Kacang Kenari Cegah Risiko Kanker Payudara
Eya Ekasari - wolipop
Selasa, 20 Sep 2011 17:37 WIB
Jakarta
-
Kanker payudara merupakan penyakit yang paling ditakuti oleh wanita karena bisa sebabkan kematian jika telat mendiagnosa. Untuk mencegah risikonya, mengonsumsi kacang kenari adalah salah satu solusinya.
Kacang kenari memang tidak terlalu populer bila dibandingkan jenis makanan lainnya yang disebut-sebut sebagai makanan anti kanker seperti kedelai atau tomat. Namun penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kacang kenari secara rutin bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol sehat (HDL) dalam tubuh.
Tidak hanya itu, kenari juga diketahui sangat baik untuk mencegah dan memperlambat perkembangan kanker payudara. Kenari sangat unik dibandingkan kacang-kacangan lainnya karena satu-satunya kacang yang mengandung asam alpha-linolenic, salah satu tipe asam lemak omega 3 dengan kandungan yang paling banyak, seperti dikutip dari Health.
Sumber alpha-linolenic lainnya bisa didapat dari kedelai, biji rami, ikan laut dan beberapa sayuran hijau. Namun kandungannya hanya sedikit dan tidak ada yang melebihi kenari.
Dalam studinya, peneliti ingin mengetahui pengaruh konsumsi kenari terhadap perkembangan kanker payudara pada tikus percobaan. Kandungan yang terdapat dalam kenari seperti phytosterols, polyphenols, carotenoids, melatonin dan asam lemak omega 3 adalah komponen bioaktif yang bisa menghambat pembentukan kanker payudara.
Untuk mengetahui keefektifannya, sebuah sel tumor disuntikkan pada dua grup tikus sebagai cikal bakal kanker payudara. Satu grup diberi makan kacang kenari dan grup satunya tidak. Setelah 10 hari, sel tumor yang terdapat pada tikus yang tidak diberi kenari semakin membesar, berbeda dengan tikus yang makan kenari yang justru mengalami penyusutan sel tumor.
Dari hasil penelitian itu, Department of Biochemistry and Microbiology mengetahui bahwa kenari memang bisa menghambat pertumbuhan sel-sel kanker, terutama kanker payudara. Peneliti juga menemukan kandungan eicosapentaenoic (EPA) dan docosahexaenoic (DHA) pada hati tikus percobaan yang diberi kenari, lebih tinggi dibanding tikus yang tidak diberi kenari.
EPA dan DHA diketahui banyak terdapat pada ikan-ikan laut seperti salmon, sarden dan lainnya. Namun ternyata kandungannya pada kenari pun tidak kalah banyak. Selain diketahui manfaatnya dalam mencegah dan mengahmbat pertumbuhan kanker, EPA dan DHA juga sangat baik untuk perkembangan dan meningkatkan kemampuan otak.
Simak artikel lain mengenai cara hindari risiko kanker payudara, di sini.
(eya/hst)
Kacang kenari memang tidak terlalu populer bila dibandingkan jenis makanan lainnya yang disebut-sebut sebagai makanan anti kanker seperti kedelai atau tomat. Namun penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kacang kenari secara rutin bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol sehat (HDL) dalam tubuh.
Tidak hanya itu, kenari juga diketahui sangat baik untuk mencegah dan memperlambat perkembangan kanker payudara. Kenari sangat unik dibandingkan kacang-kacangan lainnya karena satu-satunya kacang yang mengandung asam alpha-linolenic, salah satu tipe asam lemak omega 3 dengan kandungan yang paling banyak, seperti dikutip dari Health.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam studinya, peneliti ingin mengetahui pengaruh konsumsi kenari terhadap perkembangan kanker payudara pada tikus percobaan. Kandungan yang terdapat dalam kenari seperti phytosterols, polyphenols, carotenoids, melatonin dan asam lemak omega 3 adalah komponen bioaktif yang bisa menghambat pembentukan kanker payudara.
Untuk mengetahui keefektifannya, sebuah sel tumor disuntikkan pada dua grup tikus sebagai cikal bakal kanker payudara. Satu grup diberi makan kacang kenari dan grup satunya tidak. Setelah 10 hari, sel tumor yang terdapat pada tikus yang tidak diberi kenari semakin membesar, berbeda dengan tikus yang makan kenari yang justru mengalami penyusutan sel tumor.
Dari hasil penelitian itu, Department of Biochemistry and Microbiology mengetahui bahwa kenari memang bisa menghambat pertumbuhan sel-sel kanker, terutama kanker payudara. Peneliti juga menemukan kandungan eicosapentaenoic (EPA) dan docosahexaenoic (DHA) pada hati tikus percobaan yang diberi kenari, lebih tinggi dibanding tikus yang tidak diberi kenari.
EPA dan DHA diketahui banyak terdapat pada ikan-ikan laut seperti salmon, sarden dan lainnya. Namun ternyata kandungannya pada kenari pun tidak kalah banyak. Selain diketahui manfaatnya dalam mencegah dan mengahmbat pertumbuhan kanker, EPA dan DHA juga sangat baik untuk perkembangan dan meningkatkan kemampuan otak.
Simak artikel lain mengenai cara hindari risiko kanker payudara, di sini.
(eya/hst)
Kesehatan
Aktivitas Sehari-hari Lebih Terbantu, Rekomendasi Alat Bantu untuk Lansia di Rumah
Perawatan dan Kecantikan
Solusi Rambut Rusak Akibat Styling? Andalkan Duo Haircare Jepang Ini!
Home & Living
Ibadah di Tengah Hari yang Sibuk? Mukena & Sajadah Nyaman Itu Penting
Pakaian Wanita
Datang Ke Kondangan Jadi Pusat Perhatian! Cukup Kebaya Mewah & Tas Kecil Ini
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Jangan Panik Kalau Perut Kembung, 4 Minuman Ini Bisa Cepat Redakan Begah
Tak Selalu 10.000 Langkah, Ini Patokan Jalan Kaki yang Lebih Sehat
Ini Solusi Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah Saat Cuaca Tak Menentu
Hati-hati, Sering Tidur dengan Lampu Terang Tingkatkan Risiko Sakit Jantung
6 Buah Tinggi Protein yang Bisa Jadi Camilan Sehat untuk Diet
Most Popular
1
Setelah Cincin Berlian Nyaris Rp 1 M, Segini Harga Kalung Lamaran Syifa Hadju
2
Cha Eun Woo Diperiksa Kasus Penggelapan Pajak Rp 229 M, Ini Kata Agensi
3
Katy Perry Tampil Bak First Lady Dampingi Justin Trudeau di Forum Ekonomi
4
Kim Kardashian Buka Suara Soal Kontroversi Tas Hermes dari Kulit Gajah
5
Ramalan Zodiak Cinta 22 Januari: Leo Harus Jujur, Scorpio Merasa Jenuh
MOST COMMENTED











































