Setelan Kamala Harris di Luar Prediksi, Ulang Gaya Obama yang Banjir Kritik
Kamala Harris secara mengejutkan muncul pada hari pertama Democratic National Convention (DNC) atau Konvensi Nasional Partai Demokrat di Chicago, Illinois, Amerika Serikat (AS), Senin (19/8/2024) malam. Pilihan busananya juga di luar prediksi.
DNC tahun ini yang berlangsung selama empat hari (19-22 Agustus) digelar untuk mengukuhkan petahana Wakil Presiden AS Kamala Harris sebagai utusan resmi Partai Demokrat yang maju ke kontestasi presiden AS di Pilpres AS 2024.
Biasanya, calon presiden baru muncul di penghujung acara hari terakhir. Alih-alih demikian, Kamala justru menunjukkan diri di tengah perhelatan hari pembuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penampilan Kamala Harris, wakil presiden AS yang dicalonkan sebagai presiden untuk Pilpres AS 2024, di Konvensi Partai Demokrat. (Foto: AP Photo/J. Scott Applewhite) |
Di luar itu, busana Kamala pun tak luput dari sorotan lantaran pilihannya yang nonkonvensional.
Sudah menjadi tradisi, para calon presiden dan wakilnya, beserta keluarganya, memakai busana atau aksesori yang warnanya seputaran biru, putih, merah sebagai simbol patriotisme ketika tampil di panggung DNC. Bendera AS memuat warna-warna tersebut.
'Dress code' yang sama juga berlaku di perhelatan rivalnya, Partai Republik. Di Konvensi Partai Republikan pada Juli lalu, Donald Trump yang kembali mencalonkan diri memakai setelan jas berdasi merah. Istrinya, Melania Trump, memakai blus dan rok merah senada.
(Foto: Jacek Boczarski/Anadolu via Getty Images) |
Di DNC 2020, Kamala juga memakai busana merah walau cenderung gelap. Tahun ini, perempuan 59 tahun berdarah Jamaika-India tersebut berbalut pantsuit atau setelan berwarna tan yang menyerupai coklat pucat. Ia memadukannya dengan blus putih yang dihiasi aksen pussy bow pada kerah dan heels nude senada.
Banyak media AS seperti CNN dan The New York Times (NYT) menyebut busana Kamala mengingatkan kembali pada peristiwa 'tan-gate'. Tepat Agustus 10 tahun lalu, Barack Obama yang saat itu masih menjabat sebagai presiden AS memakai setelan jas berwarna serupa.
Busana tersebut menemani penampilan Obama saat menggelar jumpa pers di Gedung Putih untuk membahas krisis kemanusiaan Irak dan Suriah, serta peran AS dalam menaklukkan ISIS.
Presiden Barack Obama memakai setelan coklat pada Agustus 2014 saat jumpa pers di Gedung Putih. (Foto: Alex Wong/Getty Images) |
"Setelannya adalah metafora dari kurang seriusnya Obama," kritik Peter King, salah satu kader Partai Republikan yang mewakili Negara Bagian New York kala itu. Kepada Fox News, politikus Republikan Lou Dobbs ikut mencibir bahwa busananya 'tidak presidensial'.
Berkaca pada reaksi tersebut, Kamala yang maju sebagai calon presiden dari Partai Demokrat setelah Presiden Joe Biden mundur dari pencalonan bisa saja memilih busana lain. Namun, perempuan pertama yang menjabat sebagai wakil presiden AS itu sepertinya tidak begitu mempertimbangkannya.
Menurut kritikus mode NYT Vanessa Friedman, penampilan Kamala adalah awalan yang membawa angin segar.
Kamala Harris menghadiri Konvensi Nasional Demokrat di United Center, Chicago, Senin (19/8/2024). (Foto: Kevin Dietsch/Getty Images) |
"Busana pilihannya berfungsi sebagai semacam pembuka tirai dan penentu suasana di konvensi. Ibu Harris perlu mengatur dinamikanya sendiri sebelum momen pidato pencalonannya. Mengenakan setelan cokelat merupakan pilihan awal yang tidak terlalu berbahaya dan sekaligus menjadi tolak ukur untuk busana berikutnya. Sebuah perubahan untuk sebuah konvensi yang konvensional," tulisnya.
Dengan fakta bahwa setelan seharga 96 juta tersebut merupakan keluaran Chloe (rumah mode bersejarah dari Prancis), mantan jaksa agung California ini sekalian menampik anggapan bahwa dirinya tidak kaku dan membosankan dalam hal berbusana seperti yang selama ini publik kira.
Di sisi lain, wanita (atau pria) yang fashionable sering mendapat 'stigma' kurang serius dalam lingkup profesionalisme. Mungkin pandangan tersebut akan berubah bila akhirnya pemilu AS yang digelar pada November mendatang menentukan Kamala sebagai pemenang.
Pada saat yang bersamaan, sejumlah sejarah akan terukir. Ia tak hanya menjadi perempuan pertama yang memimpin negara adi daya tersebut, tapi juga orang keturunan Asia Selatan dan perempuan kulit hitam yang mendapat mandat dari rakyat AS sebagai presiden mereka.
(dtg/dtg)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Rihanna Gandeng Anak Elon Musk Jadi Model Lingerie untuk Koleksi Valentine
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Jessie Buckley Ungkap Alasan Suami Tak Pernah Menemaninya di Karpet Merah
Istri Ceraikan Suami Usai Lihat Bukti Perselingkuhan Dari Promosi di TikTok
Bocoran Film Jun Ji Hyun & Ji Chang Wook, Lawan Teror Zombie di Colony
Ramalan Zodiak Sagitarius 2026: Jodoh Datang di Waktu Tepat, Karier Melompat















































