Tod's Diselidiki atas Dugaan Eksploitasi Buruh, Terancam Larangan Iklan 6 Bulan
Jaksa penuntut di Italia menetapkan rumah mode mewah Tod's dan tiga eksekutifnya sebagai pihak yang sedang diselidiki atas dugaan pelanggaran tenaga kerja. Mereka juga mengajukan permintaan larangan sementara terhadap sebagian iklan perusahaan tersebut selama enam bulan, menurut tiga sumber yang mengetahui kasus ini, Kamis.
Langkah ini menjadi pertama kalinya sebuah rumah mode Italia dan para manajernya secara langsung menjadi sasaran investigasi terkait dugaan eksploitasi buruh. Kasus tersebut muncul di tengah serangkaian temuan yang sebelumnya telah mencoreng reputasi sejumlah merek fashion ternama. Tod's belum memberikan komentar resmi atas penyelidikan ini.
Koleksi sepatu kulit Tod's. (Foto: Nina Westervelt/WWD via Getty Images) |
Sebelumnya, jaksa di Milan berfokus pada aktivitas pekerja di bawah vendor China yang menjadi subkontraktor bagi berbagai nama besar di dunia fashion. Mereka menempatkan lima perusahaan mode kelas atas di bawah pengawasan yudisial sementara tanpa membuka penyelidikan pidana terhadap perusahaan-perusahaan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perkembangan yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya, jaksa Milan menuduh Tod's mengetahui dan turut berperan dalam eksploitasi tenaga kerja subkontraktor mereka. Audit pihak ketiga selama beberapa tahun disebut telah menyoroti berbagai pelanggaran, tapi diduga tidak ditindaklanjuti.
Sebagai tindakan sanksi, jaksa melayangkan permohonan larangan iklan selama enam bulan terhadap produk mewah Tod's yang dibuat di fasilitas subkontraktor tersebut. Belum jelas seberapa besar porsi produksi Tod's yang berasal dari rekanan mereka yang sedang diperiksa.
Anna Wintour dan pendiri TOD's Diego Della Valle di fashion show Tod's Spring/Summer 2026 yang digelar dalam rangkaian Milan Fashion Week pada September 2025 lalu. (Foto: Swan Gallet/WWD via Getty Images) |
Pengadilan telah menjadwalkan sidang pada 3 Desember. Perwakilan perusahaan nantinya akan dimintai keterangan atau menyerahkan pembelaan tertulis.
Penyelidikan ini menandai eskalasi kasus yang mencuat bulan lalu, ketika jaksa Milan mengusulkan penempatan Tod's di bawah administrasi yudisial. Langkah tersebut sebelumnya telah diterapkan pada lima label fashion lainnya.
Setelah Reuters memberitakan kasus tersebut bulan lalu, pendiri Tod's, Diego Della Valle, membela praktik perusahaan dan memperingatkan bahwa label "Made in Italy" berisiko tercoreng akibat penyelidikan rantai pasokan.
Tod's diambil alih secara privat tahun lalu oleh L Catterton, perusahaan ekuitas swasta yang didukung oleh LVMH yang bekerja sama dengan pemegang saham utama Tod's, keluarga Della Valle.
(dtg/dtg)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
Rihanna Gandeng Anak Elon Musk Jadi Model Lingerie untuk Koleksi Valentine
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
50 Ucapan Selamat Tidur Bahasa Inggris Romantis, Bikin Pacar Senyum Meleleh















































