Benarkah Berpelukan Bisa Obati Depresi?
Eya Ekasari - wolipop
Kamis, 28 Jun 2012 07:06 WIB
Jakarta
-
Mengatasi depresi tak harus dengan pergi ke psikolog atau menenggak obat-obatan penenang. Menurut beberapa studi, depresi bisa diobati dengan berpelukan. Benarkah?
Seperti yang dikutip dari Prevention internasional, 11 persen orang Amerika kerap kali meminum obat anti-depresan untuk mengatasi depresi. Obat tersebut mengandung senyawa kimia yang disebut oksitosin, senyawa yang juga diproduksi tubuh saat Anda sedang berpelukan atau berhubungan seks. Oksitosin terbukti bisa mengobati depresi.
Terdapat sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa ketika tikus-tikus terpisah dari gerombolannya, tikus akan menunjukkan tanda-tanda kecemasan, stres dan depresi yang akan mereda setelah disuntik dengan oksitosin. Studi yang dipresentasikan pada tahun 2007 pada pertemuan Society for Neuroscience, menunjukkan efek hormon oksitosin terhadap situasi stres.
Para ilmuwan di UC San Diego School of Medicine juga melakukan uji coba klinis secara acak, merasa optimis dengan pengaruh oksitosin terhadap depresi. "Ilmu dasar, apa yang kita lihat dalam penelitian yang melibatkan binatang dan manusia, mengindikasi ada alasan mengapa oksitosin memainkan peran dalam beberapa jenis depresi," ujar Kai MacDonald, MD, asisten profesor klinis psikiatri di UC San Diego School of Medicine.
Terkadang, oksitosin disebut sebagai 'cuddle chemical' atau 'love hormone'. Alasannya, karena oksitosin memproduksi hipothalamus ketika orang melakukan kintiman fisik --begitu juga saat melahirkan. Tapi penelitian baru mengeksplorasi bahwa oksitosin tak hanya mempengaruhi apa yang orang rasakan tetapi cara orang berprilaku.
Menurut Dr. MacDonald, beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang mendapatkan oksitosin, dilaporkan memiliki perasaan yang sama tetapi perilakunya berubah. "Jika Anda melihat pasien dengan depresi, satu hal yang perlu Anda lalukan adalah menciptakan ketertarikan sosial," kata Dr. MacDonald.
'Hormon cinta' itu menderong seseorang untuk melakukan perilaku baik seperti membantu, memberikan empati, dan lebih ramah. Hal itu dibuktikan dalamsebuah studi pada tahun 2007 yang diterbitkan pada jurnal Public Library of Science ONE. Peserta penelitian yang menghirup oksitosin atau plasebo melalui hidung mereka cenderung bersikap murah hati terhadap sesama.
(eya/eny)
Seperti yang dikutip dari Prevention internasional, 11 persen orang Amerika kerap kali meminum obat anti-depresan untuk mengatasi depresi. Obat tersebut mengandung senyawa kimia yang disebut oksitosin, senyawa yang juga diproduksi tubuh saat Anda sedang berpelukan atau berhubungan seks. Oksitosin terbukti bisa mengobati depresi.
Terdapat sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa ketika tikus-tikus terpisah dari gerombolannya, tikus akan menunjukkan tanda-tanda kecemasan, stres dan depresi yang akan mereda setelah disuntik dengan oksitosin. Studi yang dipresentasikan pada tahun 2007 pada pertemuan Society for Neuroscience, menunjukkan efek hormon oksitosin terhadap situasi stres.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkadang, oksitosin disebut sebagai 'cuddle chemical' atau 'love hormone'. Alasannya, karena oksitosin memproduksi hipothalamus ketika orang melakukan kintiman fisik --begitu juga saat melahirkan. Tapi penelitian baru mengeksplorasi bahwa oksitosin tak hanya mempengaruhi apa yang orang rasakan tetapi cara orang berprilaku.
Menurut Dr. MacDonald, beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang mendapatkan oksitosin, dilaporkan memiliki perasaan yang sama tetapi perilakunya berubah. "Jika Anda melihat pasien dengan depresi, satu hal yang perlu Anda lalukan adalah menciptakan ketertarikan sosial," kata Dr. MacDonald.
'Hormon cinta' itu menderong seseorang untuk melakukan perilaku baik seperti membantu, memberikan empati, dan lebih ramah. Hal itu dibuktikan dalamsebuah studi pada tahun 2007 yang diterbitkan pada jurnal Public Library of Science ONE. Peserta penelitian yang menghirup oksitosin atau plasebo melalui hidung mereka cenderung bersikap murah hati terhadap sesama.
(eya/eny)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
Most Popular
1
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
2
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
3
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
4
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal
5
50 Ucapan Selamat Tidur Bahasa Inggris Romantis, Bikin Pacar Senyum Meleleh
MOST COMMENTED











































