Do's & Don'ts Saat Memakai Lensa Kontak
Eya Ekasari - wolipop
Jumat, 13 Jan 2012 18:37 WIB
Jakarta
-
Lensa kontak banyak menjadi pilihan wanita yang bosan atau tak suka dengan penggunaan kacamata. Sayangnya, penelitian terbaru menemukan banyak pengguna lensa kontak yang malas mengikuti aturan dan cara pemakaian yang tepat.
Seperti yang dikutip dari Webmd, sebanyak 80 persen orang tahu betul mengenai aturan dan cara pemakaian lensa kontak dengan benar. Tetapi hanya dua persen yang benar-benar melakukan aturan tersebut. Dan kurang dari satu persen yang mau mencuci tangan mereka sebelum memakai lensa kontak, menggunakan cairan pembersih khusus dan tidak mengenakan lensa kontak terlalu sering.
Survei yang diterbitkan dalam jurnal 'Optometry and Vision Science' itu, dilakukan pada pasien yang menjalani pemeriksaan mata dalam praktek swasta atau universitas. Sebagian besar, yaitu 85 persen dari peserta survei telah merasa menepati petunjuk pemakaian lensa kontak, tetapi hanya 0,4 persen yang mengikuti semua petunjuk.
Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa sebagian besar pemakai lensa kontak tahu apa yang harus mereka lakukan untuk menghindari komplikasi. Namun, sedikit yang benar-benar mengikuti semua rekomendasi. Komplikasi yang paling sering dilaporkan oleh pemakai lensa kontak yang disurvei adalah ketidaknyamanan sejumlah 72 persen dan infeksi 47 persen.
Ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan saat memakai, melepaskan, membersihkan dan menyimpan lensa kontak. Berikut sembilan aturan tersebut, seperti yang dikutip dari lensprices.
1. Pastikan Anda memilih lensa kontak yang benar-benar sesuai dengan mata Anda. Hindari membeli lensa kontak tanpa memeriksa kondisi mata. Menggunakan lensa kontak yang tepat adalah langkah pertama untuk melindungi mata.
2. Cuci tangan sebelum memegang lensa kontak. Walau terlihat bersih, belum tentu tangan Anda bebas kuman dan bakteri. Oleh karena itu, jangan malas untuk selalu membersihkannya sebelum Anda memakai, membilas dan melepaskan lensa kontak.
3. Umumnya lensa kontak aman dikenakan selama delapan jam, lebih dari itu mata berpotensi kekurangan oksigen. Sebaiknya, jika Anda telah memakai lensa kontak sudah sampai delapan jam, segera lepas dan mencucinya. Setelah itu, Anda bisa menggunakannya kembali.
4. Hindari mencuci lensa kontak dengan air keran karena mengandung mikroorganisme yang berbahaya bagi kesehatan mata. Para ahli menyarankan agar selalu menggunakan cairan pembersih khusus saat membersihkan lensa kontak.
5. Hindari terkena paparan asap, polusi dan angin karena bisa menyebabkan masalah pada lensa kontak sehingga menyebabkan mata menjadi kering. Jika hal ini terjadi, maka cucilah lensa kontak untuk mengembalikan kelembabannya.
6. Perhatikan mata dengan baik. Jangan teruskan pemakaian lensa kontak jika timbul iritasi atau rasa sakit pada mata Anda. Segera lepas lalu bersihkan sebelum memakainya kembali. Namun jika iritasi tak kunjung reda, segera hubungi dokter mata.
7. Kebiasaan yang keliru dan berisiko pada pembiakkan kuman adalah mencuci lensa kontak hanya saat akan dipakai. Banyak orang yang salah memperlakukan lensa kontak. Jadi setelah delapan jam dipakai, lensa kontak langsung disimpan dalam cairan perendam, tanpa dicuci lebih dahulu. Kebiasaan yang keliru ini menyebabkan terjadinya pembiakkan kuman di cairan perendam lensa kontak.
8. Setelah memakainya, cuci lensa kontak, lalu rendam di cairan khusus. Jangan lupa mengganti cairan perendam lensa kontak setiap hari.
9. Perhatikan masa kedaluwarsa lensa kontak Anda. Segera ganti dengan yang baru jika lensa kontak sudah kedaluwarsa. Jangan sampai haya karena alasan malas atau berhemat menimbulkan risiko kesehatan pada mata Anda.
(eya/eny)
Seperti yang dikutip dari Webmd, sebanyak 80 persen orang tahu betul mengenai aturan dan cara pemakaian lensa kontak dengan benar. Tetapi hanya dua persen yang benar-benar melakukan aturan tersebut. Dan kurang dari satu persen yang mau mencuci tangan mereka sebelum memakai lensa kontak, menggunakan cairan pembersih khusus dan tidak mengenakan lensa kontak terlalu sering.
Survei yang diterbitkan dalam jurnal 'Optometry and Vision Science' itu, dilakukan pada pasien yang menjalani pemeriksaan mata dalam praktek swasta atau universitas. Sebagian besar, yaitu 85 persen dari peserta survei telah merasa menepati petunjuk pemakaian lensa kontak, tetapi hanya 0,4 persen yang mengikuti semua petunjuk.
Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa sebagian besar pemakai lensa kontak tahu apa yang harus mereka lakukan untuk menghindari komplikasi. Namun, sedikit yang benar-benar mengikuti semua rekomendasi. Komplikasi yang paling sering dilaporkan oleh pemakai lensa kontak yang disurvei adalah ketidaknyamanan sejumlah 72 persen dan infeksi 47 persen.
Ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan saat memakai, melepaskan, membersihkan dan menyimpan lensa kontak. Berikut sembilan aturan tersebut, seperti yang dikutip dari lensprices.
1. Pastikan Anda memilih lensa kontak yang benar-benar sesuai dengan mata Anda. Hindari membeli lensa kontak tanpa memeriksa kondisi mata. Menggunakan lensa kontak yang tepat adalah langkah pertama untuk melindungi mata.
2. Cuci tangan sebelum memegang lensa kontak. Walau terlihat bersih, belum tentu tangan Anda bebas kuman dan bakteri. Oleh karena itu, jangan malas untuk selalu membersihkannya sebelum Anda memakai, membilas dan melepaskan lensa kontak.
3. Umumnya lensa kontak aman dikenakan selama delapan jam, lebih dari itu mata berpotensi kekurangan oksigen. Sebaiknya, jika Anda telah memakai lensa kontak sudah sampai delapan jam, segera lepas dan mencucinya. Setelah itu, Anda bisa menggunakannya kembali.
4. Hindari mencuci lensa kontak dengan air keran karena mengandung mikroorganisme yang berbahaya bagi kesehatan mata. Para ahli menyarankan agar selalu menggunakan cairan pembersih khusus saat membersihkan lensa kontak.
5. Hindari terkena paparan asap, polusi dan angin karena bisa menyebabkan masalah pada lensa kontak sehingga menyebabkan mata menjadi kering. Jika hal ini terjadi, maka cucilah lensa kontak untuk mengembalikan kelembabannya.
6. Perhatikan mata dengan baik. Jangan teruskan pemakaian lensa kontak jika timbul iritasi atau rasa sakit pada mata Anda. Segera lepas lalu bersihkan sebelum memakainya kembali. Namun jika iritasi tak kunjung reda, segera hubungi dokter mata.
7. Kebiasaan yang keliru dan berisiko pada pembiakkan kuman adalah mencuci lensa kontak hanya saat akan dipakai. Banyak orang yang salah memperlakukan lensa kontak. Jadi setelah delapan jam dipakai, lensa kontak langsung disimpan dalam cairan perendam, tanpa dicuci lebih dahulu. Kebiasaan yang keliru ini menyebabkan terjadinya pembiakkan kuman di cairan perendam lensa kontak.
8. Setelah memakainya, cuci lensa kontak, lalu rendam di cairan khusus. Jangan lupa mengganti cairan perendam lensa kontak setiap hari.
9. Perhatikan masa kedaluwarsa lensa kontak Anda. Segera ganti dengan yang baru jika lensa kontak sudah kedaluwarsa. Jangan sampai haya karena alasan malas atau berhemat menimbulkan risiko kesehatan pada mata Anda.
(eya/eny)
Hobbies & Activities
Cari Produk Travel-Friendly dan Nyaman? 3 Pilihan TRUU Ini Layak Dicoba
Makanan & Minuman
Tak Perlu Ribet, Ini Ide Minuman Segar untuk Sajian Lebaran
Makanan & Minuman
Freiss Syrup Lecy, Pilihan Sirup Segar untuk Temani Momen Lebaran
Elektronik & Gadget
iPad Generasi ke-11, Tablet Praktis untuk Aktivitas Sehari-hari
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
9 Buah yang Bagus untuk Mengatasi Jerawat Agar Wajah Mulus Saat Lebaran
Tren Unik di Dubai, Orang Datang ke Gym untuk Latihan Tidur Siang
Diet Hormon Viral di TikTok, Benarkah Bisa Atasi Jerawat hingga Mood Swing?
6 Manfaat Tak Terduga Nanas untuk Kesehatan, Cocok Jadi Menu Buka Puasa
Kisah Wanita Hampir Kehilangan Nyawa Karena Manikur Gel
Most Popular
1
Influencer Meninggal Saat Livestreaming, Dikenal Sering Begadang Untuk Jualan
2
Foto: Jessica Buckley Hingga Ejae, Ini 10 Artis Berbusana Terbaik Oscars 2026
3
Ketika Para Seleb Dukung Palestina Hingga Protes Trump di Red Carpet Oscar 2026
4
Momen 'Dingin' Anna Wintour Cueki Anne Hathaway di Oscars, Malah Bikin Ketawa
5
Siap Nikah atau Sekedar Yakin? Cek Kesiapan Mentalmu Sebelum Menikah bersama Psikolog
MOST COMMENTED











































