Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Wanita yang Implan Payudara Rentan Bunuh Diri

Eya Ekasari - wolipop
Kamis, 19 Jan 2012 18:36 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Sepertinya terdapat korelasi antara implan payudara dan keinginan bunuh diri pada seseorang. Menurut penelitian, wanita yang memasang implan payudara, hampir tiga kali lebih mungkin melakukan bunuh diri daripada mereka yang tidak mengenakan payudara palsu.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Plastic Surgery memperkuat penelitian lain yang menunjukkan bahwa wanita yang melakukan pembesaran payudara memiliki risiko bunuh diri. Penelitian tersebut dibuktikan oleh para peneliti dari Amerika Serikat.

Loren Lipworth dari the Vanderbilt University Medical Center di Tennessee, Amerika bersama rekannya meneliti 3.327 wanita Swedia yang memasang implan payudara antara tahun 1965 dan 1993. Mereka pun meneliti surat kematian dari wanita yang telah melakukan operasi payudara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasilnya, hanya 24 wanita yang ingin melakukan bunuh diri setelah 19 tahun memakai implan. Namun sebenarnya, risiko itu tiga kali lebih besar jika dilihat dari jumlah populasi penelitian. Para peneliti menulis, peningkatan risiko bunuh diri tidak terlalu jelas sampai 10 tahun setelah implan.

Menurut Lipworth, beberapa wanita yang memasang implan payudara kemungkinan memiliki masalah kejiwaan pada awalnya. Misalnya, krisis kepercayaan diri atau tidak suka dengan bentuk tubuhnya.

"Saya pikir kita tidak tahu betul bahwa masalah itu sangat besar karena kita tidak bisa menentukan proporsi wanita yang memiliki gangguan kejiwaan. Mungkin ada banyak gangguan yang berbeda," ujar Lipworth, seperti yang dikutip dari Reuters.

Selain karena bunuh diri, para peneliti juga menemukan bahwa wanita yang memasang implan payudara juga terkait dengan kematian akibat alkohol dan obat-obatan terlarang. Lipworth menjelaskan ada sedikitnya 38 kasus kematian pada wanita dengan implan payudara yang dipicu oleh penyalahgunaan obat dan alkohol.

(eya/eya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads