ADVERTISEMENT

Cinta Puteri Indonesia Sumut untuk Ulos Ramah Lingkungan, Pakai Tiap Hari

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 14 Jul 2022 12:30 WIB
Puteri Indonesia Sumatera Utara 2022 Sarah Pandjaitan Puteri Indonesia Sumut 2022 Sarah Pandjaitan. Foto: Daniel Ngantung/detikcom
Medan -

Kain ulos belakangan selalu menemani penampilan Puteri Indonesia Sumatera Utara 2022 Sarah Pandjaitan. Bagi Sarah, ulos bukan sekadar warisan budaya, tapi memiliki daya tarik tersendiri berkat prosesnya yang ramah lingkungan.

Sarah Pandjaitan tampil di acara 'Road to W20 Empowering Women in Rural Economics' yang digelar di Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/7/2022).

Saat melantunkan lagu 'O Tano Batak', Top 3 Puteri Indonesia 2022 ini berbalut gaun biru berekor rancangan Lisa Ju. Gaun tersebut terbuat dari tenun batak karya perajin binaan Tobatenun. Usai beraksi di panggung, ia lalu menggantinya dengan gaun putih yang dipadu kain dan selendang kecoklatan yang dihiasi motif tumtuman.

Didirikan pada 2018, Tobatenun Tobatenun telah mengembangkan berbagai tenun tradisional Batak maupun tenun bermotif kontemporer secara noneksploitatif dengan pewarnaan alam sehingga tak merusak lingkungan.

Kebetulan, misi Tobatenun sejalan dengan advokasi Sarah yang mengangkat isu lingkungan. Selama masa karantina Puteri Indonesia 2022, perempuan 25 tahun ini pun selalu memakai busana yang terbuat dari ulos atau tenun batak lainnya dari Tobatenun.

Puteri Indonesia Sumatera Utara 2022 Sarah PandjaitanPuteri Indonesia Sumatera Utara 2022 Sarah Pandjaitan Foto: Daniel Ngantung/detikcom

"Awalnya ribet karena belum tahu cara stylingnya. Lama kelamaan jadi terbiasa dan ada sesuatu yang kurang kalau tidak pakai ulos sekarang. Kalau gak pakai bajunya, minimal aku nenteng tas dari ulos," ujarnya kepada Wolipop.

Sarah mengapresiasi upaya komunitas seperti Tobatenun untuk mengangkat kembali teknik pewarnaan tradisional untuk tenun Batak warisan leluhur yang sempat ditinggalkan para penenun (partonun).

Mereka beralih ke pewarnaan sintetis karena warna yang dihasilkan lebih bervariasi dan bisa menekan biaya produksi. Alhasil, kualitas kain yang dihasilkan menurun. Kain terasa kaku dan berat. Belum lagi bahan kimiawi yang terkandung pada serat kain berbahaya bagi mereka yang memiliki kulit sensitif.

"Aku punya masalah eksim, jadi gampang banget bereaksi kalau pakai kain yang kualitasnya jelek. Untungnya, kain Tobatenun terbuat dari bahan-bahan alami yang aman buat kulit," katanya.

Menurut Sarah, ulos dan tenun Batak lainnya memiliki daya tarik yang besar. Tak heran, katanya, Presiden Joko Widodo memilihnya untuk memberikan pertanyaan pertama saat sesi audiensi Presiden bersama para finalis Puteri Indonesia 2022 di Istana Bogor pada Maret lalu.

"Aku yakin, Pak Jokowi memilih Sumatera Utara karena ulos yang aku pakai waktu itu. Pas mulai mendalami arti motif-motif tenun Batak, aku menyadari ulos ini benar-benar bagian dari kehidupan masyarakat dan kehidupan berdaerah. Ulos juga menggambarkan watak orang Batak yang gigih karena proses pembuatannya yang panjang," ucapnya.

Sarah Pandjaitan pun berharap, semangatnya untuk terus mendukung upaya pelestarian wastra Batak tetap berkobar.

"Mendukung Tobatenun merupakan langkah konkret untuk ke depan. Mau aku masih atau tidak lagi di Puteri Indonesia, akan tetap memperjuangkan tenun Batak sebagai produk budaya dan bagaimana cara kita bisa mencintai produk-produk lokal dengan menggunakan bahan-bahan yg tidak merusak lingkungan. Karena ini adalah investasi masa depan, bukan untuk generasi aku saja, tapi generasi berikutnya," katanya.



Simak Video "Jerit Perajin Dibalik Keindahan Kain Ulos Khas Batak"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)