Tips Hindari Sakit Punggung Akibat Bawaan Berat
Fitria Tsabita - wolipop
Minggu, 12 Jun 2011 13:00 WIB
Jakarta
-
Sering merasakan sakit di punggung, otot tegang atau leher kaku? Mungkin tas Anda penyebabnya. Kebiasaan membawa banyak barang di tas tangan, ransel atau tas kantor ternyata bisa mengganggu anatomi tubuh.
Dikutip dari Times of India, sudah banyak jumlah wanita yang mengeluhkan sakit akibat membawa tas yang terlalu berat. Rasa sakit umumnya dialami pada bahu, punggung bagian bawah, leher, kepala bahkan ngilu pada persendian.
Sayangilah tubuh dan tulang Anda! Jaga agar tidak mengalami kerusakan permanen. Simak tiga tips berikut ini untuk menghindarkan Anda dari sakit punggung.
1. Atur Barang dalam Tas
Ahli Bedah Ortopedi Dr Ashish Phadnis mengatakan, membawa beban berat di punggung dapat mengakibatkan berbagai penyakit di sekitar tulang punggung. Salah satunya adalah postur membungkuk, sakit punggung, ketegangan otot, dan terkilir.
"Secara umum, berat maksimum yang dapat dibawa seseorang adalah sekitar 15 persen dari berat tubuhnya. Idealnya, beban pada punggung harus didistribusikan di daerah yang lebih luas, yaitu kedua bahu. Jika masih terasa berat, susunlah barang-barang yang ada dalam tas agar tidak ada tekanan yang berat sebelah, " jelas Dr Ashish.
Dia juga menambahkan, distribusi beban yang tidak merata dapat menyebabkan masalah postural. Seperti bahu yang bongkok, sindrom impingement pada bahu, sakit leher kronis, tekanan dan peregangan pada jaringan yang dapat mengakibatkan rasa sakit dan kesemutan. Pengobatan yang diperlukan adalah mengistirahatkan otot yang sakit, memperbaiki postur tubuh dengan berolahraga. Namun olahraga juga harus dipantau oleh fisioterapis.
2. Kurangi Tarikan Otot
Dr Darius Soonawala, seorang ahli bedah ortopedi terkemuka mengatakan, jumlah beban yang dapat dibawa seseorang sangat bervariasi. Bisa tergantung pada barang bawaan, cara mengangkat, atau orang itu sendiri.
"Sambil mengangkat, hindari membungkuk ke depan. Dekatkan objek atau tas dengan tubuh Anda. Tas ransel baik digunakan jika Anda membawa beban untuk jarak yang jauh,” saran Dr Darius.
Jika salah satu punggung terasa sakit saat mengangkat tas, jangan dipaksakan, taruhlah tas tersebut. Mintalah teman untuk membagi beban bawaan jika terasa terlalu berat.
"Olahraga penguatan punggung sangat diperlukan bagi mereka yang memiliki pekerjaan mengangkat beban,” tambahnya.
3. Kenali Gejalanya
Bagaimana Anda tahu kapan membawa beban terlalu banyak? Dr Kaushal Malhan, ahli bedah tulang, mengatakan tubuh memiliki mekanisme keamanan. Segala bentuk ketidaknyamanan adalah tanda bagi Anda untuk berhenti membawa beban berat.
"Mengangkat beban secara tiba-tiba tidak menyebabkan cedera seperti yang ditimbulkan adanya tekanan pada punggung. Tekanan berat menyebabkan ketegangan pada otot tubuh. Pastikan beban dapat terbagi rata pada tubuh. Jika sudah muncul gejala sakit pada punggung, cobalah untuk mengobati rasa sakit tersebut," ujar Dr Khausal.
(hst/hst)
Dikutip dari Times of India, sudah banyak jumlah wanita yang mengeluhkan sakit akibat membawa tas yang terlalu berat. Rasa sakit umumnya dialami pada bahu, punggung bagian bawah, leher, kepala bahkan ngilu pada persendian.
Sayangilah tubuh dan tulang Anda! Jaga agar tidak mengalami kerusakan permanen. Simak tiga tips berikut ini untuk menghindarkan Anda dari sakit punggung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahli Bedah Ortopedi Dr Ashish Phadnis mengatakan, membawa beban berat di punggung dapat mengakibatkan berbagai penyakit di sekitar tulang punggung. Salah satunya adalah postur membungkuk, sakit punggung, ketegangan otot, dan terkilir.
