Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tod's Diselidiki atas Dugaan Eksploitasi Buruh, Terancam Larangan Iklan 6 Bulan

Daniel Ngantung - wolipop
Senin, 24 Nov 2025 21:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

LONDON, ENGLAND - SEPTEMBER 13: Exclusive cocktail at the Tod’s Old Bond Street flagship boutique during London Fashion Week to celebrate the Rahul Mishra x Tod’s collaboration, on September 13, 2024 in London, England. (Photo by Dave Benett/Getty Images for Tods)
Butik Tod's di London, Inggris. (Foto: Dave Benett/Getty Images for Tod's)
Milan -

Jaksa penuntut di Italia menetapkan rumah mode mewah Tod's dan tiga eksekutifnya sebagai pihak yang sedang diselidiki atas dugaan pelanggaran tenaga kerja. Mereka juga mengajukan permintaan larangan sementara terhadap sebagian iklan perusahaan tersebut selama enam bulan, menurut tiga sumber yang mengetahui kasus ini, Kamis.

Langkah ini menjadi pertama kalinya sebuah rumah mode Italia dan para manajernya secara langsung menjadi sasaran investigasi terkait dugaan eksploitasi buruh. Kasus tersebut muncul di tengah serangkaian temuan yang sebelumnya telah mencoreng reputasi sejumlah merek fashion ternama. Tod's belum memberikan komentar resmi atas penyelidikan ini.

Atmosphere at Tod's Cocktail Party held at Tod's Boutique on May 20, 2025 in New York, New York. (Photo by Nina Westervelt/WWD via Getty Images)Koleksi sepatu kulit Tod's. (Foto: Nina Westervelt/WWD via Getty Images)

Sebelumnya, jaksa di Milan berfokus pada aktivitas pekerja di bawah vendor China yang menjadi subkontraktor bagi berbagai nama besar di dunia fashion. Mereka menempatkan lima perusahaan mode kelas atas di bawah pengawasan yudisial sementara tanpa membuka penyelidikan pidana terhadap perusahaan-perusahaan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam perkembangan yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya, jaksa Milan menuduh Tod's mengetahui dan turut berperan dalam eksploitasi tenaga kerja subkontraktor mereka. Audit pihak ketiga selama beberapa tahun disebut telah menyoroti berbagai pelanggaran, tapi diduga tidak ditindaklanjuti.

Sebagai tindakan sanksi, jaksa melayangkan permohonan larangan iklan selama enam bulan terhadap produk mewah Tod's yang dibuat di fasilitas subkontraktor tersebut. Belum jelas seberapa besar porsi produksi Tod's yang berasal dari rekanan mereka yang sedang diperiksa.

ADVERTISEMENT
Anna Wintour, Diego Della Valle at the Tod's fashion show as part of Spring/Summer 2026 Milan Fashion Week on September 26, 2025 in Milan, Italy. (Photo by Swan Gallet/WWD via Getty Images)Anna Wintour dan pendiri TOD's Diego Della Valle di fashion show Tod's Spring/Summer 2026 yang digelar dalam rangkaian Milan Fashion Week pada September 2025 lalu. (Foto: Swan Gallet/WWD via Getty Images)

Pengadilan telah menjadwalkan sidang pada 3 Desember. Perwakilan perusahaan nantinya akan dimintai keterangan atau menyerahkan pembelaan tertulis.

Penyelidikan ini menandai eskalasi kasus yang mencuat bulan lalu, ketika jaksa Milan mengusulkan penempatan Tod's di bawah administrasi yudisial. Langkah tersebut sebelumnya telah diterapkan pada lima label fashion lainnya.

Setelah Reuters memberitakan kasus tersebut bulan lalu, pendiri Tod's, Diego Della Valle, membela praktik perusahaan dan memperingatkan bahwa label "Made in Italy" berisiko tercoreng akibat penyelidikan rantai pasokan.

Tod's diambil alih secara privat tahun lalu oleh L Catterton, perusahaan ekuitas swasta yang didukung oleh LVMH yang bekerja sama dengan pemegang saham utama Tod's, keluarga Della Valle.

(dtg/dtg)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads