science of Honesty' menemukan fakta bahwa rata-rata orang Amerika melakukan 11 kebohongan dalam seminggu. Dan hal itu membuat mereka memiliki beberapa gangguan kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian responden tersebut datang ke laboratorium setiap minggunya untuk mengisi lembar kuisioner berisi tentang kesehatan mereka. Kuesioner itu merupakan tes polygraph. Tes yang merekam respon seseorang ketika diberi pertanyaan, dan berguna untuk menilai jumlah kebohongan.
Hasilnya seperti yang telah diduga sebelumnya. Separuh peserta yang jujur selama 10 minggu diklaim lebih sehat dari mereka yang berbohong. Para peserta yang berbohong seringkali mengeluh sakit kepala, sakit tenggorokan, ketegangan, kecemasan, dan gangguan kesehatan lainnya. Di akhir penelitian Kelly mencatat ada beberapa peserta menyadari hal tersebut dan merekapun mulai berhenti melakukan kebohongan.
"Saya pikir berbohong dapat menyebabkan stress untuk banyak orang, bahkan banyak dari mereka yang sampai depresi karena kecemasannya", ujar dr. Bryan Bruno, kepala departemen psikiatri Lenox Hill Hospital di New York City, Amerika Serikat.
(eya/kik)
Perawatan dan Kecantikan
Bibir Kering dan Pecah-pecah? Saatnya Upgrade Lip Care dengan 3 Produk Favorit Ini!
Home & Living
Rumah Lembap Bikin Gerah? Penyerap Air Pasif vs Dehumidifier, Mana yang Paling Kerja Nyata?
Kesehatan
Kurangi Gula Tanpa Harus Berhenti Manis! Stevia Cair Jadi Solusi Praktis Harian
Kesehatan
Mau Bikin Kopi Susu Gula Aren, Tapi Pakai Stevia? Emang Bisa?
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Jangan Panik Kalau Perut Kembung, 4 Minuman Ini Bisa Cepat Redakan Begah
Tak Selalu 10.000 Langkah, Ini Patokan Jalan Kaki yang Lebih Sehat
Ini Solusi Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah Saat Cuaca Tak Menentu
Hati-hati, Sering Tidur dengan Lampu Terang Tingkatkan Risiko Sakit Jantung
6 Buah Tinggi Protein yang Bisa Jadi Camilan Sehat untuk Diet
Most Popular
1
Hadiri Lamaran Syifa Hadju & El Rumi, Geng Mamayu Kompak Berbusana Senada
2
Bela Keluarga Beckham, Eks Hair Stylist Sebut Nicola Peltz 'Apel Busuk'
3
Foto: Gaya Rihanna Pakai Jaket Rp 50 Juta, Nggak Ada Lawan
4
Gaya Asri Welas di Pemotretan Bareng 3 Anak, Seksi Bergaun Strapless
5
Transformasi Idol KPop 15 Tahun Terlihat Dewasa dari Usianya, Diduga Oplas
MOST COMMENTED











