"Secara umum, berat maksimum yang dapat dibawa seseorang adalah sekitar 15 persen dari berat tubuhnya. Idealnya, beban pada punggung harus didistribusikan di daerah yang lebih luas, yaitu kedua bahu. Jika masih terasa berat, susunlah barang-barang yang ada dalam tas agar tidak ada tekanan yang berat sebelah, " jelas Dr Ashish.
Dia juga menambahkan, distribusi beban yang tidak merata dapat menyebabkan masalah postural. Seperti bahu yang bongkok, sindrom impingement pada bahu, sakit leher kronis, tekanan dan peregangan pada jaringan yang dapat mengakibatkan rasa sakit dan kesemutan. Pengobatan yang diperlukan adalah mengistirahatkan otot yang sakit, memperbaiki postur tubuh dengan berolahraga. Namun olahraga juga harus dipantau oleh fisioterapis.
2. Kurangi Tarikan Otot
Dr Darius Soonawala, seorang ahli bedah ortopedi terkemuka mengatakan, jumlah beban yang dapat dibawa seseorang sangat bervariasi. Bisa tergantung pada barang bawaan, cara mengangkat, atau orang itu sendiri.
"Sambil mengangkat, hindari membungkuk ke depan. Dekatkan objek atau tas dengan tubuh Anda. Tas ransel baik digunakan jika Anda membawa beban untuk jarak yang jauh,” saran Dr Darius.
Jika salah satu punggung terasa sakit saat mengangkat tas, jangan dipaksakan, taruhlah tas tersebut. Mintalah teman untuk membagi beban bawaan jika terasa terlalu berat.
"Olahraga penguatan punggung sangat diperlukan bagi mereka yang memiliki pekerjaan mengangkat beban,” tambahnya.
3. Kenali Gejalanya
Bagaimana Anda tahu kapan membawa beban terlalu banyak? Dr Kaushal Malhan, ahli bedah tulang, mengatakan tubuh memiliki mekanisme keamanan. Segala bentuk ketidaknyamanan adalah tanda bagi Anda untuk berhenti membawa beban berat.
"Mengangkat beban secara tiba-tiba tidak menyebabkan cedera seperti yang ditimbulkan adanya tekanan pada punggung. Tekanan berat menyebabkan ketegangan pada otot tubuh. Pastikan beban dapat terbagi rata pada tubuh. Jika sudah muncul gejala sakit pada punggung, cobalah untuk mengobati rasa sakit tersebut," ujar Dr Khausal.
(hst/hst)
Home & Living
Sekali Coba Susah Balik! Handuk Premium Ini Harus Kamu Punya, Cek Alasannya
Home & Living
Satu Set Alat Ini Memudahkan Pekerjaan Kamu! TEKIRO Socket Set Harus Kamu Miliki di Rumah
Home & Living
Nggak Perlu Capek Bersihin WC! Notale Spin Scrubber Ini Memudahkan Pekerjaan, Harus Ada di Rumah
Home & Living
Cari Dudukan Santai yang Empuk dan Estetik? Pilihan Bean Bag Ini Layak Jadi Andalan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tak Hanya Minyak Berlebih, Ini Penyebab Jerawat di Wajah
Kenali Jenis-Jenis Jerawat dan Cara Merawatnya dengan Tepat
Tren 'Ozempic Body' Makin Ekstrem, Kini Beralih ke Pengangkatan Tulang Rusuk
6 Tren Diet yang Viral dan Populer Sepanjang 2025
6 Bulan Diet Ayam Rebus, Influencer Ini Nyaris Kehilangan Nyawa
Most Popular
1
Rebutan Uang Duka, Konflik Menantu dan Mertua Berujung Tragis
2
Potret Cilia Flores, Istri Presiden Venezuela Maduro yang Ikut Ditangkap AS
3
Kisah Cinta Viral: Wanita 50 Tahun Nikahi Pria 23 Tahun, Kenalan dari TikTok
4
Tipe Balas Chat Berdasarkan Zodiak: Aries Gercep, Ada yang Hilang Berhari-hari
5
Ramalan Zodiak 5 Januari: Capricorn Lebih Mandiri, Pisces Jangan Egois
MOST COMMENTED











































